Nusagastory

Kursus Stir Mobil Di Unistama Salatiga | Hari Kedua

Jadwal kursus stir mobil hari kedua sebetulnya sudah diberitahukan sore hari sebelumnya melalui whatsapp. Hanya saja, pagi harinya, aku diminta ibu untuk bayar pajak terlebih dahulu di layanan pembayaran pajak keliling yang disediakan oleh pemkot Salatiga. Setelah menunggu beberapa saat layanan pajak tidak muncul juga, akhirnya aku pulang dan melanjutkan agenda berikutnya yaitu bertamu ke Qoryah Thoyyibah.

Sesampainya di Qoryah Thoyyibah (QT), mas Hanif sedang ada tamu. Aku pun menunggu tamu tersebut pulang baru kemudian menyampaikan maksud kedatanganku ke QT. Ngobrol dengan mas Hanif ternyata sangat menyenangkan sehingga membuatku lupa waktu. Pukul 10.58 aku bergegas pamit dari QT karena pukul 11.00 adalah jadwal latihan nyetir mobil. Aku pun ngebut menuju Unistama. Sesampainya di sana, aku masih telat 10 menit. 🤣

Setelah menandatangani absensi kehadiran, aku langsung diajak instruktur naik mobil menuju lapangan. Awalnya, aku kira lapangan samsat seperti pada pertemuan pertama. Tapi, ternyata lapangan yang dimaksud adalah Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Mobil yang kami tumpangi berhenti di dekat pintu masuk JLS di Blotongan.🚧

Instruktur kemudian mengenalkanku dengan instrumen-instrumen yang ada di dalam mobil. Mulai dari cara mengatur kaca tengah, membunyikan klakson, menyalakan reting, menyalakan lampu jarak jauh atau lampu dim, menaikkan dan menurunkan kaca pintu, mengunci pintu menggunakan central lock, mengatur kaca spion, menyalakan lampu hazard, dan lain sebagainya. Aku disuruh mempraktekkan satu persatu.

Selanjutnya, aku diminta untuk mengganti gigi menggunakan persneling secara acak. Ini merupakan test terhadap materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Setelah dirasa cukup, aku diminta untuk menjalankan mobil secara perlahan.

Aku injak kopling sampai mentok, aku injak rem sampai mentok, lalu aku turunkan handbraker. Setelah handbraker turun selanjutnya aku masukkan persneling ke gigi satu kemudian kulepaskan kopling sampai terasa ada getaran mesin kemudian kulepaska rem secara perlahan sampai penuh. Setelah mobil berjalan perlahan selanjutnya kulepaskan kopling sepnuhnya secara perlahan.

Setelah mobil berjalan stabil 🚗, aku diminta untuk menginjak kopling sampai penuh kemudian memasukkan persneling ke gigi 2. Setelah berhasil masuk ke gigi 2 selanjutnya kopling dilepaskan.

Drama terjadi ketika mendekati lampu merah aku malah menginjak pedal gas padahal seharusnya yang diinjak adalah pedal rem agar mobil berhenti. Tapi untungnya jarak dengan lampu merah 🚦 masih agak jauh. Pun jarak dengan mobil di depan masih jauh jadi masih bisa kukendalikan setelah diingatkan oleh instruktur.

Selain praktik cara memasukkan ke gigi lebih atas saat mobil sudah berjalan, latihan kedua ini juga diajari cara berhenti di pinggir jalan dengan posisi mobil lurus (tidak miring). Hal lain yang ditekankan oleh instruktur adalah saat mobil mau jalan harus menyalakan reting kanan meskipun tidak hendak belok ke kanan. Pokoknya setiap mobil mau jalan setelah berhenti di jalan harus menyalakan reting kanan dulu.

Kata Kunci

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: nusagates@gmail.com. Hubungi via 0822 2500 5825

Tanggapan Kamu?

Back to top button
Close