Nusagatizen

Bukti Kesombongan: Merasa Ada Yang Lebih Buruk Dari Dirinya

ﻣﺎﺩﺍﻡ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﻈﻦ ﺃﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻦ ﻫﻮ ﺷﺮ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﺘﻜﺒﺮ

Selama seorang hamba mengira pada mahluk bahwasanya ada yang lebih buruk darinya, maka ia orang yang sombong

Manusia hidup di dunia ini dibekali dengan tubuh (fisik), akal (fikiran), dan hati (perasaan). Ketiganya, masing-masing memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit sesuai dengan jenisnya.

Penyakit fisik sudah banyak kita ketahui. Para ahli medis di seluruh dunia seakan berlomba untuk menemukan jenis penyakit baru dan mencari cara untuk mengobatinya. Begitu pula dengan penyakit mental yang bersumber dari fikiran, para psikolog maupun psikiater sama-sama bersatu padu untuk menemukan jenis penyakit baru dan mencari metode yang tepat untuk mengobati penderitanya. Paling tidak untuk mengurangi efek buruk yang diderita oleh penderitanya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mengenai penyakit hati, kita juga sudah diajari sejak di sekolah dasar mengenai sifat-sifat tercela dan sifat-sifat terpuji. Hanya saja apa yang kita pelajari itu hanya sebatas menjadi pengetahuan bagi kita. Tidak menjadi ilmu yang dapat kita rasakan faidahnya dengan mengamalkannya.

Seorang ulama berkata,

“Buahnya ilmu adalah amal. Ilmu tanpa amal adalah gila dan amal tanpa ilmu adalah sia-sia”

Ketidakmampuan kita mengamalkan ilmu yang didapat membuat kita kesulitan mendiagnosa adanya penyakit yang diderita oleh hati. Sering kali kita mudah menganggap orang yang tidak sepemikiran dengan kita lebih buruk dari kita. Bahkan! Menganggap seseorang yang jelas-jelas telah melakukan kemaksiatan dan dosa sebagai orang yang lebih buruk dari kita adalah bukti nyata bahwa kita memiliki penyakit sombong.

Ada baiknya suatu waktu kita berkunjung kepada ulama yang memikili kemampuan sebagai mursyid untuk mengobati berbagaimacam penyakit hati yang kita derita. Sebelum semuanya terlambat dan penyakit itu semakin parah karena tidak mendapat penanganan yang tepat seperti penderita darah tinggi yang setiap hari makan sate kambing menganggap penyakitnya itu akan sembuh berkat vitamin yang ada di dalam sate. Tetapi kenyataannya malah sebaliknya.

Kata Kunci

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: budairi@nusagates.com. Hubungi via 0822 2500 5825

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Adblock Terdeteksi

Tampaknya kamu menggunakan Adblock. Iklan kami aman dan tidak mengganggu kamu mengunjungi blog ini. Sudilah kiranya mematikan Adblock untuk blog ini untuk mendukung kami.
Lewat ke baris perkakas