Nusagates Notes

Strategi Jenius Merancang Keuangan Ala Blogger Sejoli

Sebagai sepasang suami istri yang sama-sama hobi ngeblog memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola keuangan. Kami harus memperhitungkan betul rancangan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang agar dapur tetap mengepul dan hobi ngeblog tetap jalan.

Gaya hidup kami sebagai blogger bisa dibilang lumayan mahal untuk ukuran kami. Setiap minggu paling tidak melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat sampai 3 kali untuk membuat konten blog. Biaya untuk jalan-jalan ini kalau tidak direncanakan dengan jenius akan mengganggu kesehatan ekonomi keluarga. Disamping itu, biaya sewa hosting, domain, dan aneka macam kebutuhan ngeblog juga jadi ancaman keuangan jika perencaan kami meleset. Misalnya saat butuh uang untuk bayar biaya-biaya tersebut malah tidak punya uang sama sekali.

Tahapan Perancangan Keuangan

Kami menyediakan waktu khusus untuk mendiskusikan masalah keuangan yang dihadapi. Penyusunan rancangan keuangan itu paling tidak dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu penentuan skala prioritas, pemetaan pos anggaran, dan evaluasi.

Skala prioritas yang biasanya kami buat dari urutan yang paling tinggi sampai yang paling rendah dibuat berdasarkan kategori kebutuhan, beban, investasi, dana darurat, dan hobi.

Pemetaan anggaran yang kami lakukan adalah 50% pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari, 20% untuk beban seperti hutang, biaya sekolah adik, listrik, dan lain sebagainya, 15% investasi, 5 % dana darurat, 10% untuk hobi terutama untuk kebutuhan ngeblog. Prosentase anggaran yang ini adalah nilai maksimal untuk masing-masing kategori. Nilai prosentase ini bisa saja berubah-ubah dari waktu ke waktu. Jika biaya hidup dan beban bisa ditekan dalam periode anggaran tertentu biasanya kami akan memasukkan sisa anggaran yang tersedia dari pos tersebut ke dalam pos anggaran investasi dan hobi.

Pelaksanaan Rancangan Keuangan

Sumber pendapatan utama kami adalah dari gaji yang aku terima dari perusahaan swasta tempatku bekerja. Sedangkan istriku masih sibuk mengurus anak dan belum bisa fokus bekerja. Hanya saja dari aktivitas ngeblog terkadang mendapat tawaran menulis review atau content placement yang dapat digunakan sebagai tambahan sumber pendapatan.

Setiap aku mendapatkan gaji, kami menyisihkan uang antara 1,5 juta sampai 2,5 juta untuk dialokasikan ke kebutuhan sehari-hari. Alokasi anggaran ini bisa kami simpan secara tunai atau disimpan dalam bentuk tabungan Flexi Saver yang disediakan oleh Jenius, layanan fintek yang disediakan oleh bank BTPN. Sedangkan untuk pembayaran beban, biaya pendidikan adik, dll. Menyesuaikan dengan kebutuhan. Kalau biayanya melebihi 20% dari gaji maka kami akan meminjam dari pos anggaran investasi dan akan dikembalikan ketika ada pendapatan di luar gaji.

Investasi yang kami lakukan lebih cenderung ke model investasi jangka panjang seperti reksadana atau deposito. Disamping itu, pembelian buku-buku dan penunjang pendidikan anak dimasukkan pada pos anggaran ini.

Berdasarkan pengalaman kami, dana darurat sangat penting dialokasikan meskipun nilainya maksimal hanya 5%. Hal ini kami sadari setelah aku difonis mengidap GERD dan harus istirahat total selama sebulan lebih. Selama istirahat itu, kami tidak memiliki sumber pendapatan. Hal itu membuatku galau luar biasa karena mau bekerja kondisi fisik tidak memungkinkan, kalau tidak bekerja tidak punya uang untuk memenuhi kebuhan sehari-hari apalagi untuk berobat. Akhirnya kami memutuskan untuk mengalokasikan dana darurat.

Rancangan Keuangan Jangka Panjang

Selain rancangan keuangan periode satu bulan-an, kami juga memiliki rancangan keuangan untuk jangka waktu tahunan. Hal ini kami lakukan karena untuk menghindari hutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut seperti membeli sepeda motor, membeli seperangkat komputer spek tinggi, dan kebutuhan lain yang nilainya beberapa kali lipat lebih tinggi daripada gaji.

Salah satu rancangan keuangan jangka panjang yang aku buat saat ini adalah membeli sebuah PC spek tinggi dengan kisaran harga 10 sampai 15 juta. Aku membutuhkan komputer ini untuk menunjang pekerjaan akan tetapi sifatnya tidak masuk ke prioritas utama karena masih ada laptop yang dapat digunakan. Oleh sebab itu, aku menambahkan item ini ke rancangan jangka panjang.

Cara untuk mewujudkan rancangan jangka panjang agar tetap on the record yang dilakukan adalah menggunakan fasilitas Dream Saver yang disediakan oleh jenius. Fasilitas ini membuat kami tidak perlu susah-susah untuk menabung secara manual demi mewujudkan impian beli komputer baru. Sistem jenius sudah memotong saldo utama setiap periode waktu harian, mingguan, atau bulanan sejumlah nominal sesuai perhitungan yang telah dilakukannya.

Sebagai contoh aku mengalokasikan anggaran 15 juta untuk pembelian komputer pada tanggal 1 januari 2020. Sistem Jenius membantuku untuk menghitung besaran uang yang harus kusimpan ke dalam Dream Saver setiap hari yaitu sebesar Rp49.833. Uang itu akan dipotong secara otomatis dari saldo utama.

Strategi Jenius Merancang Keuangan Ala Blogger Sejoli 2

Kalian yang ingin mendapat inspirasi lebih banyak mengenai rancangan keuangan Jenius bisa mengakses cocreate.id.

Kata Kunci

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Komentar

  1. keren mas sangat menginspirasi, dulu pas saya profit dari blog saya tak memikirkan sama sekali untuk memiliki tabungan & mengalikasikan dana, dan akhirnya ketika blog saya sepi mulai bingung sendiri karna tak ada simpanan, mulai sekarang saya mencoba untuk menyisihkan income untuk jangka panjang. terimakasih mas, sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close