Nusagalture

Upacara Panggih Pengantin Jawa dan Filosofinya

Tradisi Pernikahan Jawa

Jaman menikah dulu ada kejadian lucu, abah K enggak paham babar blas soal babak demi babap prosesi yang akan kami jalani. Padahal kami sama-sama dari suku Jawa, bedanya aku di Jawa Tengah dan beliau di Jawa Timur. Ternyata memang beda, meskipun secara seklias terlihat sama. Aku hanya akan menulis upacara panggih versi Jawa Tengah, Salatiga khususnya.

Panggih adalah prosesi mempertemukan pengantin putri dan pengantin putra. Jadi, pada adat pernikahan Jawa, pengantin putri dibawa masuk terlebih dahulu, duduk di pelaminan sendirian berteman patah dan domas, untuk kemudian dipertemukan dengan pengantin putra. Mempertemukan pengantin putri dan pengantin putra yang disebut dengan panggih ini pun melewati serentet prosesi.

Liron Kembar Manyang

Manyang itu anyaman daun kelapa yang dibentuk sedemikian rupa dengan bentuk menggembung di bawah, melancip ke atas, kembar manyang berarti dua anyaman daun kelapa yang berbentuk sama. Liron artinya saling bertukar. Kalau saat aku menikah dulu, kembar manyangnya enggak disertakan dalam upacara pernikahan, langsung ditaruh di sebelah kursi pengantin.

Liron Kembar Manyang sendiri memiliki makna, menyatukan cipta dan karsa untuk bersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan.

Gantal

Gantal adalah daun sirih yang digulung kecil, diikat dengan benang putih, dibawa oleh masing-masing untuk saling dilempar. Abah K bengong saat diberi Gantal, wkwkwk, aku memberitahunya sambil menahan tawa. :p Maknanya, agar segala godaan, termasuk godaan masa lalu dan segala yang bertebaran di kiri kanan, hilang, saling dilempar.

Ngidak Endhog

Ngidak Endhog, artinya menginjak telur. Pengantin laki-laki menginjak telur yang telah disiapkan oleh perias manten hingga pecah, menyimbolkan seksual kedua penganten sudah pecah pamornya. Seolah-olah bilang, wus halal, sumangga.~ eh.

Pengantin Putri Mencuci Kaki Pengantin Putra dengan Air Bunga Setaman

Setelah pengantin putra menginjak telur, pengantin putri mencuci kaki pengantin putra dengan air setaman. Perlambang doa, semoga benih yang diturunkan bersih dari segala hal yang buruk.

Sindur

Sindur atau Isin Mundur, dilambangkan dengan kedua pengantin disikep dan diarak ayah pengantin putri menggunakan kain berwarna merah menuju ke pelaminan. Aku kurang tahu apa makna kain merah yang digunakan oleh ayah pengantin ini. Sindur sendiri berarti isin mundur, malu untuk mundur kembali, kedua pengantin siap menghadapi segala tantangan ke depan. Sikepan juga menyimpan doa untuk kedua pengantin, semoga seerat sikepan hubungan keduanya.

Oh iya, masih ada dua prosesi sebelum prosesi sindur yang kini jarang dilaksanakan, yakni minum air degan dan dikepyok dengan bunga warna-warni.

 

Cukup banyak ya, itu baru di upacara panggih, belum di upacara saat sudah di pelaminan, loh. Hahaha, stay tuned ya, Gengs, aku akan menuliskan secara bertahap untukmu.

 

Tahukah Kamu Arti ketis?

ke·tis v, me·nge·tis v menyentil supaya melesat atau terlempar: ia ~ ulat yang menempel pada bajunya
DMCA.com Protection Status
Kata Kunci
Selengkapnya...

Widi Utami

Deaf Blogger, Emak K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close