Nusagatizen

Ribuan Artikel Terindeks Google dalam Seminggu

Sitemap merupakan alat yang powerfull untuk urusan SEO atau indeksasi oleh alat pencarian (search engine). Melalui sitemap, bot suatu search engine bisa dengan mudah menjangkau situs kita karena sudah disediakan daftar url yang harus diakses tanpa harus mencari sendiri di direktori situs dengan skala global.

Para pelaku AGC seringkali mempublikasikan tangkapan layar (screenshoot) jutaan sitemap mereka yang diindeks oleh Google. “Kok bisa?”, batinku ketika melihat hal itu. Aku pun kemudian mencoba membuat beberapa eksperimen mengenai cara Google mengindeks sitemap.

Eksperimen pertama gagal. Beberapa sitemap yang berisi ratusan url tidak diindeks oleh Google selama berhari-hari. Status indeks yang ditampilkan oleh Google Webmaster atau Google Search Console ditandai dengan tulisan “pending” selama berminggu-minggu. Aku pun kembali mencari referensi mengenai cara Google mengindeks website. Kucari sebanyak-banyaknya mengenai parameter-parameter yang digunakan Google terkait indeksasi tersebut.

Eksperimen kedua, aku memisah sistem web dari WordPress. Kubuat sub direktori di situs yang kubuat dengan CMS WordPress namun, sistem utama WordPress tidak kusertakan di direktori tersebut. Aku pun menggenerate ribuan url dan kukumpulkan kedalam sitemap kemudian kusubmit ke Google Search Console. Kutunggu beberapa hari, sitemap tersebut secara perlahan terindeks. Namun masih kurang puas karena proses pengindekannya sangat lambat. Hanya beberapa url saja dalam seminggu.

Eksperimen ketiga, aku menerapkan mikrodata yang didokumentasikan pada schema.org. Pada eksperimen kali ini, kubuat sebuah index sitemap atau dengan kata lain satu sitemap yang mengindeks beberapa sitemap. Hal ini kulakukan untuk melihat percepatan indeksasi sitemap yang tergabung dalam index sitemap. Tujuannya untuk mengetahui sitemap model mana yang lebih diindeks dengan cepat oleh Google. Hasilnya tidak bisa diketahui dengan pasti karena ternyata Google mengindeks sitemap tersebut secara random. Tidak berdasarkan tanggal sitemap dibuat, disubmit, atau tipe mikrodata yang digunakan.

Berdasarkan beberapa eksperimen tersebut, satu hal yang bisa kusimpulkan adalah website yang menerapkan mikrodata dengan benar lebih diprioritaskan untuk diindeks oleh Google. Hanya saja, meskipun mikrodata yang kubuat sudah valid sesuai alat uji coba markup rich snippet yang disediakan oleh Google, ketika website tersebut dicari melalui pencarian Google, rich snippetnya tidak tampak.

Hasil eksperimen-eksperimen yang kubuat tersebut memberikan satu kepuasan tersendiri yaitu Google mau mengindeks  ribuan url yang kusubmit melalui sitemap kedalam databasenya dalam waktu sekitar seminggu. Setelah ini, aku akan submit jutaan url untuk Google. Masih menunggu waktu luang untuk merampungkan tool semi AGCnya.

Cheers
Nusagates

Tahukah Kamu Arti lembang?

lem·bang 1 a 1 lekuk (tt tanah, dahi, dsb): tanah ini -- krn tertimpa durian jatuh; 2 menjadi rendah dan dalam (spt tanah tempat air lalu); 3 lembah; tanah rendah;-- tropis Met gangguan di daerah tropis berupa pusaran angin kencang yg kecepatan maksimumnya lebih dr 34 knot (mil/jam);me·lem·bang v melekukkan (tanah dsb)
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Komentar

  1. salam kang,

    aku juga pernah nyoba yg begituan, kmren submit 50k url, tapi yang nyangkut cuma 300an,

    aku nyoba pke schema org tpi kok pas di submit neng webmaster malah tanda pentung,
    opo aku sing salah gae schema,

    klo bisa tolong dong buatin artikel lengkap gmna cara buat sitemap sesuai schema sprt yg dsarankan google.

    tolong dijelasin yo kang,
    makasih banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close