Nusagafood

Resep Keripik Tumpi

Tumpi menjadi keripik andalan sejak dulu kala. Pangan khas Salatiga ini terbuat dari bahan utama tepung beras dan kacang hijau. Rasanya yang gurih dan kriuk-kriuk menjadi teman yang pas untuk jagongan. Biasa disajikan saat lebaran bersama kue-kue khas lebaran lainnya. Kerennya, tumpi jauh lebih laris dibandingkan kue-kue berat. Ibu bahkan sampai memasak banyak hingga 2 ball untuk persediaan lebaram. Keren.

Resep Tumpi Khas Ibu

Tumpi berasal dari kata ‘ditumpi’, yang artinya digoreng dipinggiran wajan. Ditumpi ini tujuannya untuk mencetak tumpi agar tipis dan kriuk-kriuk. Perlu latihan khusus dan langsung dengan pendampingan ahlinya untuk memasak keripik tumpi. Hihihi. Adapun apa yang ditumpi tidak ada kaidah khusus. Hanya saja, setiap daerah mempunyai ciri khas sendiri. Kalau di Salatiga, tumpi menggunakan kacang hijau.

Bahan Keripik Tumpi:

  • 250 gram tepung beras
  • 4 sdm tepung tapioka/ tepung kanji. Digoreng dulu biasanya, kalau kurang keras berarti ditambah tepung kanjinya, kalau terlalu keras, ditambah tepung berasnya.
  • 300 ml air. Sampai mendapatkan kekentalan yang cukup.
  • Irisan daun jeruk
  • 1 butir telur
  • 1 ons Kacang hijau yang sudah direndam semalaman.
  • Bumbu halus; 2 cm kencur, haluskan pertama kali sampai benar-benar halus, 8 siung bawang putih, 2 sdt ketumbar, garam dan penyedap jika suka.

Cara Membuat Keripik Tumpi

  1. Campur jadi satu semua bahan-bahannya. Kalau resep Ibum urutannya tepung beras, tepung tapioka, kacang hijau, bumbu halus, irisan jeruk, telur kocok lepas, lalu baru air. Aduk hingga rata sampai mendapatkan rasa dan kekentalan yang pas.
  2. Panaskan minyak di wajan khusus penggorengan. Wajannya harus khusus ya, biasanya kalau enggak khusus bakal lengket-lengket.
  3. Tuangkan adonan sebanyak satu sendok ke pinggiran wajan. Jangan lupa selalu aduk adonan sebelum menuangkan ke pinggiran wajan. Siram pinggiran adonan yang sudah ditumpi ke dalam wajan dengan minyak panas hingga tumpi lepas sendirinya dari pinggiran wajan.
  4. Balik sekali saja saat tumpi sudah mulai mengeras. Selalu gunakan api kecil.
  5. ANgkat saat tumpi mulai kecoklatan.

Pada beberapa orang menambahkan kunyit untuk mempercantik warna tumpi, namun penambahan kunyit ini mempengaruhi rasa juga. Aku enggak suka tumpi yang ditambah dengan kunyit. Ada juga yang menambahkan sari daun suji untuk memberikan warna kehijau-hijauan. Hmm, overall, aku lebih suka tumpi original tanpa pewarna. Hehehe.

Kata Kunci

Widi Utami

Home Based Education Interested. Love reading, writing and travelling. Interested in blogging. Live in Salatiga, a small city near Merbabu Mountain

Tanggapan Kamu?

Back to top button
Close