Membenci Maupun Dibenci Tak Ada yang Enak Maupun Nyaman

Ketika kita membenci seseorang, kita akan merasa tidak nyaman ketika bertemu orang tersebut. Bawaannya pengen menjauh atau kalau gak gitu malah negatif thinking terus. Ya nggak sih? Begitu juga dibenci, apalagi kalo kita gak tau alasannya. Serba bingung. Mendekat gak diterima, gak mendekat ya gak masalah juga sih tapi gimana ya. Yang ada malah pengen benci balik.

Membenci atau dibenci?

Apa yang kita fahami dari kebencian itu? kebencian dapat mendorong kita pada sifat atau kelakuan yang tidak terpuji dan tidak mencerminkan akhlaqul karimah (akhlak yang baik). Kebencian bukan termasuk akhlaqul karimah, bahkan kebencian adalah salah satu sifat buruk yang harus dijauhi.

Akhlak yang buruk itu mudah menjalar dan menular. Karena itu sekali kita memiliki kebencian, maka akan membawa kita pada akhlak buruk lainnya seperti mengumpat , menggunjing, bahkan menyebabkan adu domba, naudzubillah Min Dzalik.

Kalau dalam hati kita terasa setitik kebencian, maka sebaiknya segera obati kebencian itu. Selamatkan hati kita, selesaikan kebencian itu dan tidak perlu dilanjutkan. Kitalah pemilik kendali atas hati dan diri kita, maka kendalikanlah dengan sebaik mungkin. Masa bodoh saja pada segala hal yang merugikan kita. Memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa diusahakan dan dilakukan.

Cara Meluluhkan Orang yang Membenci. Ada?

Rasulullah sudah mengajarkan kita cara meluluhkan hati, kok. Sekaligus cara menghilangkan kebencian kita sendiri. Dalam haditsnya beliau bersabda :

تَهَادَوا تَحَابُّوا وَتَصَافَحُوا يَذْهَبِ الغِلُّ عَنْكُمْ

Salinglah memberi hadiah maka kalian akan saling menyayangi, dan saling bersalamanlah maka kebencian akan hilang dari kalian” HR. Ibnu Asakir

Sesimpel itu. Tapi benarkah? Tentu saja benar. Ini tips langsung dari Rasulullah loh! Rugi kalau tidak dicoba.

Kebencian adalah salah satu bentuk hawa nafsu. Sebagaimana himbauan Allah yakni mengendalikan hawa nafsu. Dimulai dari hal kecil yang akan menjadi suatu pencapaian besar jika kita melakukannya dengan istiqomah. Sikap istiqomah ini menunjukkan bahwa kita sedang memerangi kejahatan diri kita sendiri.

Sesuai anjuran hadist, memberi hadiah dapat menjadi penggugur kebencian. Seperti halnya kita yang senang menerima hadiah. Maka langkah awal untuk meluluhkan hati orang lain adalah memberinya hadiah. Memberi hadiah pada orang yang membenci kita, lama kelamaan ia akan luluh sebab ia masih memiliki hati dan juga akal yang sehat. Awalnya mungkin ada rasa malu dan gengsi saat menerimanya. Namun percayalah bahwa sekeras-kerasnya batu akan terkikis dengan tetesan air. Begitupun dengan hati manusia.

Hilangkan rasa gengsi untuk berlaku baik terlebih dahulu. Kemudian sering ajak salaman. Siapapun itu. Baik orang yang membenci kita, ataupun orang yang kita benci. Bayangkan saja dulu, kita salaman. Mau nggak mau kita jadi basa-basi, lama-lama kita malah ngobrol, nggak kerasa cair gitu aja. Siapa tau bisa seperti itu kan?

Sekali lagi, yang kita lakukan adalah memerangi hawa nafsu kita. Tentu saja akan berat diawalnya. Jadi memberi hadiah maupun mengajak salaman, memang terasa berat, tapi kesungguhan kita dalam mengikis kebencian dan menebar kasih sayang, kesungguhan kita dalam meluluhkan hati orang lain maupun hati kita sendiri, harusnya bisa lebih besar daripada rasa berat itu.

Ingatlah sekali lagi, hal-hal kecil seperti memberi hadiah dan salaman ini, adalah awal dimulainya hal besar. Karena itu meskipun berat, tetap lakukan. Kalaupun dia tetap tidak mau menerima kita, percayalah bahwa tidak ada hal baik yang sia-sia. Jadi tidak akan ada penyesalan di belakangnya.

Luluhkanlah hati kita dan hati orang sekitar kita dengan kebaikan karena hal itu adalah jalan menuju ridha Allah. Contohlah Rasulullah yang selalu memilih menjadi baik, dan lihatlah Allah yang tetap banyak memberi hal-hal baik pada kita meski kita lebih banyak mendurhakai-Nya dan tidak bisa mensyukuri nikmat-Nya.

Wallahu a’lam.

Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit