Uncategorized

Mari Menggadaikan Pejabat |

Harga seorang wakil rakyat ternyata bisa berbeda-beda. Di Cianjur Jawa Barat, harga mereka berkisar Rp 100-250 juta. Di Banyuwangi dan Kediri Jawa Timur, harganya bisa mencapai Rp 500 jutaan. Di tingkat yang lebih tinggi seperti di DPRD Jawa Timur, harga mereka menembus Rp 800 juta. Entah pula di daerah yang lain.

Itu harga yang murah, tentu saja, bila kita percaya mereka telah menghabiskan dana miliaran rupiah untuk bisa disebut sebagai wakil rakyat. Tapi ini bukan perkara apakah mereka benar-benar berharga atau malah bisa diobral. Ini hanya soal kebutuhan hidup, dan kebutuhan hidup mereka sebagai wakil rakyat rupanya sudah sangat menumpuk bahkan ketika mereka belum genap sebulan menjadi wakil rakyat.

Mereka mungkin butuh uang untuk melunasi utang-utang yang dulu diperoleh dari kiri-kanan, pinjam sana-sini untuk ongkos pencalonan. Mungkin mereka butuh penampilan baru: mobil baru, safari baru, jas baru, dasi baru dan lain-lain yang baru.

Karena itu, tak perlu heran ketika mereka kemudian beramai-ramai menggadaikan SK pengangkatan sebagai wakil rakyat ke bank. Sebagian dari mereka menyebutnya sebagai tradisi karena para anggota dewan periode sebelumnya juga melakukan hal yang sama. Tak ada yang salah, kata mereka, karena urusan gadai-mengadaikan SK adalah urusan pribadi, dan tak usah dikuatirkan pula soal pelunasannya.

Dengan penghasilan sampai Rp 18 juta sebulan (DPRD Kabupaten/Kota), pinjaman sebesar Rp 250 juta atau Rp 500 juta tentulah bukan pinjaman besar bagi anggota dewan itu. Cukup mengangsur sebesar Rp 7-10 juta per bulan, maka dalam waktu lima tahun (60 bulan) semua utang mereka niscaya





Penulis
Rusdi Mathari

Sumber: [link url=’http://www.mojok.co/2014/09/mari-menggadaikan-pejabat/’][/link]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *