Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang

Pantai Kondang Merak merupakan salah satu pantai yang ada di kabupaten Malang, tepatnya di desa Sumberbening kecamatan Bantur. Terletak di sebelah selatan kabupaten malang, pantai ini berpapasan langsung dengan samudera hindia. Pantai ini sejalur dengan pantai balekambang, jembatan panjang, banyu meneng, selo dan soge. Nama pantai kondang merak berasal dari kata kondang yang artinya muara (tempat bertemunya air tawar dan air asin) dan merak yang menunjukkan bahwa dahulu sebagai habitat burung merak. Karakteristik ombak di pantai kondang merak tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pantai lain karena lokasi pantainya yang menjorok ke daratan. Selain itu, terumbu karang di pantai kondang merak juga berperan besar dalam menghambat laju ombak di sana. Kawasan pantai kondang merak juga merupakan kawasan yang dipenuhi habitat seagrass (Lamun) dan menjadi salah satu pantai dengan ekosistem pantai yang baik karena habitatnya yang masih terjaga.

Pantai Kondang Merak, Malang

Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 1
Plakat penanda masuk kawasan kondang merak

Akses pantai kondang merak masih berupa jalan berbatu atau makadam. Penduduk yang bermukim di kawasan pantai kondang merak juga hidup terpisah jauh dari pemukiman desa sumberbening. Karena lokasinya yang terpisah ini, penduduk di pantai kondang merak tidak memperoleh aliran listrik dari PLN. Para penduduk mengandalkan diesel sebagai sumber aliran listrik pada malam hari. Jaringan telepon juga belum ada, namun sinyal telepon seluler dari beberapa provider masih bisa tertangkap karena adanya tower pemancar di daerah pantai balekambang.

Penduduk kawasan kondang merak, 70%nya bekerja sebagai nelayan dan 30%nya bekerja di kawasan wisata pantai kondang merak. Penduduk kawasan pantai wisata kondang merak menawarkan berbagai sajian seafood dari hasil tangkapan nelayan. Menu makanan yang paling banyak digemari adalah sate gurita. Sate gurita ini dijual dalam keadaan sangat fresh alias masih hidup dan dibakar lalu diberi sambal. Menu lain yang digemari adalah sate tuna, ikan tuna bakar, ikan tongkol bakar, dan berbagai olahan seafood yang masih segar.

Tradisi Suroan di Pantai Kondang Merak Malang

Hasil laut yang melimpah sangat disyukuri oleh para penduduk. Seperti halnya masyarakat jawa secara umum yang masih melestarikan budaya sedekah bumi. Penduduk kawasan pantai kondang merak juga masih melestarikan budaya tersebut, namun dengan sebutan berbeda. Sebutan untuk budaya ini adalah Suroan. Sedekah bumi ini dilakukan pada tanggal 1 suro atau 1 muharram di kalender hijriah.

Tradisi Suroan ini diawali dengan memasak bersama nasi tumpeng dan membuat tumpeng berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran. Tumpeng-tumpeng yang sudah dihias dimasukkan ke dalam keranjang raksasa yang telah dihias. Dalam keranjang itu, terdapat satu keranjang yang akan menjadi keranjang utama. Keranjang utama tersebut diisi dengan kepala kambing dan dibalut dengan kain atau kresek berwarna putih, nasi tumpeng, hasil bumi, dan olahan daging kambing.

Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 2
Isi keranjang utama
 

Setelah itu, keranjang diarak keliling kawasan kondang merak dengan diiringi oleh kuncen (orang yang dihormati) serta beberapa penduduk yang terpilih sesuai dengan perhitungan weton jawa tertentu. Setelah diarak, keranjang-keranjang berisi sedekah bumi tersebut dikumpulkan pada satu lokasi didekat pantai untuk didoakan sesuai kepercayaan penduduk kawasan kondang merak.

Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 3
Prosesi arak-arakan
Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 4
Prosesi pemberian doa oleh juru kuncen

Keranjang-keranjang tersebut selanjutnya diletakkan pada masing masing perahu untuk dilarung ke tengah laut. Perahu yang memuat keranjang utama menjadi perahu pemimpin yang selanjutnya diikuti oleh perahu-perahu lain sampai pada titik tertentu di tengah lautan. Setelah sampai pada titik tersebut, seluruh perahu mematikan mesin, lalu keranjang utama dilarung terlebih dahulu yang kemudian disusul oleh keranjang yang lain. Setelah itu, perahu melakukan arak-arakan di laut sejauh beberapa kilometer baru kembali ke daratan.

Seluruh prosesi suroan ini dilakukan secara bergotong royong, sikap khas masyarakat indonesia yang guyub dan rukun. Serta toleransi penduduk kondang merak pada pengunjung yang turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan untuk pengunjung diperbolehkan untuk ikut menaiki perahu selama masih bisa dinaiki secara aman. Akhir dari acara suroan adalah adanya pentas seni orkesan yang diadakan meriah di malam hari.

Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 5
Penduduk bergotong royong mendorong perahu ke laut
Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 6
Perjalanan menuju titik pelarungan
 
Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 7
Proses pelarungan keranjang sedekah bumi
Suroan, Tradisi Melarung Hasil Bumi Di Pantai Kondang Merak Malang 8
Proses pendaratan perahu
Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit