Nusagatrip

Mengenalkan Museum Purbakala Sangiran Pada Anak

Aku pertama kali mengenal Museum Purbakala Sangiran ketika mengikuti Perkuliahan Luar Kelas (PLK) jurusan Pendidikan Geografi Unesa beberapa tahun yang lalu. Saat itu, spot yang dikunjungi tidak hanya museum purbakala Sangiran melainkan juga singkapan batuan dan lapisan tanah yang berada di sekitar situs museum.

Fokus materi yang disampaikan saat itu merupakan struktur morfologi dan geologi bentang lahan Sangiran dan sekitarnya serta sejarah pembentukan lahan dan tanah berdasarkan klasifikasi tenaga pendukungnya. Setiap kelompok membagi anggota kelompoknya menjadi beberapa bagian untuk mendapatkan materi sesuai yang disampaikan dosen dan mengambil sampel penelitian. Saat itu, aku kebetulan mendapat bagian mengorek informasi seputar struktur batuan dan morfologi. Sedangkan sejarah pembentukannya diserahkan pada mahasiswa lain. Karena mendapat tugas mengorek struktur geologi, aku harus membawa alat untuk mengukur kandungan mineral, kelistrikan, TDS/TDL, serta kemasaman tanah. Kebetulan materi Geografi Tanah disampaikan juga.

Museum Putmrbakala Sangiran berlokasi di kabupaten Sragen Jawa Tengah. Perjalanan menuju ke sana dari rumah bisa ditempuh sekitar 4 jam perjalanan dengan kendaraan kecepatan standar. Aku beserta Widut dan si K mampir ke museum tersebut kemarin ketika mau ke Salatiga. Awalnya Widut ragu, “Si K masih belum paham kalau diajak ke museum”, katanya. Aku memiliki pendapat berbeda. Niatku hanya ingin memberi si K stimulus terhadap objek yang asing. Hal ini akan berguna untuk memetakan karakter dan ketertarikan si K terhadap objek-objek yang ada di sekitarnya.

Usia si K belum genap 2 (dua) tahun namun ia tampak bersemangat menaiki tangga masuk museum dengan berjalan kaki sendiri. Mendekati ruang display 1, aku meminta si K digendong. Ketika mau masuk ke ruangan tersebut ternyata dikunci. Kami pun melanjutkan perjalanan ke ruang display 2.

Ketika masuk ke ruang display 2, wajah si K mulai berubah. Terlebih ketika melihat gambar dinosaurus yang 10 kali lebih besar darinya. Masuk ke ruang display tata surya dan sejarah pembentukan bumi, si K mulai tertarik dengan isi ruangan. Ia minta turun dari gendongan. Ketika kuminta berfoto di samping fosil-fosil yang dijang di ruangan tersebut ia tampak tak takut. Malah tampak ingin mengambilnya. Masuk ke display peradaban modern membuat si K semakin tertarik. Seperti sedang dihadapkan dengan mainan baru yang cukup banyak.

Miniatur manusia modern di museum purbakala Sangiran
Miniatur manusia modern di museum purbakala Sangiran

Sebelum keluar dari display 1, aku meminta Widut dan si K foto di samping patung replika manusia purba.

Foto di samping Replika Manusia Purba 3D di Museum Purbakala Sangiran
Foto di samping Replika Manusia Purba 3D di Museum Purbakala Sangiran

Beberapa nama binatang sudah diketahui si K, kami bisa berinteraksi dengannya melalui pertanyaan terkait gambar maupun patung. Ketika kami berada di samping display Teori Evolusi Manusia menurut Darwin, si K ditanyai mengenai gambar yang dilihatnya.

“Ini gambar apa?”, tanya Widut pada si K.

“Monyet”, jawab si K.

Pertanyaan serupa dijawab dengan jawaban serupa sampai akhir periode evolusi. “Memang monyet gak bisa berubah wujud jadi manusia”, batinku.

Mengenalkan si K pada teori Evolusi Darwin
Mengenalkan si K pada teori Evolusi Darwin. Memangnya paham? 😅

Ketika si K asyik melihat objek dengan ibunya, aku memiliki kesempatan untuk memoto Fosil-fosil yang dipajang di dalam ruangan.

Fosil kepala harimau di Museum Purbakala Sangiran
Fosil kepala harimau di Museum Purbakala Sangiran
Aneka fosil purbakala di Museum Purbakala Sangiran
Aneka fosil purbakala di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rangga purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rangga purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil kepala dan gading gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil kepala dan gading gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil tempurung atas penyu purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil tempurung atas penyu purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil gigi geraham bawah gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil gigi geraham bawah gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang atas gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang atas gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kanan kuda sungai purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kanan kuda sungai purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kiri gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kiri gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Rahang atas kanan badak purba di Museum Purbakala Sangiran
Rahang atas kanan badak purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kiri gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil rahang bawah kiri gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil tanduk kiri kerbau purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil tanduk kiri kerbau purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil gading gajah purba di Museum Purbakala Sangiran
Fosil gading gajah purba di Museum Purbakala Sangiran

Sebetulnya masih banyak gambar-gambar lainnya. Ini baru versiku yang mengambil foto. Belum yang diambil oleh Widut di ruang display 4. Sebagian gambar yang lain akan digunakan Widut untuk bahan review di blognya widiutami.com. Tapi entah kapan bisa dibuat. 😅

Foto yang kuunggah di sini hanya untuk kenangan. Kelak ketika si K melihatnya biar ingat bahwa ia sudah pernah ke museum Sangiran. Ketika keluar dari museum, Widut minta difoto di samping pintu keluar.

Oh ya.. foto fosil manusia purba tidak kuupload di sini. Sebetulnya ada satu video yang kuambil dari display 3 dimensi menggunakan teknologi modern. Namun, karena lagi hemat kuota jadi gak kuupload deh. Hehe

Mari kita rawat dan jaga situs Sangiran dan Museum Purbakala Sangiran dengan segenap kemampuan kita. Banyak ilmu yang bisa kita petik dari sana.

Pencarian Terkait:

  • artikel terbaru tentang museum purbakala sangiran

Tinggalkan Balasan