Senin , 25 September 2017
Home » Tag Archives: Kode Snippet Wordpress

Tag Archives: Kode Snippet Wordpress

Menulis Code Snippet di WordPress Tanpa Plugin

Mengijinkan Fabric untuk menambahkan beberapa baris kode ke dalam project kita

Code Snippet adalah potongan atau keseluruhan baris kode dalam dunia pemrograman. Secara umum, hampir setiap karakter yang ada bisa ditampilkan di dalam suatu artikel. Hanya saja terkadang untuk membuat tampilan yang menarik membutuhkan usaha yang tak sedikit. Selain harus menata tata letaknya yang rapi, kita juga perlu memberi warna pada masing-masing fungsi, argumen, variabel, statement, atau lainnya. Sebagai seorang programmer …

Read More »

Kenapa Tak Perlu-perlu Amat Punya Pacar atau Jadi Anak Persma |

Menjawab tulisan dari Mbak Indri di Pekan Penulis Perempuan Mojok, saya selaku mahasiswi yang gak rajin-rajin amat jadi anggota di sebuah lembaga kemahasiswaan—dalam hal ini Persma—menyatakan, bahwa kadar kemerdekaan seluruh mahasiswa jomblo, tak melulu ditentukan dengan punya pacar atau nikah sama Anak Persma. Hidup adalah pilihan, mungkin Mbak Indri sudah merasakan kebahagian memiliki pacar Anak Persma, tapi saya? Hah, tentu …

Read More »

Agar Jokowi Tidak Jadi Daki Sejarah |

  Pak Jokowi, Sudah terima undangan nonton bareng Senyap belum Pak? Kalau nggak mau ikut nobar juga nggak apa-apa. Tonton sendiri saja di istana, ajak anak-anak buah Bapak yang katrok itu, sambil diingat-ingat kalau Bapak pernah bikin janji ketika kampanye untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan di masa lalu. Mumpung belum jauh dari hari HAM. Oh iya, Bapak masih suka sama puisi-puisinya …

Read More »

Tuhan yang Jadi Lelucon |

Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur meminta Tuhan ganti nama. Barangkali jika teks ini berdiri sendiri, tanpa ada penjelasan, bahkan umat yang paling sabar pun akan muntab marah. Tapi kita tahu, MUI Jatim tidak meminta kita mengganti nama Tuhan sebagai entitas akbar, namun Tuhan yang manusia. Menarik bagaimana seseorang bisa bersikap bijak ketika ia memahami sebuah perkara dengan utuh, lain persoalan ketika seseorang …

Read More »

Jadi Pahlawan ala Ahok |

Hari-hari belakangan ini, dinding facebook saya dipenuhi dengan ajakan menandatangani sebuah petisi daring mendukung Koh Ahok supaya tetap menjabat Gubernur DKI—menjadi RI-3, kata Ahok—, dan melawan persekongkolan anggota DPRD Jakarta yang menyelipkan anggaran siluman sebesar 12,1 triliun dalam APBD mereka. Saya bukan tidak mau membela Ahok, tapi perseteruan antara anggota DPRD ibukota dengan gubernurnya itu sejatinya masih tidak jelas, membingungkan …

Read More »

Kiat Tokcer Agar Obrolan Dengan Telemarketer Jadi Asyik |

Selain katanya ada unsur riba, risiko lain akibat berhubungan dengan bank adalah menjadi target para telemarketer. Para pemasar produk yang menggunakan media telepon. Keresahan atas ulah para telemarketer rupanya menimpa banyak orang. Keluh kesah tumpah di sejumlah postingan. Banyak yang tak tahan dengan omongan panjang mereka. Dan lebih banyak lagi yang tidak kuat dengan kegigihan yang ditampilkan oleh para telemarketer. …

Read More »

Filosofi Santri Agar Tak Mudah Jadi Pembenci |

Sejak Pilpres 2014 hingga hari ini, orang Indonesia, terutama yang ber-KTP Facebook dan Twitter, sepertinya telah terkutub menjadi dua kelompok: pembenci dan pemuja. Isu apa saja bisa menggiring orang saling bermusuhan karena alasan kebencian. Tampaknya permusuhan warga ini akan masih berlanjut hingga tahun-tahun ke depan, setidaknya yang paling dekat hingga Pilkada DKI 2017. Permusuhan ini tampaknya akan makin memanas mengingat …

Read More »

Betapa Tidak Enaknya Jadi Mahasiswa Sastra Indonesia |

Meski lulus relatif cepat, sekuat yang bisa saya ingat, dulu saya jelas bukan jenis mahasiswa (Sastra, lebih-lebih UGM) yang cukup baik, apalagi membanggakan. Kumuh dan pemalas di awal-awal masa kuliah, lebih kumuh dan lebih pemalas lagi di akhir-akhir masa kuliah; tidak punya banyak teman di kampus, lebih sedikit lagi teman di luar kampus; tidak dikenal dosen dan tidak senang (atau …

Read More »

Jadi, Apakah Sekarang Tempo Sudah Pro-Rokok? |

Sebagai pembaca Tempo sejak zaman kuliah dan nguli tinta selama tiga tahun (2011-2014), saya kaget luar biasa ketika melihat iklan cover edisi khusus “Memperingati Kemerdekaan” yang menyorot kiprah Chairil Anwar. Sang penyair ditampilkan dengan menghisap rokok. Wah, apakah Tempo telah mengubah kebijakan redaksinya? Saya carep Tempo generasi Velbak, Jakarta Selatan. Sepanjang yang saya tahu, kebijakan redaksi selama ini memang lebih …

Read More »

Jadi yang Ngehek itu Nikita Mirzani atau Otak Mesum Kita? |

Prostitusi artis terbongkar. Publik heboh lagi. Padahal sebenarnya prostitusi artis itu bukan barang baru. Sudah jadi modus klasik. Artis dadakan naik, laris jadi model, bintang iklan dan sinetron, gampang banget dapat duit. Gaya hidup men-jetset, icip-icip narkoba, shoppang-shopping. Lalu tiba-tiba langit berubah warna. Meredup cepat. Orderan merosot tajam, karena si artis ditendang oleh industri hiburan yang memang kejam itu, diganti …

Read More »