Nusagatizen

Tentang Deklarasi Anti Syiah

Ada saja ulah orang-orang yang membuat gerakan Anti Syiah dan semacamnya. Deklarasi anti Syiah dilakukan beberapa hari yang lalu di Cirebon. Namun, Massa dari Banser berusaha menggagalkan acara tersebut.
Banser Menentang Deklarasi Anti Syiah | Sumber: Jurnalislam.com
Deklasrasi anti a, anti b, anti c hanya akan menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslimin/Muslimat yang semakin hari perbedaan sudut pandang, ideologi, atau pun kepentingan tak dapat lagi dihindari. Misalnya, jika deklarasi semacam ini dibiarkan, suatu saat mungkin juga ada deklarasi anti Nahdlotul Ulama (NU), deklarasi anti Muhammadiyah, deklarasi anti Wahabi, deklarasi anti MTA, dan deklarasi anti-anti lainnya. Hal ini tentunya menambah parah perpecahan umat Islam nasional.
Banyak Individu/golongan yang bersuara keras mengajak persatuan umat Islam dalam suatu naungan Khilafah. Mereka menghimbau kepada pihak-pihak lain atau golongan lain untuk tidak saling egois merasa paling benar kemudian mendukung konsep khilafah yang dibawanya. Namun, mereka sepertinya lupa bahwa ajakan untuk mendukung konsepnya itu juga bernuansa egois. Terbukti dengan banyak menuduh sesat, kafir, ahli bid’ah dan lain sebagainya terhadap kelompok/golongan yang tidak bersedia mendukung konsepnya.
Umat Islam terasa lebih semangat mengurusi hal-hal yang kasat mata. Seperti memerangi orang-orang yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam (meskipun tidak mengancam), mencari-cari kesalahan kelompok/golongan lain untuk membuktikan bahwa golongannya lah yang benar, dan lain sebagainya. Namun, di sisi lain banyak yang lupa bahwa mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan batiniah juga penting. Yaitu melawan kebencian.
Daripada berteriak-teriak menyalahkan golongan lain, doakanlah mereka yang dianggap sesat, kafir, atau ahlu bid’ah itu. Doa lebih bagus daripada amal yang dilakukan tanpa kebijaksanaan. Wallahu a’lam
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammad. Wa ala alihi waashabihi ajma’in.

Penulis
Ahmad Budairi

Tahukah Kamu Arti tentu?

ten·tu 1 a pasti; tidak berubah lagi: -- ia dapat menepati janjinya; 2 a terang; positif; tegas: kabar kematian suaminya masih belum --; 3 adv niscaya; mesti; tidak boleh tidak: minumlah obat ini, -- penyakitmu cepat sembuh;

ber·ten·tu v sudah pasti; sudah tetap; mempunyai kepastian: jika segalanya sudah ~ , tinggal melaksanakannya saja;

ber·ten·tu-ten·tu adv jelas-jelas; terang-terang; nyata-nyata: kalau berjanji hendaknya ~;

me·nen·tu v teratur; menjadi rapi; menjadi pasti: setiap tujuan usaha harus ~ agar segalanya dapat berjalan dengan baik;

me·nen·tui v 1 memeriksa; mengusut; menyelidiki: jangan tergesa-tesa mengambil tindakan sebelum ~ perkaranya; 2 mencari tahu (tentang sesuatu); menanyakan (tentang suatu hal): dia datang mau ~ tentang diterima tidaknya lamaran keluarganya; 3 (datang, pergi untuk) menengok atau mengetahui: ~ padi di sawah; 4 menyelesaikan (tentang utang piutang); menjelaskan;

me·nen·tu·kan v 1 membuat menjadi tentu (pasti); menetapkan; memastikan: pemerintah yang akan ~ keputusannya; 2 memutuskan; memberi ketentuan: hakim akan ~ vonisnya minggu depan; 3 memberi batasan (definisi): ahli kamus harus dapat ~ makna suatu kata; 4 memastikan; mengharuskan; mewajibkan: pengurus ~ setiap anggotanya membayar iuran setiap bulan;

ter·ten·tu a 1 sudah tentu; sudah pasti (jelas, terang, dan sebagainya): setiap pegawai mempunyai tugas ~ yang harus dikerjakannya; 2 tetap: pada waktu-waktu ~ ia akan lewat di sini; 3 sudah dapat dipastikan atau ditentukan (terhadap sesuatu yang tidak perlu disebutkan identitasnya): ada organisasi ~ yang menyokong gerakan di bawah tanah itu;

pe·nen·tu n orang (sesuatu) yang menentukan: guru merupakan faktor ~ dalam mencapai tujuan pendidikan;

pe·nen·tu·an n proses, cara, perbuatan menentukan; penetapan; pembatasan (arti dan sebagainya): pelaksanaan ~ jumlah anggaran proyek itu diserahkan kepada pemerintah;~ nasib sendiri hak suatu bangsa dalam menentukan sikap apakah akan merdeka lepas dari ikatan dengan negara mana pun atau sebaliknya; ~ seks cara menentukan jenis kelamin;

ke·ten·tu·an n 1 sesuatu yang sudah tentu atau yang telah ditentukan; ketetapan: setelah ujian, kini kita tinggal menantikan ~ nasib saja; ~ yang lama masih tetap berlaku;

2kepastian: dengan adanya ~ itu setiap pegawai boleh melakukan kerja tambahan;~ hukum kesadaran hukum yang cukup tinggi yang dimiliki oleh warga masyarakat yang tercermin pada cepat tercapainya kepastian hukum;

ber·ke·ten·tu·an v mempunyai kepastian; berkepastian: masa depannya tidak ~
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close