Cerita Anak: Berdamai dengan Ular Sawah

Pada sore hari, setelah kejadian si Oni merusak kamar Kani itu, nenek mengajak Oni mencari Ula yang mengancam mau memangsanya. Nenek ingin mendamaikan mereka.

Saat itu, si Ula sedang bersembunyi dari sengatan matahari di bawah tumpukan jerami kering. Mendengar ada sesuatu yang mendekat, dia langsung bersikap siaga untuk bersiap-siap kalau ada bahaya mengancam.

Nenek menghampiri Ula yang tampak gusar melihat kedatangannya bersama Oni tanpa membawa telurnya. “Mau apa kalian?” tanya Ula sambil mengeluarkan ujung kepalanya dari tumpukan jerami.

“Apa benar telurmu hilang?” tanya nenek santai.

“Iya. Dia telah mengambilnya.” kata Ula sambil mendesis keras.

“Apa buktinya kalau Oni yang mengambil telurmu?” Selidik nenek.

“Aku tidak punya bukti. Tapi aku sangat yakin kalau dia yang mengambil telurku. Hanya dia yang tahu di mana aku menyimpan telurku”

“Hei! Kamu jangan menuduh sembarangan tanpa bukti!” Sergah Oni yang merasa aman dalam perlindungan nenek.

“Lalu siapa lagi kalau bukan kamu?” tanya Ula.

Mereka pun beradu mulut sengit untuk membuktikan siapa yang salah sebenarnya.

Nenek melerai mereka agar pertikaian itu segera berakhir.

“Ula, aku akan membantumu mencari telurmu. Tapi selama itu, jangan sakiti Oni. Apalagi sampai memangsanya” Nenek mengajak membuat perjanjian dengan Ula.

“Baiklah, nek.” Jawab Ula menyetujui perjanjian yang ditawarkan nenek.

Nenek sangat dihormati oleh hewan-hewan yang hidup di hutan itu karena sering memberi mereka makan dengan cuma-cuma. Oleh sebab itu si Ula pun bersedia mengiyakan perjanjian itu meskipun sebetulnya ia masih sangat marah pada si Oni.

Sore itu, Oni dan nenek pulang ke rumah dengan perasaan lega. Berkali-kali Oni berterimakasih pada nenek.

Tanggapan Kamu?