Ilustrasi typo
Nusagatech

Cara Mengoreksi Typo Pada Artikel

Typo adalah kesalahan ketik saat menulis. Di bawah ini adalah pengertian typo menurut Wikipedia:

Kesalahan tipografi atau galat tipografi (dalam bahasa Inggris biasa disingkat typo) adalah kesalahan yang dibuat pada saat proses mengetik.

Sore ini, aku melihat statistik pencarian Nusagates. Ada 2 kesalahan ketik keyword yang membuatku tersenyum. Keyword pertama adalah cara meluhat passwort du gpon home gateway dan yang kedua cara melihat passwird lewat gpon home gateway androud.

Typo adalah hak segala penulis dengan segala kelucuannya. Terkadang, typo memang membuat penulis malu namun di lain kesempatan typo bisa menjadi alat untuk mendongkrak trafik.

Salah satu kelucuan artikel tentang typo yang pernah kubaca adalah artikel buatan Arlian Buana yang diterbitkan di mojok.co dengan judul Sebagaimana Plesetan, Typo Juga Bisa Jadi Komedi.

Bagaimana Cara Mengoreksi Typo Pada Artikel?

Sesuai pengalaman, typo bisa dikoreksi dengan mudah jika kita mengetik artikel dalam bahasa Indonesia menggunakan Microsoft Word dengan settingan spell checker bahasa Indonesia. Semua jenis kesalahan ketik (kata yang tidak dikenali oleh Microsoft Word) akan ditandai dengan warna merah. Tapi hal itu masih ada kekurangan karena Microsoft Word tidak bisa membedakan antara makan dengan makin, bisa dengan bias, kamis dengan kamus, dll. Jadi, masih ada cela typo jika menggunakan spell checker.

Selain menggunakan Microsoft Word, aku biasa mengoreksi typo pada artikel yang kutulis menggunakan Google Translate. Cara ini kulakukan jika sedang malas buka Microsoft Word. Cara mengoreksi typo menggunakan Google Translate yang sering kulakukan adalah sebagai berikut:

  1. Atur terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab atau bahasa yang tidak menggunakan huruf latin lainnya.
  2. Paste artikel di kolom yang disediakan Google Translate kemudian lihat hasil terjemahannya apakah ada kata yang masih menggunakan huruf latin. Kalau masih ada bearti kata-kata itu yang perlu dicurigai sebagai hasil typo.
  3. Ubah bahasa terjemahan ke dalam bahasa Inggris (sesuai bahasa yang kupahami untuk memudahkan koreksi).
  4. Lihat hasil terjemahan dan baca dengan teknik baca cepat untuk mendapatkan kalimat yang rancu. Kalau ada kalimat dalam bahasa Inggris yang rancu ada kemungkinan typo di sana.

Namun, namanya alat tetap ada kekurangannya. Kekurangan Google Translate untuk mengoreksi typo sebagaimana pengalaman adalah kerancuan kalimat tidak hanya disebabkan oleh adanya typo namun juga dikarenakan penyusunan kalimat yang tidak sesuai standar EYD.

Berdasarkan pengalaman (lagi), menulis artikel yang disesuaikan dengan EYD akan membuat artikel bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menggunakan Google Translate mendekati akurat. Jika seperti ini, mengoreksi typo menggunakan Google Translate akan jauh lebih mudah.

Begitulah pengalamanku dalam mengoreksi typo pada artikel. Jika ada teman yang memiliki pengalaman lain mohon kiranya sudi berbagi denganku atau menuliskan link artikelnya di kolom komentar kalau sudah dijadikan artikel. ☺

Tinggalkan Balasan