Nusagafood

Menemukan Selera Makan Dengan Food Combining

Pengalaman Menjalani Food Combining

Aku mengenal Food Combining (FC) dari bang Zia Ul Haq setelah merasakan gejala GERD hampir sebulan lamanya. Waktu itu, aku kerumahnya untuk mengorek informasi lebih lanjut mengenai food combining beserta tata caranya. Bang Zia pun menuliskan juklak FC sederhana di selembar kertas. Rasanya seperti sebuah kertas resep yang diberikan oleh dokter.

Pola Makan Lama

Pola makan sebeleum menjalani food combining sangat amburadul. Aku sering telat makan dan sewaktu-waktu pengen makan ya makan saja tanpa perlu menimbang masalah kesehatan.

Ketika masih menjalani pola makan lama, aku sering merasakan lapar tetapi tidak berhasrat untuk makan. Walhasil aku sering menundanya atau mengajak istri jalan-jalan untuk menemukan penjual makanan yang sesuai selera saat itu. Maka tak heran kalau dengan pola makan lama, aku menjadi sangat boros karena sering jajan demi menuruti selera makan yang ogah-ogahan itu.

Makanan favorit saat menjalani pola makan lama adalah nasi pecel yang dipadukan dengan lele goreng atau tempe goreng. Namun, setelah menjalani FC, ternyata nasi pecel tidak direkomendasikan lagi apalagi jika dipadukan dengan protein hewani.

Pola Makan Food Combining

Secara sederhana, pola makan food combining adalah menyesuaikan makanan yang dimakan dengan sirkadian tubuh. Sangat berbeda dengan pola makan lama yang boleh makan apa saja dan kapan saja. Menurut arnaldowenas dalam artikelnya yang berjudul Pola Makan Berdasarkan Ritme Sirkadian, sirkadian tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • 12.00 – 20.00 PERSIAPAN PENCERNAAN. Fase dimana saluran sedang menampung dan mempersiapkan diri untuk mencerna makanan, jadi pada fase inilah saat yang tepat untuk makan makanan utama; makan siang, selingan sore, dan makan malam. Pun jika memang terlambat untuk makan malam, usahakan makan malam minimal 2 jam sebelum tidur.
  • 20.00 – 04.00 PENYERAPAN MAKANAN. Fase dimana saluran cerna mulai merubah bentuk asupan pada siklus mencerna menjadi bahan2 siap pakai untuk tubuh, dan kemudian di distribusikan ke seluruh penjuru tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh, merestorasi sel-sel yang rusak, termasuk memperbaiki jaringan2 tubuh yang terluka. Diperlukan energi yg besar di untuk metabolisme ini, itulah sebabnya Tubuh di program untuk tidur dan beristirahat di fase ini. Dengan kata lain tidur adalah cara tubuh merestorasi diri secara besar-besaran. Fase ini dikenal juga dengan Grand Metabolism.
  • 04.00 – 12.00 PEMBUANGAN SISA MAKANAN. Setelah terjadi grand metabolism dari jam 8 malam hingga jam 4 pagi, tubuh melakukan konsep pembuangan, dimana sisa-sisa proses cerna mulai dibuang melalui bentuk buang air besar (kotoran), buang air kecil (kencing), keringat, dan nafas. Pada fase “pembuangan” ini, tubuh membutuhkan energi yang besar, sebaiknya jangan diganggu lagi dengan sarapan yang memberatkan sistem cerna. Maka dari itu Food Combining menggunakan buah-buahan untuk sarapan pagi hingga menjelang siang, karena sifatnya yg ringan dan mudah cerna serta cukup lengkap unsurnya. Semua bertujuan agar proses pembuangan tidak terganggu dan direpotkan dengan asupan makanan yang membebani sistem cerna.

Menemukan Selera Makan

Setelah menjalani pola makan food combining beberapa hari, aku menemukan selera makan yang baik. Tidak pernah lagi menunda makan kecuali karena memang ada sesuatu hal yang tidak dapat ditinggal. Perlahan-lahan BAB juga mulai lancar meskipun masih belum sepenuhnya optimal.

Awal-awal menjalani FC, aku seperti sedang menguras kotoran di dalam tubuh. Seringkali ingin buang air besar (bab), pipis, dan berkeringat. Menurut para senior yang telah menjalani FC terlebih dahulu, hal itu merupakan proses detoks yang dilakukan oleh tubuh.

Setelah proses detoks itu selesai, aku pun menemukan selera makan yang nikmat. Selain lebih konsisten dalam hal waktu untuk makan, porsi makanku juga bertambah setelah mnjalani pola makan FC ini.

Kata Kunci
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close