Laporan Membaca Buku Non Fiksi dan Contohnya

Nonfiksi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan, dan sebagainya). Buku nonfiksi merupakan buku yang berisi tentang tulisan yang bersifat informatif berdasarkan fakta dengan didukung oleh data yang akurat. Buku nonfiksi dapat berupa biografi, ensiklopedia, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Buku nonfiksi ini biasanya digunakan sebagai salah satu rujukan dalam menulis karya   skripsi, tesis dan tulisan lain yang memerlukan penggunaan data yang lebih akurat untuk mendukung suatu hipotesa. Penulis buku nonfiksi memiliki tanggung jawab atas kebenaran informasi yang disampaikannya. Penggunaan bahasa pada buku nonfiksi bersifat formal dengan penggunaan bahasa baku.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, buku nonfiksi menggunakan bahasa baku yang bersifat formal. Selain itu buku nonfiksi menggunakan metode penulisan denotatif atau menggunakan gaya bahasa yang sebenarnya sehingga pembaca dapat memahami isi buku dengan mudah. Buku nonfiksi ini berisi tentang penyempurnaan suatu penelitian maupun temuan penelitian yang baru. Bentuk tulisan buku nonfiksi berbentuk tulisan ilmiah populer. Itulah ciri-ciri yang biasa dijumpai pada buku nonfiksi.

Sistematika Laporan Membaca Buku Non Fiksi

Laporan membaca buku nonfiksi dilakukan untuk memudahkan pemahaman pembaca mengenai isi suatu buku. Sistematika laporan membaca buku nonfiksi pada umumnya terdiri dari:

  1. Judul laporan
  2. Identitas buku yang dipilih, identitas buku ini terdiri dari: judul buku, penulis/ pengarang, tahun terbit, jumlah halaman.
  3. Halaman bab yang dibaca dan informasi penting dalam buku.
  4. Tanggapan terhadap buku.

Pemberian tanggapan oleh penulis terhadap poin poin yang disampaikan bersifat optional. Bisa disertakan ataupun tidak. Membuat laporan buku nonfiksi memerlukan pemahaman yang mendalam untuk bisa menyampaikan poin poin penting mengenai isi buku tersebut dengan lugas sehingga mudah dipahami. Bentuk laporan membaca buku nonfiksi berbeda beda karena tidak ada format baku. Laporan ini dapat ditulis dengan membuat format tabel ataupun dengan membuat poin poin sesuai bab yang ada pada buku tersebut.

Contoh Laporan Membaca Buku Non Fiksi

Berikut adalah contoh laporan membaca buku nonfiksi berbentuk tabel. Contoh laporan tersebut bisa didownload dalam bentuk word.

LAPORAN MEMBACA BUKU NONFIKSI

Judul Buku          : Berteman dengan demam

Pengarang          : dr. Arifianto, Sp.A dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP

Penerbit              : KataDepan

Tahun Terbit      : 2019 Cetakan ke 4

Tebal Buku          : 262 halaman

No.BabHal.Informasi PentingTanggapan
1Anak sakit tak perlu panikv         viiiSebagai orang tua harus memiliki pengetahuan tentang penyakit yang sering dialami oleh anak supaya bisa memberi pertolongan pertama tanpa panik sehingga mampu melihat kebutuhan utama anak saat sakitPastikan bahwa membawa anak ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakitnya, terapi penyakitnya, dan kondisi kedaruratan yang diharuskan untuk segera pergi kedokter 
2Berteman dengan demam3   4   7       14     17     18     28Demam terjadi karena tubuh sedang melawan bakteri dan virus yang asing di dalam tubuhDemam bukanlah penyakit, namun gejala dari suatu penyakitMengukur demam menggunakan termometer di dubur, mulut atau ketiak. Hindari penggunaan termometer air raksa karena rawan pecah dan melukai anakObat penurun panas (antipiretik atau paracetamol) diberikan saat anak reel dan gelisahPemberian obat penurun panas yang tidak sesuai anjuran beresiko menyebabkan kerusakan organ hatiPenggunaan dosis yang sesuai dengan jenis paracetamol dan kebutuhan sesuai dengan berat badan anakWaspadai dehidrasi saat demam, jaga asupan cairan tubuh dan waspadai syok saat demam 
3Sigap tanpa takut saat anak kejang demam33     34     35     39Kejang demam dipicu oleh demam yang dialami seorang anak alias kejang demam sederhana (genetik)Kejang demam adalah kondisi yang tidak berbahaya meskipun terlihat menakutkan saat menyaksikannyaKejang berlangsung lebih dari 5 menit dan setelah anak tidak sadarkan diri, segera ke rumah sakitKetenangan orang tua dan kesabaran mengobservasi anak adalah kunci 
4Demam dengan ruam yang membingungkan43       46     50         51-52Perbedaan campak, rubella dan roseola deijabarkan dengan menyebutkan nama lain, penyebab, usia saat sakit, gejala,pengobatan, komplikasi dan pencegahannyaPenyakit lain yang bergejala demam seperti ruam antara lain cacar air, flu singapur, kawasaki,dan scarlet feverAnak yang mengalami ruam dan demam masih diperbolehkan mandi air hangat karena air hangat bisa menjadi alternatif  untuk mengompres badan anak dan menurunkan demamImpetigo atau cacar api atau cacar ular menyerupai cacar air dan menyebar. Sangat mudah menular memalui kontak fisik. Dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan dan kulit menggunakan sabun secara rutin 
5Demam berdarah dengue yang selalu menakutkan57     58-59       62-63          DBD berasal dari virus yang ditularkan dari satu manusia ke manusia lain dengan perantara nyamuk Aides AegeptyTanda bahaya DBD adalah menurunnya jumlah trombosit dan meningkatnya jumlah nilai hematokrit. Perjalanannya melewati 3 fase. Fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhanAnak dengan dbd dapat dirawat di rumah jika sudah bebas demam 48 jam, nafsu makan membaik, nilai hematokrit stabil tanpa pemberian cairan infus, tidak ada sesak napas, dan nilai trombosit yang cenderung meningkat. Pemeriksaan darah adalah salah satu penunjang terpenting dalam diagnosis DBD 
6Mengenali dan menangani demam tifoid70       75Demam tifoid atau tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan sangat terkait dengan kebersihan lingkungan. Untuk menegakkan diagnosis diperlukan cek labPada demam tifoid dapat dilakukan terapi antibiotik sesuai resep dokter. Vaksin tifoid juga diperlukan sebagai tindakan pencegahan bersamaan dengan upaya menjaga sanitasi lingkungan 
7ISPA atas: kenali dan tak perlu khaatir lagi78     82       84-109     97Sebagian besar ISPA merupakan penyakit yang sembuh dengan sendirinya dan biasanya disebabkan oleh virusPenyakit ini sering dialami oleh anak anak. Penyakit tersebut antara lain batuk pilek (selesma), influenza, strep throat dan otitis media akut (OMA)Selesma dan influenza tidak perlu antibiotik. strep throat dan otitis media akut (OMA) bisa jadi memerlukan terapi antibiotik karena dua penyakit ini merupakan infeksi bakteriSabar dan gendong adalah dua obat paling manjur dalam menangani kasus selesma 
8ISPA bawah: waspadai dan segera tangani114     114-116       117         117-121           122         127-135ISPA bawah adalah kelompok penyakit yang menyerang saluran pernafasan bawah (trakea dan paru-paru)Bronkiolitis paling sering menginfeksi bayi dibawah 6 bulan. Infeksi ini menyerang saluran nafas kecil yang berujung di alveoli paru-paru dan penyebabnya adalah virus. Tidak perlu terapi antibiotik untuk penyakit iniBronkiolitis dan pneumonia merupakan penyebab tersering ISPA bagian bawah. Orang tua harus mengenali tanda kedaruratan yang mengharuskan bayi dibawa ke dokter yaitu sesak napas dan dehidrasiPneumonia adalah infeksi paru-paru. Dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Pneumonia tidak terjadi karena selesma. Vaksinasi cukup efektif sebagai tindakan pencegahan. Terapi antibiotik dapat dilakukan apabila infeksi bakteri. Anak perlu dirawat inap jika membutuhkan oksigen ekstraPertusis atau batuk rejan. Disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertusis. Dapat dicegah dengan imunisasi. Antibiotik digunakan untuk mencegah penularan, namun tidak bisa menghentikan batuk rejannyaFlek paru atau TB (tuberkolusis) ditularkan melalui kuman bakteri tubercolusis. sangat menular dari dewasa ke anak. Tidak dari anak ke anak. Diperlukan terapi obat selama 6 bulan berturut turut. Diagnosis TB harus dalam pengawasan dokter. Vaksin bcg mampu memberikan perlindungan dari sakit TB berat. penting sekali untuk tahu siapa sumber penular TB 
9Diare yang selalu bikin panik tak kenal waktu146       148       151     157Penyebab kematian pada anak dengan diare adalah dehidrasi. Jadi, yang paling penting dalam menangani diare adalah mengenali resiko dan tanda dehidrasiPenanganan diare pada anak yang tidak tepat adalah dengan menggunakan obat pemampat diare dan antibiotik yang tidak tepat penggunaanya. Antibiotik hanya untuk diare dengan disentriPenyebab tersering diare pada anak adalah infeksi Virus. Umumnya penanganan diare tidak perlu dirawat di RS kecuali ada tanda dehidrasiPenanganan diare saat di rumah adalah menjaga agar tubuh selalu terhidrasi. Hindari minuman manis karena dapat memperparah diare. Berikan makanan bergizi selama anak mau saat diare supaya anak tidak mengalami malnutrisi 
10(ISK) yang perlu diwaspadai167-172     185ISK terjadi karena bakteri menginfeksi saluran kemih. Kasus ISK anak perempuan lebih sering terjadi. ISK anak laki-laki dapat dicegah dengan melakukan sirkumsisi (sunat)ISK berulang dapat terjadi pada anak dengan saluran kemih atau kebiasaan berkemih dan buang air besar. Kebiasaan itu antara lain: cara membersihkan area genital yang salah, kebiasaan menahan berkemih dan konstipasi 
11Seputar bayi baru lahir192     193     193-194     196-222Bintil atau milia akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 bulan. Hal ini normal terjadi pada bayi baru lahir.Dermatitis atopi (sisik pada bayi baru lahir) tidak membutuhkan pengobatan khusus, akan hilang dengan sendirinyaGumoh dan muntah biasa terjadi, namun perlu penanganan karena adanya udara yang masuk ke perut bayi saat menyusu sehingga perlunya untuk menyendawakan bayiHal lainnya yang biasa terjadi pada bayi baru lahir adalah bercak kemerahan pada popok, noisy breathing (grok grok), lidah putih, kebiruan pada tangan dan kaki, batuk sehabis menyusu, tanda lahir, perut kembung, menangis tanpa henti, kolik, jejas forseps, bayi kuning, mata bayi belekan, dan pola buang air besar yang berantakan 
12Alergi makanan yang selalu bikin bimbang224   228-229       229Tidak ada obat terbaikterhadap alergi makanan selain menghindari pencetusnyaGejala alergi makanan beragam, ada yang muncul di kulit, saluran cerna, saluran nafas dan sistem kardiovaskular. Reaksi alergi yang berat melibatkan berbagai organ tubuh dan bisa menyebabkan kematianAlergi makanan bisa dipastikan dengan uji provokasi dan eliminasi makanan. Hati-hati overdiagnosis alergi karena tes alergi 
Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit