Nusagastory

Kursus Stir Mobil Di Unistama Salatiga | Hari Pertama

Minggu lalu, saat meeting di Semarang, salah satu pembahasannya adalah mengenai pembuatan game yang mirip dengan car parking. Saat itu juga, aku mendownload game yang dijadikan rujukan itu. Aku pun memainkan gami itu bebrapa hari untuk mendalami game play serta sistem gamifikasi-nya. Lha kok Ndilalah setelah beberapa hari main game itu aku malah kepingin bisa nyetir mobil. Aku pun langsung mendaftar di Unistama Salatiga. Aku mengenal Unistama ini sebetulnya sudah lama.

Biaya & Tatacara Pendaftaran

Siang itu, usai jum’atan, aku mengajak Widut dan Si K untuk pergi ke Unistama guna mendaftarkan diri sebagai peserta kursus stir mobil. Biaya kursus yang ditawarkan saat itu ada beberapa pilihan antara lain:

  • 3 kali pertemuan Rp275.000
  • 6 kali pertemuan Rp475.000
  • 10 kali pertemuan Rp700.000
  • 14 kali pertemuan Rp850.000
  • 16 kali pertemuan Rp925.000
  • 20 kali pertemuan Rp1.100.000

Aku memutuskan untuk memilih paket 20 kali pertemuan. Setelah mengisi formulir pendaftaran yang disediakan, aku langsung mentransfer biaya pendaftaran ke rekening Unistama. Setelah itu pulang tanpa mendapatkan bukti pembayaran.

Jadwal Latihan Stir Mobil

Berdasarkan brosur yang dikirimkan padaku, jadwal latihan nyetir fleksibel. Aku berasumsi kalau aku bisa menentukan sendiri jadwal nyetirnya tapi ternyata tidak. Jadwal itu ditentukan oleh pihak Unistama. Aku menunggu sampai hari senin belum mendapat kepastian jadwal hingga akhirnya menanyakan kembali perihal jadwal nyetir yang dibuatkan untukku. Akhirnya aku mendapatkan jadwal pertama pukul 11.00 WIB menggantikan jadwal milik orang lain yang tidak bisa hadir. Tapi sayangnya, jadwal itu diberitahukan padaku sangat mendadak. Setelah selesai persiapan aku pun segera meluncur ke Unistama dengan ngebut tapi tetap saja masih terlambat 15 menit.

Sesampainya di Unistama, aku langsung dikenalkan dengan pelatih nyetir yang bernama pak Eko. Aku meminta pertemuan pertama ini langsung 2 jam sekaligus namun ternyata tidak bisa karena pukul 12.00 adalah jadwal istirahat untuk pak Eko dan pukul 13.00 sudah ada jadwal melatih peserta kursus lain. Berdasarkan pengalaman ini, kalau mau memperpanjang durasi latihan sampai 2 jam (batas maksimal latihan sesuai yang tertera di brosur) harus menghubungi bagian pembuat jadwal, bukan instrukturnya langsung.

Materi Latihan Nyetir

Aku tidak tahu seperti apa materi yang biasa diajarkan oleh para instruktur saat hari pertama bagi peserta kursus yang tidak telat, hanya saja tadi pak Eko mengatakan kalau materi yang disampaikan saat ini diambil pucuk-pucuknya saja karena kalau tidak waktunya tidak mencukupi. Sebagai informasi tambahan, aku sampai ke Unistama sudah telat 15 menit, perjalanan dari Unistama ke lapangan Satlantas kota Salatiga (tempat latihan) sekitar 10 menit. Walhasil aku tinggal memiliki sisa waktu 35 menit.

Sesampainya di lapangan tempat latihan, aku langsung diminta gantian posisi sama pak Eko. Awalnya, aku mau geser lewat dalam tapi pak Eko memintaku untuk masuk ke tempat kemudi melalui pintu. Setelah aku berada di posisi kemudi, aku diminta untuk memakai sabuk pengaman dan setelah itu dikenalkan dengan panel-panel yang digunakan untuk mengemudikan mobil.

Praktikum pertama adalah menggeser kursi untuk menentukan posisi yang senyaman mungkin agar ketika mengemudi bisa melakukannya dengan leluasa. Awalnya, posisi kursi terlalu jauh ke belakang sehingga ketika menginjak panel kopling kakiku tidak sampai. Aku pun diminta untuk memajukan kursi sampai kakiku mampu menginjak panel kopling sampai mentok.

Praktikum kedua adalah memainkan handbraker. Aku diminta untuk mengaktifkan dan menonaktifkan handbraker untuk memahami cara kerjanya. Setelah itu baru dikenalkan dengan persneling dan memraktekkan cara memasukkan ke gigi 1 sampai lima, ataupun untuk berjalan mundur, Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya aku diminta langsung praktik menjalankan mobil.

Aku diminta menginjak panel kopling dan panel rem sampai mentok. Setelah itu diminta menurunkan handbraker. Setelah handbraker turun, aku diminta melepaskan injakan panel kopling sampai terasa ada getaran mesin. Setelah getaran mesin muncul maka aku diminta untuk melepaskan injakan pada panel rem. Setelah mobil berjalan perlahan maka panel kopling bisa dilepaskan sepenuhnya. Aku diminta memutari lapangan tanpa menyentuh panel gas sekalipun. Aku baru tahu kalau mobil bisa jalan tanpa diinjak panel gasnya. 😀

Setelah beberapa kali memutari lapangan berlawanan dengan arah jarum jam sambil belajar ngerem, pak Eko memintaku untuk membalikkan kemudi ke kanan sampai mentok untuk gantian memutari lapangan sesuai arah jarum jam. Aku masih belum bisa ngerem halus sampai latihan berakhir. Memundurkan mobil pun belum bisa halus. Masih menghawatirkan. haha

Kata Kunci

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: nusagates@gmail.com. Hubungi via 0822 2500 5825

Tanggapan Kamu?

Back to top button
Close