Nusagatizen

Menata Niat Menjadi Warga NU

Saya mantep ber-NU meski sampai sekarang juga belum punya KartaNU. Di NU, saya niati ndandani awak alias memperbaiki diri sebagaimana pesennya KH. A. Muchith Muzadi. Karena itu ya harus siap berproses. Siap tombok, siap urunan dan siap gegeran wkwkwk…

Maka, kalau ada yang bilang “Nggak NU, NU an. Sing penting Aswaja.” ya nggak masalah. Itu hak yang ngomong, kok. Tapi, monggo dicermati, yang kemana-mana bilang begitu biasanya juga nggak pernah merasakan suka duka berproses di NU. 

KH. Mftahul Achyar
KH. Mftahul Achyar
Kalaupun ada yang pernah jadi pengurus NU kemudian berhenti lalu bilang begitu, KAYAKNYA salah niat sejak awal: niat memperbaiki NU, weleh, bukan niat memperbaiki diri melalui NU. Akhirnya ya kegeden niat, malah terpontal-pontal. Nggak tahan dengan tantangan. Maklum, niat memperbaiki bahtera yang sedang melaju. 

Ada juga yang tidak sadar diri dan tidak tahu diri. Ini biasanya dialami oleh orang yang sudah gumede sejak awal. Karena sudah menganggap dirinya gede, maka ketika idealismenya dihadapkan pada dinamika organisasi, dia tidak mau bersikap REALISTIS dan tabrak sana-sini lalu menganggap apabila orang lain harus tunduk pada keinginannya. Padahal, kita tahu, organisasi adalah wadah kompromi gagasan, bahkan pertarungan ide. Dibutuhkan kecemerlangan menyampaikan ide, komunikasi yang baik antar orang-orang yang ada di dalam organisasi, dan daya pikat agar gagasannya diterima. Nah, ketika orang ini tidak mampu mengkomunikasikan idenya dengan baik kepada orang lain, dia akan membuat front tersendiri. Puncaknya, biasanya ya malah menjelek-jelekkan organisasi yang pernah diikutinya. Ada? Banyak. Hahaha Yang terakhir ini punya tipikal PEKERJA tolol yang selalu menyalahkan ALAT apabila kerjanya nggak beres dan  karyanya jelek.

Lha wong para kiai sepuh yang sudah puluhan tahun mengabdi melalui NU saja nggak rewel, kok yang seumuran jagung niat ndandani NU malah umek rewel. 

Apakah saya ta’ashub? Tenang saja, ini cuma cuap-cuap kok, karena ibuuuu memberiku Combantrin, agar caciiiing ca-cing KO…

Penulis
Rijal Mumazziq Z.

Pencarian Terkait:

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close