Nusagatech

Keuntungan Menggunakan VPS Dibanding Shared Hosting

Server adalah hal yang utama bagi blogger. Entah menggunakan hosted server pada layanan gratis yang disediakan suatu provider seperti Blogspot atau Google Site oleh Google, Worpress.com oleh Automattic, Sharepoint atau MSDN oleh Microsoft, atau lainnya. Server ibarat gudang penyimpanan sedangkan domain/subdomain alamat untuk menuju gudang tersebut.
Aku pernah mendaftar di ketiga layanan blog gratis yang disediakan oleh Google, WordPress, maupun Microsoft. Selain itu, aku juga memublikasikan tulisan di beberapa situs yang berupa User Generated Content seperti Kompasiana, Indonesiana Tempo, Medium, dan lainnya. Jadi, Nusagates bukanlah satu-satunya media untuk publikasi satu-satunya yang kumiliki.
Berawal dari penggunaan layanan blog gratis, aku banyak belajar mengenai dunia koding. Hal ini lama-lama membuatku berkeinginan untuk memiliki server sendiri untuk menyimpan data-data blog. Selain itu, server itu bisa kugunakan untuk belajar bahasa pemrograman server side terutama PHP dan MySQL.
Server yang kusewa pertama kali saat itu adalah shared hosting yang disediakan Sedudohost Nganjuk Jawa Timur. Menyesuaikan budget mahasiswa sekira 6 tahun yang lalu. Dari penyewaan server yang kujalankan hampir 2 tahun, aku banyak belajar mengenai konfigurasi Name Server, DNS Record, PHP, dan MySQL. Terlebih admin Sedudohost tidak segan-segan berbagi ilmu ketika konfigurasi yang kulakukan malah membuat server error. Dia tampak tak keberatan mengonfigurasi ulang server tersebut dan memberitahuku sekaligus mengenai kesalahan yang kulakukan. Jadi aku bisa belajar dari situ.
Seiring berjalannya waktu, server yang kubutuhkan meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah blog dan project yang kukerjakan. Setelah mencari bahan referensi, aku memutuskan untuk menyewa VPS untuk mewadahi semua kebutuhan server waktu itu. Layanan VPS yang pertama kali aku beli adalah VPS seharga $5 USD/bulan yang disediakan oleh Linode. Belum genap satu semester menyewa layanan tersebut, kebutuhan server terus meningkat hingga aku mengupgrade layanan tersebut menjadi $30 USD/bulan waktu itu.
Setelah project-project kurelease otomatis beban server berkurang. Aku pun kembali downgrade layanan untuk menyesuaikan kebutuhan dan budget. Sekarang, tinggal blog Nusagates saja yang kuhost di server yang kukelola. Yaitu di layanan Cloud yang disediakan oleh Google Cloud.
Setelah berkali-kali melakukan konfigurasi dan migrasi antar server (dari shared hosting ke VPS maupun sebaliknya) aku menyimpulkan beberapa keuntungan yang didapat ketika menggunakan VPS. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:

  •  Mudahnya upgrade maupun downgrade layanan sesuai kebutuhan maupun sesuai budget yang dimiliki
  • Jika tidak memiliki cukup uang untuk memperpanjang VPS maka layanan bisa distop sementara sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit hanya untuk sewa tempat bukan sewa infrastruktur
  • Bisa memilih operasi sistem (OS) sesuai keinginan
  •  Bisa memilih server (apache, nginx, litespeed, dll.) Sesuai keinginan
  •  Bisa memilih database server (Mysql, Oracle, SQlite, dll.) Sesuai keinginan
  •  Bisa dijadikan shared hosting (menjadi reseller hosting)
  •  Bisa memilih RAM, Disk, maupun resource lainnya sesuai kebutuhan
  •  Bisa memilih web panel (CPanel, Webmin, Virtualmin, dll.) Sesuai keinginan
  • Bisa shutdown sewaktu-waktu. Ketika ada percobaan DDOS atau SQL Injection, kita bisa shutdown server sementara sambil menyiapkan penangkal serangan
  • Bisa mendapat SSL gratis dari Let’s Encript (bukan Self Signed SSL yang ketika dibuka dibrowser mendapat peringatan sambungan tidak aman)
  • Bisa install bermacam-macam software sesuai kebutuhan
  • Harganya tidak jauh berbeda dengan shared hosting. Di Vultr harganya mulai $2.5/bulan, di Linode dan DigitalOcean mulai $5/bulan.
  • Potensi menanggung kesalahan orang lain sedikit. Kalau kita menggunakan layanan shared hosting ketika ada salah satu pengguna yang melakukan spamming dan hal negatif lainnya maka IP server kita akan ditandai sebagai negatif meskipun kita tidak melakukannya. Biasanya kalau IP ini digunakan untuk mengirim email akan dimasukkan ke dalam folder spam oleh Gmail. Kalau menggunakan VPS, potensi seperti itu sangat minim dan bahkan jarang terjadi
  • Bisa digunakan untuk remote desktop. Kalau kita mau reupload file besar bisa menggunakan VPS untuk menghemat paket data. Misal mau reupload software, video, music, dll.
  • Meningkatkan integritas blog dan ranking SEO

Sebenarnya masih banyak keuntungan menggunakan VPS karena kita memiliki akses full control terhadap server yang kita kelola tersebut. Namun cukup beberapa itu saja lah yang ditulis. Pegel. ?

Oh ya. Artikel ini bukan merupakan content placement, job review, ataupun artikel yang diperlombakan. Hanya sekedar tulisan berdasarkan pengalaman menggunakan shared hosting dan VPS.

Tinggalkan Balasan