Catatan Monetize Blog; Agar Blog tetap Menghasilkan

4
Catatan Monetize Blog; Agar Blog tetap Menghasilkan
Catatan Monetize Blog; Agar Blog tetap Menghasilkan

Ngeblog sekarang sudah menjadi profesi yang sudah dikenal oleh khayalak. Bahkan tidak sedikit yang hanya fokus ke blog saja, alias menjadi pendapatan utama. Kerjasama di blog yang sudah tinggi ratingnya di mesin pencari tidak main-main, mereka butuh surat perjanjian kerjasama untuk memastikan bahwa pekerjaan dikerjakan sesuai dengan brief yang telah disepakati.

Seberapa menggiurkannya blog yang dipelihara dengan profesional dan serius? Beberapa mastah adsense ramai-ramai upload ss penghasilan adsense yang menyentuh tiga digit dalam satu bulan. Iya, tiga digit, tetapi kamu harus mengulik latar belakang mastah tersebut jika ingin mengikuti jejaknya. Mereka bekerja dengan profesional bersama tim yang sudah dibentuk agar menghasilkan konten yang berada di halaman awal mesin pencari. Di tahap ini, blogger sudah membutuhkan software akuntansi untuk mengelola keuangannya. Ehemmm, jangankan yang sudah mastah, yang masih merangkak menuju mastah saja harus sudah mengelola sejak dini, ya.

Its’ all About ISTIQOMAH, Telaten, Tekun, Terus-Menerus

Dalam urusan apapun, ngaji, bakulan, ngajar, bahkan ngeblog pun, istiqomah adalah kunci untuk meraih kesuksesan. Mengalahkan ilmu yang setinggi langit. Meski ilmu tentang perbloggingan sundul langit, jika tidak istiqomah update blog, enggak bakal ada perkembangan apa-apa di blog.

Sudah menjadi rahasia umum, Google sangat menyukai blog yang rajin update. Enggak cuma Google ding, semua platform juga menyukai akun yang rajin update. Blog bagus dengan detail konten yang mendalam namun updatenya setahun sekali, bakal kalah dengan blog dengan konten mendalam yang updatenya teratur.

Kami butuh 7 tahun untuk belajar tentang blog, bahkan akan terus belajar karena ilmu blogging terus-menerus diperbaharui. Kami butuh 4 tahun update blog hingga bisa menghasilkan seperti sekarang. 4 tahun pertama penghasilan blog masih megap-megap, kadang ada kadang enggak. Bahkan tahun pertama kami masih tekor bandar karena harus membayar hosting dengan kocek pribadi, padahal saat itu penghasilan tetap belum punya. Heuheu.

So, istiqomah, konten planer mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk melatih ketekunan ngeblog. Cukup banyak pilihan alat untuk membantu membuat konten planner; keyword planner milik Google maupun keyword planner milih pihak ketiga. Aku pribadi menggunakan beberapa tools untuk research keyword. Kadang juga asal nulis saja enggak pake riset dulu. Selain melatih ketekunan ngeblog, konten planner juga membantu kita agar blog tetap sesuai dengan jalurnya.

Kalau lagi males gimana? Ya nikmati saja malesnya. Hahaha, malah unmotivated gini ya? Aku pernah males ngeblog, kunikmatin malesnya, menikmati hobi lain atau bahkan sekedar rebahan dan… kangen ngeblog lagi. Begitu terus. Yang bikin kangen ngeblog itu duwitnya. Eh gimana.

Upgrade Ilmu, Dunia Digital Sangat Cepat Update

Dunia digital sangat cepat update-nya. Aku sampai enggak ngeh jika Google memperbaharui algoritmanya. Alat-alat ngeblog semakin hari semakin beragam dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Blogger wajib upgrade ilmu agar bisa mengikuti perkembangan dunia digital yang sangat cepat.

Selalu cari ilmunya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengikuti suatu teori atau alat. Selalu pelajari apa kekurangan dan kelebihan lat tersebut. Jangan mengandalkan ikut-ikutan yang bisa merugikan kita. Jangan mengikuti sesuatu hanya karena pengen kebanyakan blogger menggunkan alat tersebut. Pelajari fungsinya, pertimbangkan apakah kita membutuhkannya.

Enggak harus tiap hari upgrade ilmu, kok. Aku pribadi upgrade ilmu lebih banyak sambil rebahan. Sering-sering ngobrol dengan anggota komuitas bloggig, banyak insight yang bisa kita dapatkan dengan mengobrol bersama teman se komunitas. Jangan sungkan untuk bertanya. Komunitas Blogging sudah cukup banyak yang memiliki WhatsApp Group untuk saling support antar anggota.

Bagaimana dengan teori-teori yang segambreng? Buat keputusan, mana yang perlu diikuti, mana yang cukup tahu saja. Aku pribadi mensortir mana yang akan kuikuti dan tidak kuikuti dengan diskusi bersama abah K. Iya, pillow talk kami lebih sering ngobrolin kerjaan.

Tidak Ada yang Instan, Semua Butuh Proses

Untuk memonetize blog, tidak ada langkah yang instan. Semua buth proses. Proses Google untuk merayapi konten blog. Proses blog untuk memenangkan persaingan dengan konten blog lain. Juga proses blog untuk memperoleh rating yang tinggi, dan dikenal oleh orang-orang yang membutuhkan backlink maupun revies dari blog kita.

Berapa lama sih prosesnya?

Wallahua’lam, masing-masing blogku membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang satu tahun sudah dilirik oleh brand, ada yang sudah 3 tahun masih berjuang terseok-seok. Wkwkwkwk. Nikmati prosesnya, kelak akan menjadi cerita yang indah untuk dikenang.

***

Perjalanan memonetize blog ini juga tidak seindah yang kutulis. Cukup banyak drama di back the stage-nya. Pernah juga aku ngambeg ke suami karena ditegur males nulis. Kami juga pernah berantem karena ada masalah di blog sementara abah K enggak gercep memperbaiki. Hahaha

Sampaikan pendapatmu di sini.

Tanggapan Kamu?