Nusagates Notes

Orang Lain Sibuk Nyetatus, Kita Sibuk Ngeblog

Definisi orang lain (selanjutnya disebut dengan kata ganti mereka) ini merujuk pada sekelompok orang pengguna sosial media yang gemar mengabarkan hal-hal sensitif nan privat terkait dirinya di platform media sosial yang mereka gunakan. Sedangkan kata ganti kita merujuk pada sekelompok orang yang lebih cenderung mengungkapkan perasaan dan cerita sehari-harinya melalui blog.

Tentang Mereka

Kita bisa mengetahui apa yang sedang mereka lakukan dan bagaimana perasaan mereka saat ini bisa melalui postingan-postingan di sosial media. Banyak di antara mereka yang tidak memfilter informasi mana yang seharusnya dikabarkan kepada publik dan mana yang harus disimpan di ranah privat. Keduanya diposting begitu saja tanpa memikirkan adanya kerentanan sosial yang timbul bagi diri maupun keluarganya.

Teknologi Facebook didesain untuk mewujudkan interaksi sosial senatural mungkin. Tidak hanya sekedar melakukan aksi (action) maupun reaksi (re-action) saja yang ditawarkan tetapi juga pengungkapan emosi (emotion) yang berdasar dari perasaan (feeling) penggunanya juga disediakan. Hampir semua yang dapat dilakukan manusia di dunia nyata bisa diekspresikan menggunakan Facebook. Mau treveling, makan, santai, ulang tahun, nostalgia dengan kenangan bahkan selamat dari suatu bencana bisa dengan mudah diekspresikan melalui Facebook. Untuk itulah, mungkin, Facebook sangat cocok digunakan untuk ladang curhat, berbagi nestapa, maupun show-off untuk menunjukkan eksistensi diri.

Mereka yang sangat agamis (atau ingin terlihat seperti itu) seringkali mengabarkan ritual-ritual agamanya di sana. Ada juga yang cenderung menyukai berbagi kalam-kalam suci (menurut keyakinannya) untuk mendapat pengakuan ataupun mencapai tujuan tertentu. Label kelompok agamis, ekstremis, sosialis, humoris, nasionalis, maupun melankolis bisa kita temukan dengan mudah pada sosial media. Mereka benar-benar ada dan nyata di sana.

Tentang Kita

Kita menulis di blog dengan beragam tujuan. Ada yang bertujuan sekedar iseng, mengumpulkan catatan, curhat, menunjukkan eksistensi, ataupun untuk promosi. Sebetulnya sama juga dengan apa yang dilakukan mereka hanya saja berbeda media dan keluwesan teknologi.

Blogger memiliki hak untuk mengekspresikan dirinya sebagaimana pengguna sosial media melakukan hal itu. Di Facebook ada yang dikenal dengan istilah beranda, menampilkan sejumlah postingan dari orang-orang yang berteman dengan pengguna pemilik beranda. Sedangkan blogger memiliki buzz, feed, atau social bookmarking yang menampilkan postingan dari blog yang diikuti saja. Pengguna blogspot akan akrab dengan buzz sebagai sarana interaksi sosial sesama blogger sedangkan pengguna WordPress akan akrab dengan WordPress Reader untuk melakukan hal yang sama. Keduanya menjembatani ajang blog walking sebagai sarana interaksi sosial.

Blog bisa jadi ajang untuk pengumuman tentang diri sebagaimana pengguna sosial media melakukan hal itu. Di Indonesia, pengguna blog masih banyak yang menggunakan nama samaran (nama pena) untuk mengelola blog. Sedangkan di luar negeri sana banyak yang menjadikan blog sebagai duta diri untuk menunjukkan profil, portofolio, riwayat pendidikan, maupun hal-hal yang terkait dengan pengelola blog. Meskipun ada banyak blogger yang membeli domain sesuai dengan nama pengelolanya, namun ketika mengunjungi blog dengan domain tersebut belum bisa mendapat gambaran yang jelas mengenai pengelola blog. Siapakah dia? Masih menjadi tanda tanya.

Saatnya kita berbenah. Kita jadikan blog kita sebagai rumah yang nyaman untuk dikunjungi serta mampu menjawab pertanyaan pengunjung tentang siapa kita sebenarnya. Are you ready?

3 thoughts on “Orang Lain Sibuk Nyetatus, Kita Sibuk Ngeblog”

  1. Dari kemarin pingin komen di blog mas ,ini baru kesampaian.Itupun harus make chrome.hhee

    Duh,saya ngeblog masih berisi curhatan dan review musik gaje mas. Sebagian malah tak berfaedah.hhhee

    Pingin benahi kualitas sebenarnya, tapi ilmunya belum sampai kesitu.

    1. WordPress yang menggunakan hosting sendiri (self hosted) memang gk bisa dikomentari melalui WordPress Reader, mas. Pernah kutanyakan pada tim support Automattic katanya akan dipertimbangkan untuk menambahkan fitur tersebut pada update yg akan datang.

      Blog ini isinya juga full curhatan, mas. Hanya saja aku coba menyampaikannya dengan bahasa yang semi formal dan sebisa mungkin menyembunyikan subjek curhatan… hehe

      Niati saja menambah bahan bacaan di internet biar tidak dipenuhi dg konten pornografi, hoax, sentimen antar golongan dan konten menyebalkan lainnya. Yaaa… meskipun sedikit pembaca gpp. Hehe

      1. Oh gitu ya mas..moga ada fiturnya segera ya. Biar lebih praktis..

        Iya.. biar gak frontal banget ya? Hhhhee

        Iya mas.. lagi diusahain seperti itu. Maksih sarannya. Dan salam kenal

Tinggalkan Balasan