Uncategorized

Review Bukalapak: Antara Jengkel dan Sebel

Aku mengenal bukalapak sudah sekitar setahun. Waktu itu mendapat info mengenai bukalapak dari iklan. Ya dari sebuah iklan yang sangat masif ditayangkan di berbagai media.

Aku mendaftar akun bukalapak bukan untuk menjadi penjual atau seller tapi sebagai pencari kebutuhan alias pembeli. Namun, selama mendaftar jadi member bukalapak belum pernah sekali saja melakukan transaksi melalui buka lapak. Meskipun begitu, aplikasi buka lapak tidak kuhapus (uninstall) dari handphone.

Sebel ini bermula menjelang bulan ramadhan tahun ini, 2017. Bukalapak tampak sangat gencar menawarkan promo melalui email ataupun push notification. Frekuensi promo yang lumayan banyak membuatku jengkel juga akhirnya. Aku pun membuka salah satu email promo yang dikirim bukalapak. Kulihat ada link untuk berhenti berlangganan (unsubscribe) di situ. Aku segera klik link itu tapi malah tambah buat jengkel. Ternyata untuk unsubscribe harus masuk atau login ke akun bukalapak dulu. “Njelehi! Gak koyok aplikasi liane.”, batinku.

Karena tak ada pilihan dan merasa jengkel, aku pun segera login ke akun bukalapak. Eits, ketika sudah login di browser, aku baru ingat kalau masih menginstall aplikasi bukalapak. Aku pun segera membuka aplikasi itu dan mencari pengaturan akun. Semua yang berhubungan dengan notifikasi kunonaktifkan.

Weeeladala… pengaturan notifikasi baru saja kuatur untuk berhenti mengirim notifikasi kok sederet notifikasi masih dikirim ke email dan push. “Sialan, lu”, batinku. Tapi aku berusaha memahami. Mungkin pengaturan notifikasi itu baru tersimpan sesudah notifikasi dikirim. Namun, gara-gara cron job notifikasi lumayan banyak maka notifikasi itu terkirim dengan delay beberapa menit. Okelah aku maklum.

Hari ini, aku menyadari kalau notifikasi yang dikirim tidak benar-benar berhenti. Bahkan! Ketika aku menulis ini notifikasi push dikirimkan padaku. Lihat screenshootnya di bawah ini:

Contoh Promo Bukalapak Melalui Push Notification

Kejengkelanku membuatku memutuskan untuk menghpus akun bukalapak. Namun setelah kucari-cari tidak kutemukan tombol untuk menghapus akun, aku pun membuat status di Facebook. Berharap ada teman yang tahu cara menghapus akun di bukalapak. Seorang teman memberikan komentar dan memberitahuku berdasarkan FAQ bukalapak untuk menghapus akun harus menghubungi customer servicenya. Aku pun segera melihat FAQ yang dimaksud. Ternyata hasilnya lebih menjengkelkan. Di sana tertulis yang intinya akun bukalapak yang sudah dibuat tidak bisa dihapus. Hanya bisa dinonaktifkan dan untuk menonaktifkan harus menghubungi customer servicenya bukalapak. Screenshoot mengenai hapus akun bukalapak dan menonaktifkannya bisa dilihat di bawah ini. 

Screenshoot Cara Hapus Akun Bukalapak
Okelah! Usahaku sudah mentok. Aku akan menghubungi CS. Ini kesalahanku karena dulu sebelum daftar akun bukalapak tidak membaca syarat dan ketentuan ataupun kebijakannya. Good bye bukalapak.

Pencarian Terkait:

  • cara hapus akun Bukalapak
  • cara hapus email buka lapak
  • hapus permanen akun bukalapak

3 thoughts on “Review Bukalapak: Antara Jengkel dan Sebel”

  1. sama nasibnya, apalagi sering dapat notif kalo akun saya dicoba masuk berkali2 dr rusia, brazil. benar2 tidak aman ini.

Tinggalkan Balasan