Penyebab Sembelit dan Cara Mengatasinya

Susah Buang Air Besar adalah gangguan pencernaan yang bisa menyerang siapa saja dan tak mengenal usia. Bayi, balita, anak-anak, remaja, orang dewasa maupun lansia bisa mengalaminya. Susah Buang Air Besar biasa disebut juga sebagai sembelit atau konstipasi. Apa saja sih penyebab sembelit dan gimana cara mengatasinya?

Mengalami sembelit membuat seluruh tubuh merasa tak nyaman. Bagian perut terasa begah. Terkadang rasa tak nyaman itu sampai ke tulang dan persendian. Untuk mengatasi sembelit alias konstipasi ada baiknya mencari tahu penyebab agar lebih mudah menemukan solusi.

Penyebab Sembelit

Seseorang dikatakan mengalami konstipasi atau sembelit jika frekuensi buang air besarnya mengalami penurunan secara signifikan dan prosesnya membutuhkan mengejan secara berlebihan. Berbagai penelitian ahli gizi menunjukkan bahwa konstipasi atau sembelit dipengaruhi oleh kurangnya asupan cairan dan serat pada makanan yang dikonsumsi. Pada beberapa kasus, sembelit bisa juga disebabkan oleh melemahnya kekuatan otot perut dan kemampuan syaraf rektum di sekitar saluran pembuangan feses maupun syaraf yang bekerja pada sistem pencernaan di dalam usus besar.

Serat memiliki kemampuan mengikat air di dalam proses pencernaan di usus besar. Meski serat makanan tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia, namun bakteri kolon yang berada di dalam usus besar membantu menguraikannya menjadi komponen serat.

Ketika serat mengabsorbsi cairan, maka volume feses menjadi lebih besar sehingga merangsang syaraf rectum dan menimbulkan rasa ingin buang air besar. Oleh karena itu jika serat berkurang maka massa feses ikut berkurang dan menyebabkan sembelit.

Cara Mengatasi Sembelit

Sembelit dapat dicegah dengan cara memperhatikan asupan makanan setiap hari. Memastikan kebutuhan serat alami tercukupi. Serat alami dapat diperoleh dari berbagai jenis sayuran hijau dan buah-buahan.

Jika menderita gangguan sembelit, beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan untuk mengatasinya;

1. Memperbesar porsi buah dan sayur

Selain mengandung serat, buah-buahan juga mengandung cairan dalam kadar tinggi. Ketika terjadi sembelit perbanyak konsumsi buah dan sayur, terutama buah pepaya dan manga yang diyakini membantu melunakkan feses karena mengandung cairan dan serat yang tinggi

2. Mengonsumsi makanan/suplemen probiotik dan prebiotik

Suplemen probiotik membantu menyeimbangkan jumlah bakteri dalam usus dan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bisa meningkatkan gerakan peristaltik usus. Probiotik bisa diperoleh dalam yoghurt, buah kol dan kimchi.

Prebiotik adalah serat karbohidrat yang termasuk oligosakarida dan inulin. Makanan mengandung prebiotik membantu kinerja probiotik dalam menyeimbangkan bakteri dalam usus. Bawang merah, bawang putih, pisang, buncis, daun bawang adalah beberapa contoh makanan yang mengandung prebiotik.

3. Mengonsumsi obat pencahar yang dijual bebas atau yang dianjurkan dokter jika memiliki penyakit bawaan lain.

4. Menggunakan bantuan pelunak feses yang dijual bebas (biasa diaplikasikan dengan memasukkan melalui lubang anus)

Sembelit seringkali dianggap bukan gangguan kesehatan yang penting. Namun jika terlalu sering terjadi dapat memicu penderita stress karena nyeri setiap kali buang air besar. Jika peyebab sembelit tidak ditangani secara tepat bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain pada saluran pencernaan.

Sampaikan pendapatmu di sini.
Dwi Aprilytanti
Dwi Aprilytantihttp://www.braveandbehave.blogspot.co.id
Ibu rumah tangga dua putra. Sekaligus berkarya sebagai penuls lepas dan wirausaha. Memiliki blog tapi mungkin belum pantas disebut blogger, Alumni Danone Digital Academy 2021 (Kompasiana) Tinggal di Sidoarjo.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit