Nusagatrip

Liburan Akhir Tahun Di Pulau Tidung

Liburan Impian Emak K

Akhir tahun masih sepuluh bulan lagi, tetapi rasa-rasanya liburan sudah ngawe-awe, kayak Rembulan yang mengingatkan bocah-bocah biar enggak tidur sore di tembang Padang mBulan. Sebagai istri dari seorang freelancer, aku harus merencanakan liburan jauh-jauh hari biar enggak kepentok meeting dan meeting lagi.

Liburan yang harus disiapkan sedetail-detailnya. Dari kapan berangkat hingga berapa recehan yang harus disisihkan dari fee yang diterima untuk liburan, enggak ada tunjangan, enggak ada bonus akhir tahun kayak orang kantoran. Kudu tandang dewe, nabung dewe, sambil terus berdoa mengharapkan Bonus langsung dari Robbuna untuk berfoya-foya di Pulau Tidung barang empat hari tiga malam.

Eh, Pulau Tidung, Mak?

Iya, tujuan liburan impian akhir tahun 2018 ini, aku pengen ke Pulau Tidung. Bolak-balik ke Jakarta, tetapi belum pernah menginjakkan kaki ke Pulau Tidung. Ya, tulisan ini hitung-hitung sekalian proposal liburan ke abah K.

 

Destinasi Pulau Tidung yang Membuatku Jatuh Cinta

Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau yang berjarak 50 KM dari Stasiun KAI Pasar Senen ini menjadi salah satu spot tujuan wisata bahari. Aku jatuh cinta dengan foto-foto yang bertebaran di dunia maya. Mau tahu enggak apa yang bikin emak K ngebet pengen menghabiskan akhir tahun ke Pulau Tidung?

Pulau Tidung Besar

Di Pulau Tidung Besar terdapat pantai Saung Perawan, sebuah pantai landai dengan pasir putih yang lembut. Airnya tidak terlalu dalam dengan ombak yang tenang. Konon, sangat cocok untuk menikmati sunshet. Awww, romantis banget ngebayangin menghabiskan sore di pantai Saung Perawan bersama si K dan Abah.

Jembatan Cinta

Diantara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil terdapat jembatan penghubung yang menghubungkan kedua pulau ini, jembatan ini dikenal dengan Jembatan Cinta.

Jembatan Cinta Pulau Tidung (seribuharapan.com/admin)

 

Jembatan Cinta yang menyimpan mitos sesiapa yang melompat dari jembatan itu akan bertemu dengan cinta sejatinya.

Jembatan yang menjadi tujuan wisatawan untuk melompat bebas ke laut lepas. Byurr, segarrr.

Pulau Tidung Kecil

Jika pulau Tidung Besar dominan dengan pantai, pohon rindang dan saung-saung penjaja makanan, Pulau Tidung Kecil didominasi dengan hutan mangrove. Lain halnya dengan Pulau Tidung Besar yang rama, Pulau Tidung Kecil tidak ada penghuninya.

Hal-hal yang Ingin Kulakukan di Pulau Tidung

Menikmati Q-Time di Pantai

Si K sampai usia 2 tahun belum pernah sekalipun menikmati aroma pantai. Padahal, si K suka banget main pasir dan air, jika sudah bertemu dengan pasir dan air, si K betah main berjam-jam. Membayangkan kami bermain bersama di pantai tentu akan menjadi momen yang tidak terlupakan.

Menikmati Senja dan Sunshet

Entah sejak kapan aku menyukai senja. Bagiku, langit senja tak akan pernah sama. Ada rasa yang berbeda setiap kali aku memandang langit yang bersemburat jingga. Menikmati senja dan sunshet di pantai tidak boleh dilewatkan. TIDAK BOLEH.

Snorkeling

Di Pulau Tidung ada gugusan terumbu karang dengan ekosistem laut nan indah. Jujur saja, aku belum pernah snorkeling sekali pun. Membayangkan snorkeling di laut, menyapa ikan-ikan, apalagi sejenis ikan nemo yang fenomenal, duh, ini juga haram dilewatkan. Si K nanti biar diasuh abahnya sejenak, Ibunya pengen sekali-kali me time menikmati air laut yang bening bersama para ikan dan ekosistem laut lainnya.

Snorkeling Pulau Tidung(snorkelingpulautidung.com/admin

Picture Kredit: snorkelingpulautidung.com

Berburu Sunrise di Jembatan Cinta dengan Bersepeda

Di Jembatan Cinta sebenarnya kita bisa jumping terjun bebas ke laut, tetapi mentalku terlalu piyik, aku horror membayangkan terjun dari jembatan setinggi 8 meter dari laut. HaHaHa.

Karena tidak ingin melewatkan kemolekan Jembatan Cinta, aku ingin berburu sunrise sambil bersepeda. Aku sepedaan sendiri, si K sama abahnya. Bersepedaan keliling pulau Tidung Besar, lewat Jembatan Cinta sambil nunggu sunrise, lalu lanjut ke Pulau Tidung Kecil untuk menikmati hutan mangrove.

Berlayar dengan Kano

Sebenarnya aku ingin menikmati speedboat, tetapi si K masih berusia 2 tahunan, horror kalau diajak atraksi yang mengguncang adrenalin. Maka, aku ingin berlayar dengan kano, perahu cilik, sekalian si K melihat wujud nyata perahu yang didayung seperti di Buku Serial Lumba-lumba Lulu Kelabu.

Rencana Menuju ke Pulau Tidung

Awalnya aku ingin pergi kesana bulan Desember, pas akhir tahunnya. Eh, waktu aku baca-baca lagi, ternyata di Bulan Desember-Januari adalah saat-saat cuaca ekstrem. Pan enggak lucu kalau jauh-jauh ke Pulau Tidung hanya berakhir ke penginapan.

Akhirnya aku merencanakan ngebolang ke Pulau Tidung pada bulan Oktober saja. Abah K musti mengsongkan jadwal pada bulan tersebut barang 3-4 hari. Kalau Emak K mah bebas, manut si Boss.

Rencananya, berangkat dengan moda pesawat, pulang dengan moda kereta api. Biar si K bisa merasakan aneka transportasi dari pesawat, bus, ferry, sampai kereta api.

Gambaran Budget yang Harus Disiapkan untuk Liburan ke Pulau Tidung

Hal pertama yang musti disiapkan adalah tiket transportasi dan akomodasi. Iya, karena untuk menuju ke Pulau Tidung, kami harus menggunakan moda pesawat atau KAI, pos paling besar dibandingkan pos makan dan sewa-menyewa.

Saat browsing-browsing budget untuk akomodasi dan transportasi pesawat, aku kelelahan mencari satu demi satu hotel atau homestay, belum mencari jadwal flight pesawatnya. Gusti, baru nyari hotel dan pesawat saja daku lelah…

Eh, di tengah kelelahanku, aku menemukan Paket Hotel dan Pesawat Traveloka. Daebak! Ini yang kucari, aku enggak perlu rempong mengunjungi website pemesanan pesawat dan hotel satu persartu.

Memesan Hotel dan Pesawat dalam Satu Kali Transaksi

Biasanya, kita harus memesan tiket pesawat dulu, mencari satu persatu pesawat dengan tujuan Bandara Halim Perdana Kusumah, kemudian check out, bayar. Baru mencari hotel yang lokasinya di Pulau Tidung, membandingkan satu demi satu, pesan, check out, bayar. Beberapa langkah dengan dua kali transaksi. Cukup melelahkan.

Kalau pakai Traveloka, kita bisa langsung memesan tiket pesawat sekaligus hotel. Awalnya kita menentukan keberangkatan pesawat, aku hanya one way saja karena ada rencana pulang menggunakan moda kereta api.

Pemesanan Tiket Pesawat dan Hotel Traveloka (widiutami.com/widut

Setelah itu, aku memesan hotel, mengetik Pulau Tidung di search bar-nya karena aku ingin menginap di Pulau Tidung. Ketemu Charlie Homestay yang terletak di Tidung Besar dengan penilaian 8.7 dari 10 skala. Ambil.

Rate Homestay Traveloka (widiutami.com/widut)

Diskon Sampai 20%

Enggak cuma memudahkan pesan pesawat dan hotel sekaligus, Traveloka juga menawarkan diskon sampai 20%. Asik, bisa buat subsidi bea snorkeling. Hahahaha

Diskon up to 20% di Traveloka(widiutami.com/widut)

Cara Pembayaran yang Beragam

Belum selesai rasa senang karena dimudahkan dengan memesan pesawat dan hotel sekaligus, juga diberi diskon sampai 20%, aku kembali dibuat senang oleh Traveloka karena Traveloka menyediakan beberapa cara pembayaran. Dari Debit, Transfer ATM, Kartu Kredit, hingga Alfamart dan Indomart. Eh, jadi aku bisa bayar pakai uang celengan di botol aqua yak, tinggal ke Alfamart saja, enggak usah repot-repot transfer lewat bank.

Metode Pembayaran yang Beragam di Traveloka (widiutami.com/widut)

Aseeek, sudah kelar perencanaan dan booking pesawat-hotelnya, tinggal nabung lagi buat bea makan, snorkeling, sewa perahu Kano, sewa sepeda, juga bea transportasi KAI dan Kapal Ferry. Yuk, bang-bing-bung nabung, Oktober masih 7 bulan lagi, ada yang mau barengan sama si K enggak nih? ????

Pencarian Terkait:

  • budget ke pulau seribu loc:ID
  • akomodasi pulau ayer loc:ID
  • penginapan murah di pulau tidung untuk 2 orang
  • pulau tidung besar
  • tidung pulau
  • transportasi ke pulau seribu
DMCA.com Protection Status
Kata Kunci
Selengkapnya...

Widi Utami

Deaf Blogger, Emak K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close