Ogoh–Ogoh yang Dinanti Dimasa Pandemi

Hari raya merupakan salah satu hari yang dinanti oleh tiap pemeluk agama. Salah satunya hari raya Nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu. Hari raya Nyepi juga biasa disebut dengan tahun baru saka. Pada tahun 2022 ini bertepatan dengan tahun baru saka 1944. Rangkaian ibadah yang dilakukan untuk menyambut hari raya Nyepi antara lain upacara Melasti dan Tawur Kesanga. Pada upacara Tawur Kesanga inilah terdapat pawai ogoh-ogoh.

Rangkaian Upacara Menyambut Hari Raya Nyepi Di Blitar

Rangkaian upacara yang pertama digelar adalah upacara melasti. Upacara melasti merupakan upacara yang bertujuan untuk mensucikan diri dan benda sakral yang dimiliki oleh pura. Di Blitar, upacara melasti ini biasanya dilakukan di pantai Jolosutro. Hal ini dilakukan karena air laut dipercaya dapat menghanyutkan kotoran yang ada pada tubuh dan benda sakral yang ada. Selanjutnya merupakan Upacara Tawur Kesanga yang dilakukan untuk menjaga kesejahteraan dan keselarasan alam. Salah satu pura yang digunakan dalam upacara ini adalah Pura Penataran Agung Praba Bhuana di kecamatan Talun.

Pada upacara Tawur Kesanga inilah yang banyak dinanti masyarakat lintas agama di kabupaten Blitar. Sebelum pandemi, upacara Tawur Kesanga ramai diikuti oleh masyarakat Hindu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blitar. Selanjutnya Di  kecamatan Wlingi akan diadakan parade ogoh – ogoh yang diisi dengan puluhan patung. Suasananya teramat sangat meriah dan menambah suka cita masyarakat yang turut hadir menonton parade tersebut. Semarak keceriaan dalam menyambut tahun baru saka menjadi salah satu momentum toleransi keberagaman agama di Kabupaten Blitar.

Parade Ogoh-ogoh Dimasa Pandemi

Parade ogoh-ogoh terakhir digelar pada tahun 2019. Saat pandemi berlangsung pada tahun 2020 dan 2021 tidak ada parade ogoh-ogoh sama sekali. Tidak adanya pawai ogoh-ogoh ini tentu membuatnya sangat dirindukan.

Parade ogoh-ogoh tahun 2022 ini secara resmi ditiadakan untuk membatasi kegiatan yang dapat membuat kerumunan sebagai bentuk terlaksananya protokol kesehatan. Namun, hal ini tidak menyurutkan antusiasme warga untuk melaksanakannya. Jika sebelum pandemi pawai dilakukan secara terpusat se Blitar Raya di kecamatan Wlingi, pada tahun ini warga mengadakan pawai pada tiap desa yang jumlah warga beragama Hindunya cukup banyak untuk mengobati rasa kangen warga pada upacara ini.

Ogoh-ogoh sendiri merupakan representasi Bhuta Kala alias kekuatan alam yang sangat besar atau roh jahat. Pawai ogoh-ogoh di salah satu desa kecamatan Doko kabupaten Blitar ini diselenggarakan pada sore hari dengan barisan para perempuan pembawa obor di barisan paling depan. Setelah itu terlihat laki-laki tetua adat yang membawa lonceng, membaca doa, dan menyalakan dupa di sepanjang perjalanan. Di bagian belakang terdapat beberapa patung ogoh-ogoh yang dipikul oleh banyak orang. Pawai ini dilakukan mengelilingi desa hingga terbenamnya matahari alias sudah gelap.

Ogoh–Ogoh yang Dinanti Dimasa Pandemi 1
Patung ogoh-ogoh yang diarak
Ogoh–Ogoh yang Dinanti Dimasa Pandemi 2
Para tetua adat yang memimpin upacara

Setelah mengelilingi desa, patung ogoh-ogoh yang tadi diarak dikumpulkan pada satu tanah atau lapangan yang luas untuk dibakar. Sebelum dibakar, patung ogoh-ogoh diputar mengelilingi lapangan sambil bersorak sorai sebagai bentuk kemenangan dapat menangkap roh jahat yang ada. Pembakaran ogoh-ogoh ini dipercaya dapat melenyapkan roh jahat seperti halnya setan yang dibakar dengan api. Selain itu, prosesi pembakaran juga diharapkan mampu memberikan harapan yang terang agar dunia menjadi bersih dari berbagai gangguan roh jahat.

Ogoh–Ogoh yang Dinanti Dimasa Pandemi 3
Patung ogoh-ogoh yang dibakar

Kondisi pandemi memang menyulitkan kegiatan bagi berbagai pihak. Namun dengan tetap bersatu dan bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi dapat menjadi kekuatan satu sama lain untuk bertahan. Toleransi dan tenggang rasa yang ditunjukkan pada pawai ogoh-ogoh ini menjadi salah satu bentuk solidaritas antar umat beragama.

Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit