Nusagatizen

Cara Membuat Watermark Gambar Otomatis di WordPress

Watermark adalah suatu gambar atau pola yang diletakkan pada suatu dokumen untuk mencegah adanya pemalsuan dokumen tersebut. Seiring berjalannya waktu, Watermark tidak hanya digunakan pada dokumen-dokumen yang dicetak namun, watermark juga digunakn untuk melindungi konten-konten digital seperti gambar, video, ataupun bentuk file digital lainnya.

Maraknya aksi pencurian konten digital secara ilegal membuat author atau orang yang memegang hak cipta perlu membuat suatu sistem keamanan untuk hasil karya yang dimilikinya. Kecuali orang tersebut memang sengaja membuat suatu karya untuk open source dan membolehkan orang lain menggunakan hasil karyanya dengan atau tanpa mencantumkan sumber atau referensi hak ciptanya.

Seorang blogger kreatif yang suka mempublikasikan hasil karyanya yang unik dan menarik sering kali menjadi sasaran pencuri konten menggunakan tool AGC maupun diduplikat secara manual. Hal ini akan merugikan banyak pihak. Pertama tentu pembuat konten, kedua pencari konten, dan ketiga alat pencari (search engine) yang harus menambah beban server untuk menyimpan data duplikat. Untuk itu, sebagai blogger, jika ingin menurunkan resiko kontennya dicuri adalah dengan memproteksi kontennya dengan teknologi atau tool-tool yang sudah tersedia maupun membuatnya sendiri.

Pada kesempatan ini, pembahasan mengenai cara memproteksi konten blog hanya sebatas pada membuat watermark gambar otomatis di blog WordPress. Kenapa WordPress? Karena tutorial ini akan menjelaskan cara membuat watermark gambar otomatis tersebut menggunakan plugin WordPress.

Plugin yang bisa digunakan untuk membuat watermark pada gambar-gambar yang diupload di WordPress salah satunya adalah Image Watermark yang dibuat oleh dFactory.
Fitur yang ditawarkan plugin Image Watermark ini cukup banyak, yaitu:

  • Bulk watermark – Membuat Watermark pada gambar secara masal.
  • Memberi watermark pada gambar yang sudah diupload
  • Mendukung ekstensi PHP GD LIbrary dan ImageMagic
  • Image backup – gambar asli bisa dibackup sehingga ketika watermark dihapus bisa dikembalikan sesuai aslinya.
  • Menghapus watermark
  • Menentukan lokasi watermark secara fleksibel
  • Preview gambar watermark
  • Mengatur offset watermark
  • memilih gambar-gambar yang diuplod pada tipe pos (custom psot type) yang akan diberi watermark atau memilih menambahkan watermark saat mengupload gambar.
  • memilih salah satu dari tiga pilihan ukuran watermark, yaitu original (ukuran asli), custom(disesuaikan secara manual) or scaled (disesuaikan berdasarkan skala gambar)
  • Mengatur transparansi atau opasiti watermark
  • Memilih format watermark antara baseline atau progressive
  • Mengatur kualitas gambar
  • Mengunci gambar agar tidak bisa dicopy dengan cara drag-drop
  • Non-aktifkan klik kanan pada gambar
  • Non-aktifkan proteksi gambar untuk pengguna yang sudah masuk (login)
  • Fle .pot untuk penerjemahan bahasa disertakan

Cara Membuat Watermark Gambar Otomatis di WordPress

  1. Install Plugin Image Watermark melalui dashboar wordpress dengan cara menambahkan langsung dari direktori WordPress atau menguploadnya manual. Jika ingin menguploadnya manual, silahkan download terlebih dahulu plugin Image Watermark di sini.
  2. Setelah plugin diinstall selanjutnya aktifkan plugin tersebut.
  3. Buka pengaturan plugin melalui menu Pengaturan/Settings – Watermark.
  4. Aktifkan opsi Watermark yang ada di halaman pengaturan tersebut.
    Membuat watermark gambar otomatis di WordPress 1
    Mengaktifkan Watermark Gambar di WordPress
  5. Mengatur letak atau posisi Watermark
    Membuat watermark gambar otomatis di WordPress 1
    Memilih letak atau posisi gambar watermark beserta ofsetnya
  6. Mengupload gambar yang akan digunakan untuk watermark
    Membuat watermark gambar otomatis di WordPress 1
    upload gambar yang mau digunakan sebagai watermark
  7. Atur juga pengaturan lainnya sesuai keinginan. Setelah itu simpan pengaturan.
  8. Setelah pengaturan disimpan, selanjutnya silahkan pergi ke Media Librari, centang satu atau beberapa gambar dan lihat hasilnya. Coba juga upload gambar baru untuk melihat apakah plugin ini sudah berfungsi dengan baik atau belum.
  9. Setelah benar-benar yakin plugin ini berfungsi di bagian admin selanjutnya coba lihat apakah juga berfungsi di halaman blog. Entah itu di single artikel atau di thumbnail.
Catatan: Plugin ini bisa tidak berfungsi dengan baik jika blog yang kita miliki menggunakan layanan CDN untuk gambar. Aku telah membuktikan sendiri ketika Photon yang disediakan oleh Jetpack diaktifkan, watermark di halaman beranda maupun artikel tidak mucul meskipun watermark itu muncul dengan baik di halaman admin.

Sekian dulu artikel mengenai cara membuat watermark otomatis di WordPress ini. Jika ada update plugin akan update juga artikel ini sesuai informasi terbaru yang diterima.

Cheers
Nusagates

Tahukah Kamu Arti belis-2?

be·lis2n

maskawin (di Sumba): besar kecilnya pembayaran -- biasanya bergantung pada tawar-menawar
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close