Nusagachild

Belajar Membaca Dengan Gambar

Sebuah Catatan Pendidikan Anak Usia Dini

Membaca adalah hal yang sangat penting untuk dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Kebiasaan membaca yang sudah ditanamkan sejak dini itu dapat membantu anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya di kemudian hari. Di samping itu, melalui kegiatan membaca, kita juga bisa memetakan kesukaan anak dak kecenderungan-kecenderungan yang dimilikinya. Pendalaman karakter yang dimiliki anak oleh orang tua berguna untuk menentukan pendidikan apa dan bagaimana yang akan diberikan pada anak di waktu yang akan datang. Aku sendiri menilai bahwa membaca dapat membantuku mendalami karakter anak yang akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian di bawah.

Membaca Tidaklah Harus Berupa Huruf

Dulu, aku mengartikan kalau belajar membaca bearti adalah belajar mengenalkan anak pada huruf, mengajari mengeja, dan menyusun kata. Namun seiring berjalannya waktu dan mengalami sendiri proses pendampingan pada anak saat ini, aku menyadari bahwa anggapanku itu salah. Belajar itu bisa diartikal lebih luas lagi.

Si K belum bisa membaca. jangankan mengeja, lha wong nama-nama huruf saja ia belum tahu. Akan tetapi setiap ia diajak membaca buku, ia antusias. Ia mengenali buku-buku dengan pembahasannya masing-masing. Misalnya ketika ia diminta mengambil buku geografi maka ia akan dapat melakukannya. Jika ia tidak tahu, memorinya bisa dipancing dengan trigger “buku gunung meletus” maka ia akan dapat menemukan buku geografi itu di tumpukan buku di meja atau di dalam lemari.

Melalui buku-buku itu, si K bisa belajar membaca bentuk, membaca warna, membaca spasial (ruang), membaca (read) memorinya sendiri setelah diisi (write) pada kegiatan membaca sebelumnya. Huruf sebetulnya juga merupakan gambar atau dalam bahasa akademis disebut dengan simbol atau karakter. Untuk itu, membaca tidaklah melulu harus berkutat pada huruf. Simbol-simbol lain yang sudah dapat diindera olehnya secara langsung akan lebih mudah diterima anak dalam kegiatan belajar membaca itu.

Gambar Lebih Menarik Dan Mudah Diingat

Kenapa gambar ayam lebih mudah diingat dibanding dengan tulisan kata ayam? Jawabannya tentu sudah banyak tersedia di internet. Aku tidak akan membahasnya di sini karena itu bukanlah tujuan dari sub pembahasan ini.

Aku merasa kalau membaca bukanlah skill dasar yang  urgen untuk dikenalkan pada anak. Alasannya sederhana, tanpa bisa membaca, si K sudah bisa menggunakan gadget. Ia bisa membuka handphone, membuka aplikasi Youtube, mengirim dan memainkan pesan suara di Whatsapp, dan lain sebagainya. Intinya, ia sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa harus bisa membaca terlebih dahulu.

Hal yang ingin aku tekankan pada saat ini adalah penguatan karakternya. Membaca adalah salah satu yang penting untuk aku tekankan. Entah hanya untuk mengenalkan gambar-gambar hewan, anggota tubuh, alat musik, aneka jenis tumbuhan, unsur-unsur pembentuk lingkungan, dan lain sebagainya.

Membaca Huruf Bukanlah Satu-Satunya Cara Mendapat Pengetahuan

Berdasarkan pengalamanku, membaca huruf tidaklah satu-satunya jalan untuk mendapat pengetahuan baru. Seringkali aku membaca tulisan-tulisan bahasa China, Jepang, India, dan tulisan menggunakan karakter asing lainnya yang tidak aku pahami tapi bisa mendapat ilmu dari sana melalui gambar yang ilustratif. Misalnya kalau mau flash gadget atau mengisntal ulang sistem operasi HP Android yang diproduksi oleh perusahaan Cina.

Pernah ke ATM? Apakah pernah membaca buku petunjuk cara menggunakan ATM? Pernah mengirim atau menerima pesan melalui WA? Pernah membaca cara untuk melakukan hal itu? Pernah mengirim atau menerima screenshoot (tangkapan layar) untuk menjelaskan sesuatu? Si K belum bisa membaca tapi ia sudah bisa membedakan mana uang yang lebih besar nominalnya dari tumpukan beberapa uang yang memiliki nominal berbeda-beda.

Huruf Sangat Terbatas Untuk Menjelaskan Sesuatu

Pernahkan menggunakan emoticon, smily, atau gambar gerak untuk menegaskan suatu hal atau mengganti suatu kata? Pernahkan merasa kesulitan untuk mengatakan sesuatu atau menggambarkan suatu keadaan? Pernahkan merasa sangat sulit untuk mengatakan rasa cinta, sayang, kangen, dan lain sebagainya lalu mengganti kata-kata itu dengan sebuah gambar yang sederhana?

Perasaan seringkali sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Rasa terimakasih, sayang, benci, dan lain sebagainya akan sangat sulit ditulis atau diucapkan dengan kata-kata tapi bisa sangat mudah diekspresikan melalui suatu gambar. Untuk itulah mindset untuk mewajibkan anak bisa membaca sejak dini sebetulnya perlu dievaluasi. Kalau memang ia belum butuh ilmu untuk membaca huruf ya biarkan saja. Kalau memang ia sudah membutuhkan hal itu ya kita berikan dengan sebaik-baiknya.

Memilih Huruf Yang Tepat

Hidup di Indonesia yang secara resmi menggunakan karakter latin untuk penulisan bahasanya dalam kehidupan  sehari-hari tentu karakter atau aksara itu yang seringkali dipilih untuk diajarkan anak pertama kali. Selain aksara latin, sebagian orang tua juga memaksa anak untuk belajar huruf hijaiyyah. Mungkin yang keturunan Tionghoa juga mengajari anaknya mengeja aksara-aksara han. Yang keturunan Rusia dan sekitarnya mengajari huruf silirik. Yang keturunan Jawa mungkin juga mengajari aksara Jawa. Apakah semuanya itu benar-benar urgent dan sangat dibutuhkan? Kalau tidak, mengapa pula dijejalkan semuanya pada ia masih berusia dini? Bukankah lebih baik mengajari mereka saat ia sudah benar-benar membutuhkannya? Atau paling tidak bertahap.

Tidak dipungkiri kalau ada anak yang sangat cerdas dan bisa dengan cepat menguasai beragam aksara sekaligus bahasanya. Tapi perlu dilihat pula prakondisinya bagaimana. Jangan asal saja mengatakan “dia bisa pasti anakku juga bisa”. Kita harus ingat bahwasannya setiap anak memiliki karakternya masing-masing, memiliki kesukaannya masing-masing, memiliki keterbatasannya masing-masing, memiliki kondisi psikologis masing-masing, kondisi keuangan, harmonisasi keluarga, dan lain sebagainya yang tidak selalu sama antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk itu, kita mungkin tidak akan selalu bisa mengajari anak sebagaimana orang lain mengajari anak mereka. Meskipun bisa, hasilnya mungkin tidak akan sama.

Tahukah Kamu Arti cumengkling?

cu·meng·kling Jw a nyaring atau lantang, tetapi empuk dan sedap didengar (tt suara)
DMCA.com Protection Status
Kata Kunci
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825
Close