Nusagates Notes

Ibarat Wong Legan Golek Momongan

Seperti biasanya, sehabis sholat maghrib, di musholla, aku dengan pak Du’i jagongan (ngobrol) ngalor ngidul tentang janda pengetahuan yang mengambang di benak. Pak Du’i adalah sarjana pertanian yang memiliki spesialisi pada geometri atau bangun ruang. Sedikit atau banyak, aku bisa mengimbangi pembicaraan pak Du’i meskipun kuliahku di jurusan Pendidikan Geografi tidak tuntas alias tidak lulus karena memang tidak ada niat. ????

Pak Du’i adalah orang yang unik atau paling tidak menurutku begitu. Kemahirannya dalam ilmu geometri diterapkan pada dunia fashion. Ia merancang berbagai macam model busana wanita menggunakan kaidah geometri bukan menggunakan kaidah rancang busana. Selain itu, keunikan pak Du’i lainnya yang membuatku geleng-geleng kepala adalah kepiawaiannya dalam teknik elektro. Sebelum perangkat pompa air otomatis beredar di pasaran, beliau telah membuatnya terlebih dahulu dan digunakan pada pompa air miliknya. Setelah perangkat pompa air otomatis beredar di pasaran, pak Du’i pun memodifikasinya dengan menambahkan switch (relay) untuk mengurangi beban tegangan pada perangkat tersebut sehingga tidak cepat rusak karena teganggan dialihkan pada switch. Pertimbamgannya sederhana: kalau perangkat otomatis itu rusak, harganya sekitar 60 ribu. Tapi kalau switchnya yang rusak, harga gantinya hanya sekitar 15 ribu.

Pak Du’i juga bercerita pernah membuat prototype lampu emergensi yang bisa menyala otomatis ketika ada pemadaman listrik hanya dengan modal kurang dari 100 ribu lampu emergensi yang terdiri dari 3 buah itu bisa menyala selama 8 jam dengan catatan penyimpanan catu daya terisi penuh. Penyimpanan catu daya menggunakan accu kering yang sudah didesain diisi secara otomatis ketika isinya tidak penuh dan berhenti mengisi ketika isinya penuh. Luar biasa.

Malam ini, aku bercerita pada pak Du’i kalau ingin istirahat menjadi freelancer pembuat website dan aplikasi android. Ada beberapa tawaran proyek yang kutolak karena ingin fokus membuat produk sendiri dan menjualnya. Mendengar cerita itu, pak Du’i menjawab, “iku ngono ibarate wong legan golek momongan”. Usaha yang jelas-jelas sudah berjalan dan mendapat sambutan dari pasar yang cukup bagus mau ditinggal hanya untuk membuat usaha lain yang pasarnya belum jelas. Kurang kerjaan banget. Jika ditinjau dari segi bisnis, jelas itu tidak tepat, kata pak Du’i.

“Rejeki iku ojo ditolak (rejeki itu jangan ditolak)”, kata pak Du’i melanjutkan. Aku hanya manggut-manggut saja mendengar masukan dari pak Du’i meskipun sebetulnya hati ini ingin berontak tapi apalah daya aku selalu kalah berlogika dengannya.

Ya wes, lah. Proyek pembuatan website untuk marketing perumahan yang ditawarkan tadi sore akan aku terima dengan sepenuh hati. Semoga ini bisa menjadi washilah untuk menambah istri barokah dalam menafkahi keluarga. Bisa juga untuk membuat give away lanjutan pada saatnya nanti. Amin… Amin… Bijahi sayyidil mursaliin.

Pencarian Terkait:

Tahukah Kamu Arti kondensasi?

kon·den·sa·si /kondénsasi/ n 1 Fis perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pd suhu udara di bawah titik embun; 2 Psi penggabungan dua ide atau lebih yg ada di bawah kesadaran dan muncul sbg ide tunggal pd kesadaran;me·ngon·den·sa·si·kan v membuat atau menjadikan kondensasi
Kata Kunci
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close