Nusagates Notes

Belajar Romantis di Tengah Segala Keterbatasan

Rencana menikah yang beberapa kali gagal membuat angan itu melemah. Impian menikah di saat masih berstatus mahasiswa kian memudar seiring berjalannya waktu menapaki kegagalan demi kegagalan. Upaya terakhir itu sebnarnya telah membuatku merasa putus asa dan mengurungkan niat. Masa-masa tragis penuh kekecewaan membuatku kehilangan sisi romantis yang pernah kupelajari dari para [kamus kata="pujangga"] cinta. Aku… Continue reading Belajar Romantis di Tengah Segala Keterbatasan

Uncategorized

Curhat Mamah untuk Pemerintah |

Pagi ini saya mulai dengan baik-baik saja. Belanja ke tukang sayur, rupanya cabe masih mahal. Ah, gapapa. Beli ayam, ya naik sedikit. Ah, gapapa. Pulang ke rumah bikin sarapan dan kopi buat suami, suami kok gantengnya nggak naik. Ah, gapapa. Kemudian buka handphone dan mendapati berita dari sebuah koran lokal bahwa per Maret nanti elpiji 3 kilogram harganya… Continue reading Curhat Mamah untuk Pemerintah |

Uncategorized

Peristiwa-Peristiwa di Tahun 2016 yang Senantiasa Memberi Alasan untuk Tertawa |

Rasanya semua akan setuju, bahwa 2016 adalah tahun yang berat. Ini tahun yang melelahkan. Sidang Jessica yang memuakkan, kecelakaan pesawat, WNI disandera, gempa Aceh, sampai matinya Boy Wirawan si Anak Jalanan. Bagi segenap insan musik, tahun 2016 juga dianggap sebagai tahun-tahun yang berat. Banyak deretan musisi top yang meninggal di tahun 2016, sebut saja Eddy… Continue reading Peristiwa-Peristiwa di Tahun 2016 yang Senantiasa Memberi Alasan untuk Tertawa |

Uncategorized

Permintaan Klarifikasi untuk Santa Claus |

Yang terhormat Bapak Santadi kutub Bagaimana kabarnya, Pak? Kutub masih dingin? Ah, saya yakin kok hati para jomblo di Indonesia jauh lebih dingin. Tenang saja. Janggut masih putih, Pak? Halah, Anda ini bagaimana. Ariel saja rambutnya sudah tidak memutih lagi. Masak kalah sama Ariel? Sebelumnya, mohon untuk diketahui bersama bahwa surat saya ini berbeda dengan… Continue reading Permintaan Klarifikasi untuk Santa Claus |

Uncategorized

Selamat Hari Ibu untuk Ibu yang Tidak Romantis Blas |

Ibu mungkin orang yang paling nggak merasa lucu dengan permainan “om telolet om”. Anak-anak yang berdiri di pinggir jalan raya, jalur antarprovinsi pula, mata yang kerap tidak fokus karena lebih sering memperhatikan ponsel: pemandangan anak-anak yang minta tolelot—bunyi yang benar menurut klarifikasi perusahaan bus Efisiensi, pelopor klakson ini—adalah pemandangan yang bikin ibu khawatir bukan kepalang.… Continue reading Selamat Hari Ibu untuk Ibu yang Tidak Romantis Blas |

Uncategorized

Singkong Rebus untuk PNS |

Saya sungguh kecewa dengan kerja menteri-menteri Jokowi, terutama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi, yang mengeluarkan instruksi melalui Surat Edaran Nomor 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana bagi para aparatur negara. Bagi saya ini adalah kebijakan yang kurang ajar. Pemerintahan Joko Widodo yang menggembar-gemborkan program penghematan, kok PNS yang jadi korban?… Continue reading Singkong Rebus untuk PNS |

Uncategorized

Cerita untuk Aron Ashab |

 Ehm, sejujurnya, saya tidak kenal sama sampeyan karena saya nggak pernah lagi nonton sinetron sejak era Bawang Merah Bawang Putih. Nia Ramadhani saja masih sekolah waktu itu, pun Revalina agaknya belum kenal Ringgo. Agnes Monica belum kekar karena masih bergelut dengan pernikahan dini. Saya beneran baru tahu sampeyan dari keramaian netizen di linimasa perihal kalimat… Continue reading Cerita untuk Aron Ashab |