Jumat , 20 Oktober 2017
Home » Nusagates Notes » Nusagaterm Dituduh Widut Jiplakan dari Mojok.co

Nusagaterm Dituduh Widut Jiplakan dari Mojok.co

Kejenuhan mengurus pekerjaan beberapa hari yang lalu sempat membuatku down beberapa saat. Di saat tanggungan yang harus diselesaikan begitu banyak, di saat yang sama koneksi internet yang merupakan alat utama untuk bekerja tidak bisa diajak kompromi. Misuhi Ind*sat menjadi salah satu alternatif untuk sekedar meluapkan kejengkelan.

Suatu malam, di saat kebosanan mulai menyapa dan insomnia kembali melanda, aku mulai buka-buka situs internet untuk mengobati kebosanan itu melalui smartphone yang ada di genggamanku. Saat itu, aku tertarik dengan tulisan seseorang yang kunilai bagus tata bahasanya, bahasannya, pun cara penyajiannya. Namun sayang sekali diksi yang digunakan membuatku terpaksa membuka kamus bahasa Indonesia secara online. Dari situlah aku mulai berpikir bagaimana jika pengunjung yang membaca tulisanku di Nusagates sebetulnya banyak tidak mengerti apa yang aku bicarakan karena banyak kata yang tidak diketahui artinya? Aku pun kemudian mencari database kata dasar bahasa Indonesia.

Kata dasar dan/atau kumpulan lema yang kucari berhasil kutemukan setelah browsing selama hampir satu jam. Sayangnya, database yang kutemukan hanya berupa lema dan tidak ada artinya. Aku pun berusaha mencari lagi kemudian mendapatkan basis data kata dasar sejumlah kurang lebih 26000 daftar kata beserta artinya. Setelah kubuka isinya ternyata ada sekitar 8000 kata yang belum ada artinya. “Gak apa2. Nanti bisa ditambah sambil jalan”, pikirku.

Malam itu, aku mengurungkan niat untuk melawan insomnia dengan memejamkan mata sambil mendekap istri. Aku segera bangkit dari kamar kemudian menuju kamar sebelah yang biasa kugunakan untuk mengeja kode pemrograman. Di kamar itu aku mulai membuka FTP (alat untuk mengakses data di server) kemudian membuat folder baru di dalam folder plugins yang ada di dalam folder wp-content. Intinya aku mau membuat plugin WordPress baru. “Eits, kalau aku membuat plugin langsung, nanti kamus ini gak shareable untuk publik”, batinku. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sistem kamusnya terpisah dari WordPress.

Kamus bahasa Indonesia tanpa kolom untuk mencari kata itu kuselesaikan kurang dari satu jam dengan menggunakan prepared statement PDO (PHP Data Object) dan full menggunakan konsep desain AMP (Accelerate Mobile Page). Aku berpikir kalau menggunakan AMP bisa diakses desktop tanpa masalah tapi kalau akau menekankan pada desain desktop atau sekedar responsive belum tentu mendukung AMP.

Aku melanjutkan pembuatan plugin WordPress setelah yakin bahwa sistem kamus itu bekerja dengan baik. Aku mengujinya dengan plugin Firefox yang bernama imacros untuk melakukan automasi pengujian dalam interval dan durasi yang telah kutentukan. Beberapa kali aku harus merevisi kode yang kubuat pada sistem kamus itu. Pengujian itu sempat membuat server Nusagates down berkali-kali.

Sebetulnya aku tidak perlu membuat plugin untuk mengintegrasikan sistem kamus dengan WordPress. Aku hanya butuh menambahkan satu fungsi saja pada tema yang kugunakan dan mendaftarkannya kedalam sistem WordPress. Namun aku memilih membuat plugin karena sebetulnya dari pembuatan kamus itu muncul ide-ide baru yang ingin kulakukan. Aku pun memutuskan untuk mengumpulkannya ke dalam satu plugin dan menyicil ide-ide itu di saat ada waktu luang atau sekedar untuk membuang kebosanan.

Ide pertama yang kuterapkan pada plugin hanya untuk merubah kata tertentu pada artikel yang kutandai dengan kode khusus dirubah menjadi link yang menuju kamus. Aku berharap pembaca Nusagates yang tidak tahu arti kata itu bisa dengan mudah mengetahuinya hanya dengan klik link tersebut. Contoh penerapan plugin itu bisa dilihat pada screenshot di bawah ini:

Nusagaterm link kata
Kata-kata yang berwarna biru itu adalah link menuju arti kata pada kamus yang dibuat otomatis oleh plugin Nusagaterm

Malam itu, sekitar pukul 2 dini hari, plugin telah selesai kukerjakan. Aku mencobanya pada beberapa artikel yang kubuat sebelumnya. Pagi itu, aku sudah tak mampu lagi untuk menulis artikel baru. Rasanya sudah sangat capek meskipun mata belum merasa mau diajak untuk tidur.

Kemarin, di saat ada jeda waktu menunggu konfigurasi SSL (mengatur website agar bisa diakses menggunakan protokol https), aku menerapkan ide lanjutan pada plugin Nusagaterm yang kubuat itu. Aku berpikir bahwasannya tidak semua pembaca akan mengerti maksud dari link-link yang dibuat oleh plugin itu. Mungkin banyak yang mengira bahwa itu adalah link yang mengarah ke tag atau kategori sehingga prosentase pengunjung yang klik akan sedikit. “Kurang grrrr!!!”, pikirku.

Ide lanjutan yang kuterapkan adalah menyisipkan kolom tahukah kamu apa itu … . Titik-titik itu diganti dengan kata tertentu yang kugunakan dalam merangkai kalimat. Disitu arti kata langsung ditampilkan di bawahnya. Contoh screenshotnya bisa dilihat di bawah ini:

Nusagaterm tahukah Anda
Contoh tampilan tahukah kamu arti wabah yang diambil dari artikel tentang imunisasi yang ditulis sebelumnya

Belum genap sehari ide tahukah kamu kuterapkan, aku menemukan kelemahan dari kode yang kugunakan. Kelemahan itu adalah: tahukah kamu tidak bisa masuk ke Instant Article dan WordPress Reader. Di sana, tahukah kamu menjadi blank alias menyisakan ruang kosong. Sedangkan ide yang pertama bisa masuk ke Instant Article tetapi tidak bisa masuk ke WordPress Reader. Di WordPress Reader, kode yang kubuat untuk menandai kata tidak dirender sehingga di sana artikelnya menjadi amburadul karena tercampur dengan kode-kode mentah.

Melihat auto link kata dan tahukah kamu yang kupasang di Nusagates, Widut langsung meminta dipasangkan ke blognya. Eh… tapi belum sempat dipasangkan doi malah sudah curiga duluan kalau ide yang kugunakan untuk membuat plugin itu adalah jiplakan dari konsepnya Mojok.co. “memangnya Mojok ada fitur seperti itu?”, tanyaku. Meskipun aku adalah penggemar Mojok, aku tidak tahu kalau di sana ada fitur seperti itu. Jujur saja aku tak pernah klik link yang ada di dalam tubuh artikel ketika membaca Mojok. Kalau dilihat dari kacamata webmaster, aku adalah salah satu penyebab bouncing rate Mojok meningkat karena biasanya aku cuma membaca artikel yang dishare oleh kang mas Puthut di FB, Mbah Nyutz, atau oknum lainnya tanpa membaca related artikel atau link lainnya di sana.

Arti Kata oknum
Sumber: https://nusagates.com/arti-kata/oknum

Tadi siang, ketika aku menginstall plugin AMP di blognya Widut, ternyata ia masih curiga. Dia bilang, “katanya buatan sendiri. La kok…”, Aku memutus ocehannya dengan menjelaskan plugin apa yang mau kuinstall.

Well! Aku menulis ini bukanlah untuk membela diri. Hanya sekedar untuk mengisi waktu saja daripada tidak bisa tidur lagi malam ini. Eits… ternyata sudah pagi malahan. Jam di smartphone menunjukkan pukul 03.10 WIB dan aku masih belum bisa tidur. Duh Gusti. Amd.

Arti Kata jam
Sumber: https://nusagates.com/arti-kata/jam

Masukkan Email kamu untuk mendapat artikel gratis dari Nusagates.com:

About Ahmad Budairi

Nusagates adalah nickname dari Ahmad Budairi. Seorang blogger yang berprofesi sebagai freelancer di dalam dunia progamming. Layanan yang disediakan Nusagates bisa dilihat melalui link Nusagates di Fiverr ini.

Berikan tanggapan kalian agar Nusagates semakin lebih baik.