Nusagatrip

Serunya Mbolang ke Jogja Bersama Batita

Travelling bagi kami bukan hanya perkara tempat yang bagus dan instagramable. Travelling bagi kami adalah menikmati nikmat-Nya secara totalitas, nikmat keluarga yang membahagiakan, waktu luang, alam-Nya yang Membentang, juga rezeki yang mendukung untuk ngebolang.

Lebaran kemarin, kami memutuskan untuk mbolang ke Jogja dengan gaya backpakeran bersama si K yang usianya baru menginjak bulan ke dua puluh delapan, belum ada 2.5 tahun. Usia dimana emosinya belum stabil, ngomongnya belum begitu jelas, dan saat-saat dimana ia menguras energi sekaligus emosi orang-orang terdekat, terutama Ibunya.

Sungguh, perjalanan yang sangat menantang.

Persiapan yang Tidak Boleh Dilupakan Saat Mbolang Bareng Batita

Saat masih jomblo ria, daku bisa ngebolang dengan persiapan yang sangat minim. Yang wajib paling cuma mukena dan air putih saja, yang lain bisa mencari di perjalanan menuju lokasi wisata. Saat ke Jogja bareng seorang sohib dulu malah lebih parah, daku cuma bawa air putih dan tas ransel mini untuk ngebolang ke Jogja seharian penuh.

Lain halnya saat sudah punya anak batita, aku sampai bawa satu tas ransel, satu backpack besar tempat pakaian, dan satu totebag tempat cemilan, susu kotak dan air putih. Rinciannya bisa dibaca di list berikut ini:

  1. Pakaian bocah harus lebih banyak karena dia bakal ganti baju lebih sering. Aku dulu bawa 8 stel baju si K untuk 3 hari 2 malam di Jogja, itu pun disana masih nyuci dan beli baju satu stel lagi saat di pantai. Ya, namanya bocah, baru dimandiin dan ganti baju dah minta main pasir lagi.
  2. Diapers. Tidak boleh ketinggalan sekalipun anak sudah lulus toilet training. Jangan sekali-kali berharap pada mart-mart yang betebaran, eman banget waktu yang terbuang hanya untuk mencari toko penjual diapers. Apalagi jika anak seperti si K yang harus beli diapers merk tertentu karena kulitnya sensitif.
  3. CEMILAN DAN AIR PUTIH. Hahaha, sampai capslocknya jebol. Bocah harus dijaga benar-benar perutnya. Enggak boleh kelaparan atau kehausan sedikit pun. Aku pernah kehabisan air minum saat di Malioboro, MasyaAllah, kesel sak pol-pole buat nyari penjual air minum.
  4. Mainan favorit. Bawa tiga sampai lima mainan favorit anak. Youtube dan televisi tidak selamanya bisa mengatasi kejenuhan anak. Nuansa rumah harus dibawa kemanapun.
  5. Sepertinya cukup 4 itu, ya. Emak K agak-agak lupa dengan apa-apa yang dipersiapkan, nanti kalau ingat insyaAllah ditambah lagi. Hahaha.

Initetary Ngebolang ke Jogja Bareng Bocah

Poin utama saat ngebolang bareng bocah adalah waktu yang longgar dan istirahat yang cukup. Jangan mentang-mentang sedang di Jogja lantas semua tempat ingin dikunjungi. Iya sih, rasanya seluruh pelosok Jogja menghipnotis, tetapi kenyamanan anak adalah segalanya.

H 1, Tiba di Penginapan

Kami berangkat dari Bojonegoro saat itu. Iya, kala itu kami sedang menghabiskan lebaran di kampung halaman dan berniat ngebolang dulu ke Jogja.Perjalanan sekitar 6 jam dan menuju ke rumah sahabat abah K sekalian silaturahim.

Sampai di rumah sahabat abah K sekitar jam 3 sore. Kami langsung mandi dan istirahat. Tidak ada rencana kemana-mana, kami menghabiskan malam dengan mengobrol dan membiarkan si K istirahat sepuasnya.

H 2 Menuju Parang Tritis

Pagi pukul 8.00, setelah sarapan. Kami berangkat ke Parang Tritis dengan membawa sebagian baju, camilan, juga sedikit nasi dan sayur yang sudah kumasak.

Kami ke Terminal Giwangan dengan menggunakan Go Car. Di Terminal mencari bus kecil jurusan Parang Tritis. Jika kamu beniat ke Parang Tritis menggunakan bus kecil, masuk lewat pintu depan utama saja. Jangan lewt belakang yang dekat dengan Taman Lalu Lintas, jalannya jauh dan ternyata enggak boleh dilewati pejalan kaki. Apes.

Tarif bus 10k/ orang. Tetapi saat pulang kami ditarik 50k tanpa kembalian. Hahahaha, kurang amal mungkin, ya. Sesampainya di depan Gerbang Parang Tritis lama, kami masuk ke pantai dan menikmati suasana pantai sembari menikmati es degan. Si K asik bermain pasir yang terhampar.

Salah Satu Bus Jurusan Parang Tritis di Terminal Giwangan
Salah Satu Bus Jurusan Parang Tritis di Terminal Giwangan

Menjelang dzuhur, kami berjalan ke Penginapan. Abah K mengajak menginap ke Anoman karena lahan bermainnya cukup luas agar si K tetap bisa bermain. Anoman ini penginapan biasa dengan kipas angin, kamar mandi dalam dan kasur dobel dengan tarif 60k permalam. Lumayan.

Kami tidur siang dulu sampai ashar. Selepas ashar, kami bergegas ke pantai lagi untuk hunting makanan. Sengaja mencari kuliner di sekitar pantai. Harganya lumayan, 12k untuk seporsi ayam bakar yang lezat. Maafkan emak K yang lupa nama warung makannya.

Ashar-Maghrib, kami menikmati semuanya dengan gembira dan penuh syukur. Si K sangat menikmati bermain pasir bersama abahnya. Ibunya sibuk mengabadikan dengan hp super sederhana.

bermain ombak di parang tritis
Bermain ombak pantai di parang Tritis dengan si K

Maghrib menjelang kami pulang ke penginapan. Di perjalanan kami membeli seporsi nasi padang, seporsi besar yang enggak habis dimakan bertiga di satu-satunya warung Nasi Padang pada deretan jalan menuju ke Anoman. Sampai penginapan kami istirahat, mandi, sholat, main sebentar di halaman dan tidur.

Selow ya?

H 3 Eksplorasi Taman Pintar, Malioboro dan Benteng Vedenburg

Pagi jam 5 kami checkout dari penginapan. Sengaja keluar untuk menikmai matahari pagi. Kami hanya menikmati dari jalan saja karena menyimpan tenaga untuk ngebolang ke Malioboro.

Dengan bus kecil kami menuju ke Terminal Giwangan, kemudian berganti Trans Jogja jurusan Malioboro. Sesampainya di kawasan Malioboro, kami menyempatkan untuk sarapan soto di kaki lima, kemudian menuju ke Taman Pintar.

Permainan yang tersedia di Taman Pintar sukses membuat si K berteriak kegirangan. Sayang, si K belum bisa diajak membuat batik maupun membuat prakarya dari tanah liat. Ia hanya menikmati prosotan dan mainan anak lain yang tersedia di sana.

Setelah si K telihat lelah bermain, kami bergegas keluar Taman Pintar melalui pintu samping yang dekat dengan Kios Buku Bekas. Langsung merapat ke Benteng? Ya enggak lah, duduk dulu beli rujak. Hahaha, ya Allah sungguh ngebolang yang super santai.

Rujak di Belakang Benteng Vedenburg

Puas makan rujak, kami bergegas ke benteng Vedenburg dan Malioboro. Dua tempat yang si K enggak bisa menikmati. Gendongan melulu dan minta Ibu dan abah segera bergegas, jadi dua tempat ini tidak recomended untuk batita. Hihihi

Setelah makan di Jogja Gallery dekat alun-alun, kami bergegas pulang ke rumah sahabat abah K. Istirahat dan bersiap-siap untuk pulang ke Salatiga keesokan harinya.

Hanya tigahari empat hari tiga malam kami di Jogja. Hanya empat lokasi yang sempat kami tandangi, tetapi kami menikmati nikmat dari-Nya dengan totalitas, termasuk riak-riak kecil kala kami menghadapi tantrumnya si K, pegelnya punggung karena menggendong si K yang kami rasakan bersama.

Ke Jogja dengan Tiket Pesawat Promo

Kamu yang jauh dari Jogja, jangan sedih dengan cerita emak K. Ada banyak tiket pesawat ke Jogja yang siap menjadi jalanmu dan keluarga untuk ngebolang dan memperkuat bonding di Jogja. Apalagi di PegiPegi banyak tiket pesawat promo.

Bulan Desember, bulan dimana liburan sekolah sudah terpampang di depan mata, PegiPegi menyediakan tiket pesawat promo ke Jogja dari berbagai kota. Nih, emak K screenshoot-in kalender tiket pesawat promo Jakarta-Jogja di PegiPegi pada bulan Desember.


Tiket Pesawat Pomo Jakata-Jogja Bulan Desember

Wah, enggak tanggung-tanggung, dari tanggal 1-19 Desember 2018 full tiket pesawat promo. Yakin mau menyia-nyiakan kesempatan ini, Gengs? Yuk ah, planning menikmati waktu bersama keluarga, bersyukur atas nikmat-Nya dengan totalitas.

Tahukah Kamu Arti maskumambang?

mas·ku·mam·bang Jw n bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan kisah sedih atau keprihatinan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas empat baris, baris pertama mempunyai 12 suku kata yg berakhir dng bunyi i (12 i), kemudian berturut-turut 6 a, 8 i, dan 8 a
Kata Kunci
Selengkapnya...

Widi Utami

Deaf Blogger, Emak K.
Close