Uncategorized

Supaya Aksi 712 Timnas Lebih Kemripik |

Meski sama-sama tahu yang barusan menggantikan Andik Vermansah adalah Zulham Zamrun, tetap saja kita membiarkan suara komentator pertandingan memenuhi ruang keluarga kita. “Zulham menggantikan Andik, Bung. Daaan… sayang sekali, pemirsa, sentuhan pertama Zulham Zamrun adalah pelanggaran.” Tak ada tombol mute yang dipencet demi membungkam suara televisi. Tak ada pula telinga yang disumpal bulatan kapas berdiameter… Continue reading Supaya Aksi 712 Timnas Lebih Kemripik |

Uncategorized

Kenapa SPBU Lebih Ramai Ketimbang Masjid? |

Semenjak saya lumayan sering bepergian, terutama naik motor, saya baru ngeh ketika ingin berhenti untuk melakukan istirahat dan ibadah formal—lima waktu yang rutin dan memberatkan itu–tanpa aba-aba langsung menuju SPBU. Apa sih itu SPBU? Menurut berbagai ulama ahli fiqh, SPBU adalah semacam “masjid”– diambil dari isim makan yang artinya “tempat sujud” –yang menyediakan fasilitas seperti… Continue reading Kenapa SPBU Lebih Ramai Ketimbang Masjid? |

Uncategorized

Indonesia Lebih Butuh Program Ex Amnesty daripada Tax Amnesty |

Saat negeri nan indah permai ini sedang heboh perihal pengampunan pajak alias tax amnesty, saya memilih untuk melakukan aktivitas yang nantinya membutuhkan pengampunan dari istri: makan durian. Enaknya durian campur ketan di seberang Rutan Salemba—tempat Anwar kabur dengan bahagia—sungguh menggoyahkan iman, bahkan meski konsekuensinya adalah tidak dicium oleh istri untuk satu malam. Makan durian disertai… Continue reading Indonesia Lebih Butuh Program Ex Amnesty daripada Tax Amnesty |

Uncategorized

Menghormati Vagina Lebih Penting dari Latihan Bela Diri, Ibu Megawati! |

Pada Kamis (12/5/2016), Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri, menghadiri diskusi bertajuk Indonesia Melawan Kekerasan Seksual di Roemah Kuliner Kompleks Metropole Megaria Jakarta Pusat. Sebagaimana dikutip dari banyak surat kabar, Bu Mega bicara, “Saya gemas jika melihat wanita yang lembek. Namun bukan berarti tidak dandan dan kelaki-lakian, bukan seperti itu. Saya ingin yang bisa membela diri,… Continue reading Menghormati Vagina Lebih Penting dari Latihan Bela Diri, Ibu Megawati! |

Uncategorized

Perut yang Lapar Lebih Berbahaya daripada Kebangkitan Komunisme |

Apa yang lebih buruk dari negara yang represif? Negara yang gemar melakukan propaganda absurd, dan hingga titik tertentu, hal tersebut menghina akal sehat manusia. Ya, kita tengah membicarakan Indonesia hari ini dan paranoia berlebih terhadap kebangkitan PKI/Komunisme. Mari kita mulai dengan berita sensasional yang dilansir dari laman Facebook Humas Polda Metro Jaya, pada Minggu (08/05/2016).… Continue reading Perut yang Lapar Lebih Berbahaya daripada Kebangkitan Komunisme |

Uncategorized

Karena Nasib Suku Anak Dalam Tidak Lebih Penting dari Foto Jokowi |

Kritik di media sosial terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang hendak merumahkan suku Anak Dalam atau Orang Rimba—agar meninggalkan hidup nomaden—sampai beberapa hari masih enak diikuti. Tapi, sejak kemarin, diskusi virtual ini dirusak oleh gelombang netizen yang lebih ribut mempersoalkan foto Presiden dengan tuduhan melakukan rekayasa untuk pencitraan. Perdebatan sontak bergeser: dari keprihatinan tentang minimnya pemahaman… Continue reading Karena Nasib Suku Anak Dalam Tidak Lebih Penting dari Foto Jokowi |