Nusagatech

Layanan Pengaduan Kominfo Membuat Jengkel

Kumpulan Kejengkelan Pengguna Layanan Pengaduan Kominfo

Sekitar setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal  16 November 2017, Kominfo menerbitkan pengumuman mengenai daftar layanan pengaduan masyarakat yang bisa digunakan untuk mengadukan keluhan masyarakat terhadap penyalahgunaan teknologi informasi untuk hal-hal yang yang dilarang oleh negara. Beberapa layanan pengaduan masyarakat yang diterbitkan itu antara lain:

  • Layanan Aduan Konten Negatif layanan ini digunakan untuk mengadukan website yang memuat pornografi, kekerasan terhadap anak, keamanan internet, teroris, SARA, investasi ilegal, penipuan, perjudian, obat dan makanan, narkoba, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  • Aplikasi Pengaduan Masyarakat Digunakan untuk mengadukan perbuatan atau informasi berindikasi pelanggaran di lingkungan Kominfo
  • Pengaduan Online Ditjen SDPPI Layanan pengaduan yang berkaitan dengan perijinan telekomunikasi, spektrum frekuensi radio, sertifikasi dan pengujian alat dan perangkat telekomunikasi, dan sertifikasi operator radio.
  • Pengajuan Online Ditjen PPI Layanan pengaduan untuk perijinan penyelenggaraan penyiaran, perijinan pos dan telekomunikasi
  • Lapor Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

Berdasarkan catatan disqus mengenai komentar pengadu, layanan yang disediakan kominfo itu tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Beberapa komentar yang sangat pedas bisa dilihat seperti di bawah ini:

Wonatha Orion Winer, 23 Mei 2017

Indragunawan sastra, 19 Februari 2017

Jon, 26 November 2017

Ga Penting, 23 Agustus 2017

Griya Estetika, 11 Mei 2017

Muiz Zainuddin Saputra, 12 Desember 2017

Sahat Sihalolo, 27 November 2017

Almaera Ashobir, 8 Oktober 2017

Cinta Wla, 10 September 2017


Sebetulnya masih banyak lagi keluhan masyarakat terkait layanan pengaduan yang disediakan kominfo. Selengkapnya bisa dilihat pada publikasi resmi kominfo di sini atau halaman komentar disqus di sini.

Aku juga pernah mengadu melalui email ke komifo terkait situs porno dan memberi masukan bagaimana sebaiknya mengatasi situs porno yang masih banyak beredar di Indonesia namun hasilnya nihil. Dibalas pun tidak.

Kominfo harus berbenah lebih baik dan memberikan respon sebaik-baiknya kepada para pengadu karena mereka butuh kejelasan terkaut apa yang mereka adukan. Paling tidak diberi tanggapan yang menyenangkan lah kalau belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan kominfo untuk menindaklanjuti aduan tersebut karena jumlah aduan yang masuk sangat banyak.

Terbengkalainya layanan pengaduan yang disediakan oleh kominfo ini menunjukkan bahwa kominfo sebetulnya tidak memiliki formulasi yang tepat untuk menangani kasus-kasus terkait teknologi informasi yang terjadi di Indonesia. Meningkatnya jumlah pengadu serta tidak adanya kepastian terhadap apa yang diadukan membuat masyarakat menilai bahwa ada kecacatan di dalam tubuh kominfo.

Semoga kedepan kominfo menjadi lebih baik.

Terimakasih telah membaca Layanan Pengaduan Kominfo Membuat Jengkel. Mungkin kamu juga tertarik membaca Cara Membuat Wallet Bitcoin atau Cara Mining Bitcoin Menggunakan Laptop.


Tahukah Anda Apa Itu Kanker Mesothelioma?

Informasi Seputar Kanker Mesothelioma

Mesothelioma merupakan salah satu kanker paru-paru yang cukup jarang terjadi, namun yang paling berbahaya dan mematikan yang biasanya terjadi pada membran di sekitar paru-paru, yang disebut dengan pleura. Penyebab utama dari kanker yang menyerang sel paru-paru bernama mesothelium ini adalah paparan debu asbes.

Asbes bisa berbentuk papan atap, mineral, serat dan berbagai macam olahan produk asbes bisa menimbulkan debu dan dihirup bersama dengan udara. Biasanya ini terjadi di lingkungan industri, lokasi konstruksi, pertukangan dan toko material bangunan. Ketika serat dan debu asbes dihirup ke dalam paru-paru, maka debu tersebut akan berhenti di dalam paru-paru.

Tags

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: nusagates@gmail.com. Hubungi via Whatsapp.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker