Nusagalture

Manganan, Tradisi Sedekah Bumi di Pelosok Bojonegoro

Ada yang berbeda lebaran tahun ini di Pengkol, sebuah kampung di pelosok Bojonegoro. Akhir Syawal kami menjumpai wayang kulit. Lebaran tahun ini bertepatan dengan Manganan, tradisi sedekah bumi yang dilaksanakan ketika musim panen tiba pada hari Jum’at Pahing.

Manganan merupakan pesta syukur masyarakat desa atas limpahan Rahmat-Nya sehingga bisa merasakan panen raya dan berdoa agar musim tanam selanjutnya juga menghasilkan hasil panen yang lebih baik. Tradisi ini diisi dengan makan-makan dan berkumpul di sebuah tempat sembari menikmati hiburan.

Manganan di setiap daerah memiliki ciri khas sendiri. Baik dari tata cara berdoa maupun tempat pelaksanaan. Ada daerah yang melaksanakan doa dalam tradisi Manganan dengan mantra  dan aneka sesajen. Ada pula yang melaksanakan tradisi Manganan dengan berdoa secara islam seperti di pengajian.

Tempat pelaksanaannya pun berbeda. Ada daerah yang melaksanakan Manganan di tempat yang dianggap keramat seperti kuburan, tegal wingit, sumber air. Ada pula yang melaksanakan Manganan di pusat kegiatan desa seperti balai desa atau masjid besar.

Lain halnya di beberapa daerah Jawa Tengah, Manganan lebih dikenal sebagai Nyadran. Jika di Boyolali, Nyadran dilaksanakan dengan meriah seperti laiknya lebaran. Orang-orang saling berkunjung dari rumah ke rumah untuk menikmati makanan yang disajikan oleh tuan rumah. Di Selo, Nyadran dimulai dengan iring-iringan gunungan dan kirab aneka hasil bumi di sepanjang jalan utama desa.

Di Pengkol, Manganan tahun 2019 dirayakan dengan menanggap wayang kulit di Balai Desa Pengkol. Wayang kulit dimulai dari ba’da Ashar sampai jelang maghrib, kemudian istirahat saat adzan berkumandang dan dimulai lagi jam 9 malam hingga semalam suntuk.

Manganan merupakan hari raya ketiga setelah hari raya Idul fitri dan Idul Adha. Panitia menyajikan makanan untuk warga yang berkumpul melihat wayang kulit. Makanan yang tersedia merupakan makanan lokal yang diproduksi oleh penduduk. Kacang rebus, semangka, kripik singkong, tape dan aneka jajan pasar lainnya.

Kata Kunci

Widi Utami

Home Based Education Interested. Love reading, writing and travelling. Interested in blogging. Live in Salatiga, a small city near Merbabu Mountain

Tanggapan Kamu?

Back to top button
Close