Senin , 25 September 2017
Home » Tag Archives: Benedict Anderson

Tag Archives: Benedict Anderson

Bule; Kata Rasis Sejak Tahun 1960

Kata bule bukanlah kata baru di dalam terminologi bahasa Indonesia. Kata ini sering digunakan untuk memanggil orang berkulit putih atau turis yang berasal dari luar negeri. Bahkan! Presiden Joko Widodo pun menggunakan kata bule ketika menyampaikan keinginannya mengangkat beberapa orang luar negeri untuk memimpin BUMN dalam forum resmi pada awal Januari lalu.  Asal-usul Kata Bule Kata bule menurut beberapa sumber …

Read More »

Dari Jengkol Satu ke Jengkol yang Lain |

Gara-gara postingan Agus Mulyadi soal jengkol saya jadi baper kepingin nulis soal pengalaman saya dengan bahan makanan eksotis itu. O ya, di kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada segenap kru Mojok yang telah memuat tulisan pertama saya beberapa purnama lalu. Tenan, Mas, saya terharu sampai ceguken. Tenang, di tulisan kali ini saya tidak akan menyinggung soal selingkuhan. Saya …

Read More »

Tinggalkan Twitter, Hijrahlah ke Facebook |

Dulu kala, selama dua atau tiga tahun, saya seorang pencandu Twiter. Saya punya akun dengan follower terakhir cuma 1200. Tapi selain akun resmi itu, ada beberapa akun rahasia lain yang saya pegang. Tenang saja, bukan akun Jokowi atau Fahri Hamzah atau apa. Cuma akun-akun iseng, tapi cukup kriuk buat amunisi sepak kiri sepak kanan haha. Dengan kehidupan saya yang berkutat …

Read More »

Belum Pernah ke Malang? Kasihan.. |

Pada keseringan ke Yogyakarta sama Jakarta sih ya? Paling-paling kalau mau agak kvlt (baca: jauhan) ke Bekasi. Eh, tapi sekarang banyak sekali anak Jakarta yang kuliah di Malang. Terakhir saya cek, 8 dari 10 anak yang saya temui di kampus fasih ngomong “lu-gua”. Padahal, kalau dilihat-lihat wajahnya Lamongan. Wajah soto ayam: berminyak, agak kuning, dan kental koya. Saya ragu juga …

Read More »

Catatan Mualaf Mudik Ke Jerman |

Bagiku, perjalanan mudik tahunan dari Indonesia ke Jerman selalu membawa renungan dan pengalaman menarik. Siapa diriku? Bule Eropa yang sudah sekian tahun hidup di Indonesia? Sehibrid apa identitasku? Di mana posisiku? Semua itu menjadi begitu akut dan konkret di tengah perjalanan. Sejak menjadi Muslim, dan lebih-lebih sejak berjilbab, pengalamanku semakin unik. Perjalanan mudikku menjadi agak rumit. Demi menghormati ibundaku yang …

Read More »

Bu Risma Tak Akan ke Jakarta |

Kalau ada tokoh yang paling dikhawatirkan maju sebagai Cagub DKI Jakarta oleh Pak Ahok dan timsesnya saat ini, orang itu adalah Bu Risma. Apa pasal? Pertama, semua hal yang dianggap sebagai sisi positif Pak Ahok juga dimiliki oleh Bu Risma. Pak Ahok dianggap pemimpin yang tegas. Bu Risma juga. Pak Ahok dinilai karena kecepatan kerjanya. Bu Risma juga. Pak Ahok …

Read More »

Bapak Saya Kristen tapi Tak Pernah Pernah Pergi ke Gereja |

Sejak naskah saya terbit di mojok, iya, naskah yang ada cempreng-cempreng asunya itu, saya bingung harus nulis tentang apalagi supaya aura asu saya hilang. Sekarang, orang kalau nyapa saya jadi, “Eh, mbak Novi yang jadi selingkuhan sebaik-baiknya itu, ya?” “Hahaha naskahmu ngguatheli, dek! Aku yo tau ngono!” “Aku kok pingin kenalan sama asumu ya, Nov.” Jingan kabeh ! Oke. Sebagai …

Read More »

Transkrip Yang Mulia Minta ke Toilet |

Yang Mulia, saya bicara di sini untuk menyampaikan satu persoalan besar. Ini tentang pohon-pohon yang ditanam tiga puluh satu tahun lalu. Mohon tidak senyum-senyum dulu, Yang Mulia, ini kami serius. Begini, Yang Mulia. Penduduk di dua desa, (… dan …), sekarang sangat susah karena kekurangan air. Mereka menderita karena pohon-pohon yang ditanam pemerintahan dulu. Pasti Yang Mulia tahu program reboisasi. …

Read More »

Daripada Pesta Bikini, Lebih Baik Sowan ke Bang Ipul dan Bang Nassar |

SPLASH AFTER CLASS: Good Bye UN Pool Party, itulah tajuk pesta kelulusan berkonsep pesta bikini yang akan diselenggarakan oleh Divine Production. Rencana pesta itu kini sedang trending di jagad media sosial, dihujat hangat oleh khalayak. Berbagai media online ikut heboh. Saya pun gatal untuk turut berkomentar lebih jauh. Sebenarnya, tak ada yang istimewa dengan sebuah pesta selepas Ujian Nasional atau setelah kelulusan. …

Read More »

Aku Berjihad ke Tolikara Maka Aku Telo |

Di tangan chef manapun, dalam bentuk olah apapun, telo (singkong) selalu memberikan dua kesan: empuk di mulut dan seret di tenggorokan. Begitu pula jihad. Di tangan ustadz manapun, di kasus apa pun, ia senantiasa memberikan dua rasa impresif: lanyah di mulut dan seret di keberangkatan. Jihad empuk banget untuk diserukan lantaran pahalanya surga (plus 70 bidadari yang selalu perawan), tetapi …

Read More »