Nusagatizen

Lampu Penerangan Jalan Mati, Jangan Salahkan PLN!

Keberadaan lampu penerangan jalan sangatlah penting. Disamping digunakan untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya, Penerangan Jalan Umum (selanjutnya disebut PJU) juga dapat digunakan untuk mempercantik suatu lingkungan sekitar jalan tersebut.

Setiap pelanggan listrik PLN wajib membayar Pajak Penerangan Jalan (selanjutnya disebut PPJ) yang ditagihkah bersama tagihan pemakaian daya listrik selam satu bulan. Dasar penarikan PPJ adalah Peraturan Pemerintah (PP) no. 65 tahun 2001 yang disesuaikan dengan Peraturan Daerah (PERDA) masing-masing daerah tingkat II.

PPJ merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat digunakan untuk membiayai operasional pemerintah daerah termasuk untuk pengembangan dan pembangunan daerah tersebut. Jadi, penggunaan dana dari PPJ tidak hanya diperuntukkan sebatas pada PJU tapi bisa digunakan pada hal lainnya.

Berapa Besaran PPJ dan Bagaimana Mekanisme Penarikannya?

Besaran nilai PPJ diatur oleh Pemda/Pemkot setempat. PLN dalam hal ini hanya sebagai pemungut dan hasilnya langsung diserahkan kepada Pemda/Pemkot terkait.

Hal yang perlu diketahui adalah pajak berbeda dengan retribusi. Hasil pajak tidak bisa dimanfaatkan secara langsung sedangkan retribusi bisa dimanfaatkan secara langsung. Misalnya ketika kita membayar retribusi parkir, maka kita akan mendapat tempat parkir.

Siapa yang Berwenang Mengatur Penerangan Jalan Umum (PJU)?

Kewenangan memasang, memelihara, dan membayar tagihan PJU diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pemerintah Kota (Pemkot) setempat melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Bagaimana Caranya Meminta Pemasangan Lokasi PJU Baru atau Melaporkan PJU yang Mengalami Gangguan?

Permintaan pemasangan PJU atau pelaporan gangguan ditujukan kepada Pemda/Pemkot setempat selaku pengelola PJU. Masyarakat boleh memasang PJU sendiri setelah mendapatkan ijin tertulis dari Pemda/Pemkot setempat. Tanpa ijin tertulis, PJU tersebut dianggap PJU illegal dan termasuk kedalam pencurian listrik meskipun digunakan untuk masyarakat umum.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika masyarakat ingin memasang PJU secara swadaya setelah mendapat ijin secara tertulis antara lain:

  • Jarak antara titik lolasi lampu yang satu dengan lainnya antara 40m – 50m.
  • Daya lampu mercury maksimal 160 watt atau lampu hemat energi setara dengan lampu jalan kota atau lampu di kawasan perumahan (bukan tipe Rumah Sangat Sederhana atau RSS) yang dibangun oleh pengembang.
  • Daya lampu Tube Lamp (TL) maksimal 40 watt atau lampu hemat energi setara untuk jalan perkampungan atau pemukiman bagi perumahan tipe RSS.
  • Lampu penerangan jalan harus dipasang dengan menggunakan jaringan penerangan jalan tersendiri.

Kerugian Apa yang Mungkin Ditimbulkan Akibat Pemasangan PJU Secara Ilegal?

Kerugian yang mungkin ditimbulkan akibat pemasangan PJU yang tanpa koordinasi dengan Pemda/Pemkot setempat antara lain:

  • Tegangan listrik untuk pelanggan disekitar lampu jalan akan turun. Hal ini terjadi karena daya yang dialokasikan sudah disesuaikan dengan permintaan.
  • Listrik bisa sering padam karena peralatan PLN kelebihan beban
  • Merusak peralatan dan jaringan milik PLN
  • Dapat menimbulkan kebakaran jika pemasangan PJU tidak memenuhi prosedur.
  • Pasang baru dan Tambah daya tidak dapat dilayani karena beban peralatan PLN sudah terlalu berat (overload).

Aku berharap, melalui tulisan singkat ini, pembaca bisa mendapat sedikit gambaran menngenai PJU dan pihak-pihak yang berwenang memasang, mengelola, dan hal lainnya terkait PJU. (Amd.)

Setelah membaca artikel ini, kira-kira masih menyalahkan PLN jika ada jalan raya yang tidak memiliki PJU?

Kritik dan saran bisa dikirimkan melalui kolom komentar di bawah atau melalui email [email protected]

User Rating: 4.1 ( 1 votes)

Tahukah Kamu Arti lentang-2?

len·tang2 n bunyi keras seperti bunyi kaleng dipukul;

len·tang-len·tung v berbunyi seperti bunyi tong atau kaleng dipukul
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close