Hikmah di Balik Sejarah Berubahnya Arah Kiblat

Arah kiblat untuk sholat kaum muslimin adalah ke arah Ka’bah. Bukan ditentukan ke arah mata angin apakah barat, timur, utara, selatan atau tenggara. Tetapi dimana kita berada, maka arah kiblat-nya adalah dimana arah kabah ditinjau dari titik kita berdiri sebelum mendirikan sholat. 

Jika berada di Indonesia, maka arah kiblatnya adalah arah barat. Tetapi jika berada di Madinah, maka sholatnya tidak menghadap ke arah barat, melainkan ke arah Kabah, yaitu ke arah selatan, sebab Madinah berada di utara Mekah, kota tempat Kabah berdiri. 

Mentadabburi Al Quran membuat kita paham bahwa arah kiblat umat muslim pernah mengalami perubahan. Sejarah berubahnya arah kiblat ini terangkum dalam surat Al Baqarah ayat 142 hingga 145. Awalnya kiblat bagi umat muslim adalah ke arah Kabah atau Masjidil Haram. Kemudian ketika terjadi peristiwa hijrah ke Madinan, Allah memerintahkan kepada Rasulullah mengubah kiblat ke arah Baitul Maqdis. Menurut riwayat hadits hal ini terjadi selama kurang lebih enam belas bulan.

Selama enam belas bulan tersebut, Rasulullah merasa rindu untuk sholat menghadap ke Masjidil Haram. Berulang kali beliau mendongakkan wajah ke arah langit seolah menanti datangnya wahyu untuk mengubah arah kiblat ke Masjidil Haram. Allah mengabulkan harapan Rasulullah dan turunlah surat Al Baqarah ayat 142 agar kiblat sholat berubah ke arah Masjidil Haram.

Adalah masjid qiblatain (yang berarti dua kiblat) sebagai saksi sejarah perpindahan arah kiblat tersebut. Di masjid bersejarah ini terdapat dua mihrab di arah yang berbeda, yang menandakan dulu pernah menjadi tempat imam dengan kiblat yang berbeda, yaitu arah Baitul Maqdis dan Masjidil Haram. Diriwayatkan ketika Rasulullah dan pengikutnya sedang sholat berjamaah, di tengah sholat turun wahyu Allah untuk berubah kiblat. 

Terdapat dua pendapat ulama yang menyatakan bahwa sholat tersebut adalah sholat Ashar, sementara pendapat lain menyatakan bahwa saat berpindah kiblat terjadi ketika sholat Dhuhur. Ada ulama yang berpendapat bahwa ketika sholat berlangsung dan turun perintah berpindah kiblat, maka jamaah pun menyesuaikan rokaat berikutnya dengan berpindah tempat. Pendapat lain menyatakan bahwa jamaah sholat menghadap Baitul Maqdis diselesaikan terlebih dahulu empat rokaat, kemudian sholat jamaah diulang dengan arah kiblat menghadap Masjidil Haram.

Hikmah Berubahnya Arah Kiblat

Dalam tafsir Al Quran mengenai perpindahan arah kiblat ini mengandung beberapa hikmah yaitu:

  1. Bertambahnya pemeluk Islam dari kalangan Yahudi ketika kiblat kaum muslim menghadap ke arah Baitul Maqdis. Kaum Yahudi merasa bangga karena tempat bersejarah bagi ketiga pemeluk agama yaitu Islam, Nasrani dan Yahudi ini terpilih sebagai kiblat.
  2. Allah menguji kesungguhan orang-orang yang baru memeluk Islam dengan adanya perpindahan kiblat. Apakah mereka memeluk Islam secara kaffah (sepenuhnya) atau hanya karena arah kiblatnya saja. Dari peristiwa perpindahan kiblat inilah bisa dibedakan siapa yang benar-benar beriman dan bertaqwa dan siapa yang tergolong kaum munafik
  3. Allah tak pernah menganggap amalan kaum muslim sia-sia. Ketika turun perintah mengubah arah kiblat menghadap Masjidil Haram, sebagian muslimin merasa ragu dan khawatir atas sahnya sholat selama enam belas bulan yang menghadap Baitul Maqdis. Mereka merasa amalannya sia-sia, namun Allah menegaskan dalam surat Al Baqarah ayat 144 bahwa Allah tidaklah lengah atas apa yang mereka kerjakan, artinya amalan sholat selama menghadap Baitul Maqdis tidaklah sia-sia di sisi Allah.

Menentukan arah kiblat tidaklah sulit. Selain tidak perlu mengukur dan menghadap Masjidil Haram secara langsung, kini menemukan arah kiblat bisa dibantu dengan aplikasi MAQMUR. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis dari Google Play Store. Aplikasi yang  memuat Al Quran digital dan diperuntukkan bagi umat muslim ini dilengkapi fitur pengingat sholat, pencari arah kiblat dan jurnal ibadah. Istimewanya lagi aplikasi MAQMUR bisa membantu mengelola transaksi keuangan sesuai prinsip syariah untuk membayar zakat dan bersedekah.

Dengan aplikasi MAQMUR tak hanya arah kiblat yang didapat, tetapi juga membantu mempermudah niat beribadah sesuai syariat. Kini tak perlu bingung menemukan arah kiblat ketika harus mendirikan sholat di tengah perjalanan yang jauh dari masjid, sebab fitur arah kiblat dari MAQMUR membantu menemukan arah kiblat dengan tepat.

 

Tanggapan Kamu?