Nusagastic

Menyembuhkan Luka Bakar Ringan dengan Lidah Buaya dan Madu

Emak-emak yang sering berkutat di dapur, seringkali harus menanggung luka bakar ringan. Entah karena kecripatan minyak panas, entah karena memegang wajan tanpa isolator–wkwkwkk, hayo siapa yang sering kelupaan kayak gini? Senasib kita, Mak, :p. Biasanya ketika terkena luka bakar ringan, kuabaikan saja sampai sembuh sendiri, tetapi, pernah suatu hari saat terkena luka bakar karena kecripatan minyak di wajah, bekas lukanya enggak hilang. Sedih, sudahlah punya flek hitam, masih ditambah bekas luka bakar.

Maka dari itu, aku mengumpulkan berbagai referensi obat tradisional yang bisa menyembuhkan luka bakar. Obat yang gampang dicari, yang menjadi salah satu tanaman wajib di pekarangan.

Lidah Buaya, Si Cantik Kaya Manfaat

Lidah buaya merupakan tanaman kaya lendir yang gampang perawatannya. Asal disiram dua hari sekali, gerombolan tanaman ini akan tumbuh subur di halaman, Enggak membutuhkan perawatan khusus. Menjadi salah satu tanaman wajib di pekaranganku, biasanya kami manfaatkan untuk merawat rambut, kadang dijadikan bahan membuat es seger.

Lendir lidah buaya mempunyai khasiat menyembuhkan luka, baik luka bakar maupun luka sayat. Lidah buaya mengandung senyawa giberelin, tanin, saponin, flavonoid, steroid dan terpenoid yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Caranya sangat simpel, cukup oleskan lendir lidah buaya ke bagian yang terkena luka bakar.

Madu, si Manis Nan Menggoda

Dulu madu menjadi salah satu barang wajib sebagai pengganti obat tambah darah, Maklum, emak K ini tampang-tampang melas kayak kurang makan, padahal mah makannya banyak, makanya dopping madu. Hanya setelah menikah ini rada-rada malas untuk menyetok madu karena yang seneng madu cuma emak K doang, ganti nyetok VCO untuk si K. HAHAHA

Madu mengandung senyawa flavonoid, asam amino, asam oleanolik dan asam askorbat yang juga berperan dalam mempercepat penyembuhan luka. Caranya sama dengan menggunakan lidah buaya, cukup oleskan madu ke bagian yang terkena luka bakar.

Campuran Madu dan Lidah Buaya

Sebuah penelitian yang kutemukan membeberkan jika kecepatan campuran madu dan lidah buaya dalam menyembuhkan luka bakar pada mencit, lebih cepat daripada Povidone Iodine, atau sering kita sebut sebagai betadin. Emejing! Urutan agen yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dalam hal ini mempercepat penurunan ukuran panjang luka sayat kulit mencit adalah kombinasi lidah buaya dan madu, lalu lidah buaya, kemudian madu dan yang terakhir adalah Povidone Iodine.

Behh, jadi mending pakai Lidah Buaya, Madu atau campuran lidah buaya dan madu daripada menggunakan Povidone Iodine ya? HAHAHA. Tenang, emak K enggak sedang menyebar HOAX, kesimpulan ini datang dari skripsi berjudul PERBANDINGAN EFEKTIVITAS APLIKASI TOPIKAL LIDAH BUAYA (Aloe vera), MADU (Apis mellifera), DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KULIT MENCIT (Mus musculus) yang disusun oleh Levina Priscilla, Universitas Hasanuddin Makassar.

Cara untuk mengobati luka bakar dengan madu dan lidah buaya cukup gampang, campurkan lendir lidah buaya dan madu,kemudian oleskan ke luka bakar. Dua bahan yang sangat mudah didapatkan ini ternyata reaksinya untuk menyembuhkan luka bakar lebih cepat dibandingkan menggunakan Povidone Iodine.

Oh iya, madu dan lidah buaya bisa digunakan untuk menyembuhkan luka sayat juga. Gampang dan enggak perlu repot-repot kan ya? Hehehe, jika ada yang mudah dan aman, kenapa tidak?

NB: Sangat tidak disarankan menggunakan pengobatan lidah buaya dan madu untuk luka bakar yang serius. Luka bakar yang serius membutuhkan penanganan dan pengawasan ketat dari ahli medis. Silahkan menuju UGD Rumah Sakit terdekat jika mendapatkan luka bakar yang serius.

 

Tahukah Kamu Arti bulu-tangkis?

Kata Kunci
Selengkapnya...

Widi Utami

Deaf Blogger, Emak K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close