Eksperimen Sederhana – Bersatunya Minyak dan Air

Minyak dan air dikenal sebagai zat yang tidak bisa bersatu. Dua orang yang selalu bertikai seringkali dijuluki laksana minyak dan air. Jika tercampur dalam satu wadah, lapisan minyak tidak larut dalam air dan cenderung berada di bagian atas campuran. Namun minyak dan air bisa bersatu dengan kondisi tertentu. Eksperimen sederhana kali ini menjelaskan peristiwa bersatunya minyak dan air.

Alat dan Bahan Eksperimen Sederhana

Botol atau wadah kecil dengan tutup

Minyak goreng (bisa pakai minyak goreng bekas)

Air secukupnya

Beberapa tetes sabun cuci piring

Langkah Eksperimen Sederhana

1.Tuang air ke dalam wadah/botol bertutup secukupnya

Eksperimen Sederhana – Bersatunya Minyak dan Air 2
Eksperimen Sederhana – Bersatunya Minyak dan Air

2.Tuang minyak ke dalam wadah berisi air

3.Perhatikan apa yang terjadi. Lapisan minyak berada di bagian atas air.

4.Tutup wadah, kocok beberapa saat.Larutan minyak akan pecah namun segera bersatu kembali tapi tetap tak bisa menyatu dengan air

5.Tambahkan dua tetes sabun cuci piring ke dalam campuran minyak dan air

6.Tutup wadah, kemudian kocok beberapa saat

7.Lihat apa yang terjadi. Minyak dan air bersatu membentuk larutan berwarna keruh.

Penjelasan Eksperimen Sederhana

Minyak dan air tidak bisa bersatu karena sifat molekulnya yang berbeda. Molekul air disebut molekul polar. Molekul polar adalah molekul yang salah satu jungnya bermuatan positif dan ujung lainnya bermuatan negatif. Polar membentuk ikatan antar molekul hydrogen yang kuat satu sama lain.

Minyak memiliki jenis molekul non-polar. Molekul minyak hanya bisa bersatu dengan molekul non-polar lainnya. Maka air dan minyak tidak dapat bersatu dan saling mengikat karena jenis molekulnya berbeda. Namun ketika ditambahkan sabun cuci piring dan dikocok, minyak bisa bercampur dengan air. Hal ini terjadi karena sabun merupakan senyawa yang memiliki molekul berujung polar dan ujung lainnya berujung non polar. Molekul polar dan non polar pada sabun ini menjadi pengikat antara minyak dan air. Dalam hal ini sabun disebut sebagai senyawa pengemulsi. Keberadaan emulsi sangat dibutuhkan untuk mencampur dua larutan yang sulit bersatu. Sifat sabun yang bisa mengikat minyak sangat berguna ketika digunakan untuk mencuci piring dan perabotan memasak yang penuh dengan bekas minyak.

Sampaikan pendapatmu di sini.
Dwi Aprilytanti
Dwi Aprilytantihttp://www.braveandbehave.blogspot.co.id
Ibu rumah tangga dua putra. Sekaligus berkarya sebagai penuls lepas dan wirausaha. Memiliki blog tapi mungkin belum pantas disebut blogger, Alumni Danone Digital Academy 2021 (Kompasiana) Tinggal di Sidoarjo.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit