Senin , 25 September 2017
Home » Tag Archives: Nusagadolesen

Tag Archives: Nusagadolesen

Supaya Aksi 712 Timnas Lebih Kemripik |

Meski sama-sama tahu yang barusan menggantikan Andik Vermansah adalah Zulham Zamrun, tetap saja kita membiarkan suara komentator pertandingan memenuhi ruang keluarga kita. “Zulham menggantikan Andik, Bung. Daaan… sayang sekali, pemirsa, sentuhan pertama Zulham Zamrun adalah pelanggaran.” Tak ada tombol mute yang dipencet demi membungkam suara televisi. Tak ada pula telinga yang disumpal bulatan kapas berdiameter tiga senti. Yak, ganjil rasanya …

Read More »

Kenapa SPBU Lebih Ramai Ketimbang Masjid? |

Semenjak saya lumayan sering bepergian, terutama naik motor, saya baru ngeh ketika ingin berhenti untuk melakukan istirahat dan ibadah formal—lima waktu yang rutin dan memberatkan itu–tanpa aba-aba langsung menuju SPBU. Apa sih itu SPBU? Menurut berbagai ulama ahli fiqh, SPBU adalah semacam “masjid”– diambil dari isim makan yang artinya “tempat sujud” –yang menyediakan fasilitas seperti pengisian bahan bakar minyak dan …

Read More »

Indonesia Lebih Butuh Program Ex Amnesty daripada Tax Amnesty |

Saat negeri nan indah permai ini sedang heboh perihal pengampunan pajak alias tax amnesty, saya memilih untuk melakukan aktivitas yang nantinya membutuhkan pengampunan dari istri: makan durian. Enaknya durian campur ketan di seberang Rutan Salemba—tempat Anwar kabur dengan bahagia—sungguh menggoyahkan iman, bahkan meski konsekuensinya adalah tidak dicium oleh istri untuk satu malam. Makan durian disertai aktivitas ngobrol ringan bersama teman …

Read More »

Menghormati Vagina Lebih Penting dari Latihan Bela Diri, Ibu Megawati! |

Pada Kamis (12/5/2016), Presiden Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri, menghadiri diskusi bertajuk Indonesia Melawan Kekerasan Seksual di Roemah Kuliner Kompleks Metropole Megaria Jakarta Pusat. Sebagaimana dikutip dari banyak surat kabar, Bu Mega bicara, “Saya gemas jika melihat wanita yang lembek. Namun bukan berarti tidak dandan dan kelaki-lakian, bukan seperti itu. Saya ingin yang bisa membela diri, sehingga terhindar dari kekerasan seksual.” …

Read More »

Perut yang Lapar Lebih Berbahaya daripada Kebangkitan Komunisme |

Apa yang lebih buruk dari negara yang represif? Negara yang gemar melakukan propaganda absurd, dan hingga titik tertentu, hal tersebut menghina akal sehat manusia. Ya, kita tengah membicarakan Indonesia hari ini dan paranoia berlebih terhadap kebangkitan PKI/Komunisme. Mari kita mulai dengan berita sensasional yang dilansir dari laman Facebook Humas Polda Metro Jaya, pada Minggu (08/05/2016). Disebutkan dalam berita itu, Polda …

Read More »

Karena Nasib Suku Anak Dalam Tidak Lebih Penting dari Foto Jokowi |

Kritik di media sosial terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang hendak merumahkan suku Anak Dalam atau Orang Rimba—agar meninggalkan hidup nomaden—sampai beberapa hari masih enak diikuti. Tapi, sejak kemarin, diskusi virtual ini dirusak oleh gelombang netizen yang lebih ribut mempersoalkan foto Presiden dengan tuduhan melakukan rekayasa untuk pencitraan. Perdebatan sontak bergeser: dari keprihatinan tentang minimnya pemahaman antropologis dalam konsep pembangunan Indonesia, …

Read More »

Ayolah Aktivis Antirokok, Kalian Pasti Bisa Lebih Baik Lagi… |

Pro dan kontra serta-merta mengikuti setelah Pak Ryamizard Ryacudu mengumumkan prohram Bela Negara, Mojok sendiri merilis setidaknya tiga tulisan tentang itu: tulisan Andre, Cak Rusdi, dan Mas Yandri. Baiknya Anda baca dulu ketiga tulisan tersebut sebelum melanjutkan membaca pandangan saya berikut ini. Saya pribadi ndak akan menitikberatkan pembahasan pada Bela Negara, saya justru akan berbicara soal rokok. Memang apa sih hubungannya Bela …

Read More »

Daripada Pesta Bikini, Lebih Baik Sowan ke Bang Ipul dan Bang Nassar |

SPLASH AFTER CLASS: Good Bye UN Pool Party, itulah tajuk pesta kelulusan berkonsep pesta bikini yang akan diselenggarakan oleh Divine Production. Rencana pesta itu kini sedang trending di jagad media sosial, dihujat hangat oleh khalayak. Berbagai media online ikut heboh. Saya pun gatal untuk turut berkomentar lebih jauh. Sebenarnya, tak ada yang istimewa dengan sebuah pesta selepas Ujian Nasional atau setelah kelulusan. …

Read More »

Nafsu Berdebat Lebih Berbahaya daripada Nafsu Makan dan Nafsu Syahwat |

Setelah menjalani empat hari puasa, semoga semuanya dingin kembali. Segala jenis keributan sebagai ritual rutin penyambutan Ramadan pelan-pelan terlupakan, tak lagi disundul-sundul. Sewajarnya begitu, kan? Ketika puasa sudah dijalani dengan sepenuh hati, kita tentu nggak akan cukup selo untuk meributkan orang yang memajang makanan, untuk merewelkan warung yang tetap buka seharian, untuk mencereweti pedagang yang tetap berikhtiar mengais rezeki dengan …

Read More »