Nusagatizen

Ahok Masih Terpopuler

Aku teringat sabda Baginda Nabi yang kurang lebih artinya seperti ini, “barang siapa menyukai sesuatu maka dia akan banyak menyebutnya”.

Di sisi lain, seorang Sufi membuat sebuah puisi tentang kondisi batinnya yang intinya ia selalu rindu pada kekasihnya. Di mana pun ia berada, bersama siapapum, dalam kondisi apapun, yang dibicarakan selalu tentang kekasih, dia tidak akan duduk bercengkerama dengan kawan kerabatnya kecuali membicarakan kekasih.

Lalu, apa hubungannya puisi sang sufi dengan sabda baginda Nabi? Sebenarnya tidak ada hubungannya. Hanya saja ada hal yang mirip yaitu “sering menyebut”. Nama Ahok ini, saat ini mungkin merupakan nama yang paling trend di Indonesia. Namanya disebut hampir di mana-mana. Warung kopi, pasar, bengkel, pom bensin, kampus, lokalisasi, mimbar, Facebook, Youtube, di sini, dan tempat lainnya silih barganti digunakan untuk menyebut nama Ahok. Sehingga nama ini menjadi sangat populer.

Terkadang, karena sangking cintanya pada Ahok, seseorang menyebutnya dengan panggilan sayang, misalnya dengan sebutan Ahoek, Ahoak, ataupun lainnya. Sebagian yang lain mengganti nama Ahok dengan nama binatang. Yang terakhir ini mungkin sudah masuk ke maqom Jadzab. Pecinta Ahok sudah tidak bisa membedakan lagi antara Ahok dengan bukan Ahok. Atau memang karakter pecintanya seperti anak-anak alay yang sedang jatuh cinta. Mereka sering memanggil pacarnya dengan julukan tertentu. Bahkan menggunakan nama hewan sekalipun. Hal ini biasanya dilakukan untuk menyembunyikan gengsi.

Di Kompasiana, sidebar yang berisi artikel terpopuler, semuanya diisi dengan artikel yang tentang Ahok ataupun yang berhubungan dengannya. Aku sempat curiga jangan-jangan banyak kompasianer yang sudah terjebak oleh perangkap cinta Ahok. Sehingga, hampir di setiap lininya membahas tentang Ahok. Cinta itu seakan menggema.

Terakhir, aku ingin mengatakan, “selamat bersenang-senang, koh Ahok! Jangan lupa sarapan”.

Tahukah Kamu Arti potong?

po·tong 1 n penggal; kerat: bambu dua --; tiga -- daging; 2 ark n kata penggolong bilangan bagi berbagai-bagai benda (spt baju, kain, bungkusan, dan barang): dua -- kain celana; kain baju satu --; 3 v cak memotong (mengerat, memenggal, menyembelih): tukang --; orang yg memotong, menyembelih;-- hidung rusak muka, pb perbuatan kurang baik pd kaum keluarganya sendiri sehingga dia sendiri juga mendapat malu;-- ayam jenis sumpah pd orang Cina; -- berponi berpangkas rambut secara poni; -- busur cara memotong pelat baja dng menggunakan panas yg dihasilkan oleh busur listrik; -- kompas cak memintas jalan; -- kuku Tern merapikan kuku hewan dng jalan memotong, dan menghilangkan lapisan kuku, terutama pd sapi perah krn hidupnya di kandang saja sehingga kuku cepat panjang; -- kulup khitan; -- leher 1 memenggal leher; 2 ki dng sengaja menghilangkan mata pencaharian sendiri; -- paruh Tern memotong ujung paruh unggas, -- tahanan mendapat pengurangan waktu hukuman penjara bagi tersangka yg menjalani masa penahanan selama proses pengadilan berlangsung; -- tanduk Tern menghilangkan seluruh tanduk dan tunas pd anak sapi yg belum berumur satu bulan supaya tidak berbahaya dan mudah memeliharanya;ber·po·tong v sudah dipotong;~ kulup berkhitan;ber·po·tong-po·tong v berpenggal-penggal; berkerat-kerat;ber·po·tong·an adv 1 mempunyai potongan; berbentuk; bermodel (ada bentuk atau modelnya); 2 ada pengurangan (tt harga barang); 3 tampak sepotong-potong;ber·po·tong-po·tong·an v saling memotong;me·mo·tong v 1 memutuskan dng barang tajam; mengerat; memenggal: ia ~ tali itu dng gunting; ia ~ tebu dng pisaunya yg tajam; 2 mengiris (tt roti, daging, dsb); 3 menyembelih: ~ ayam; ~ kambing; 4 menebang (tt kayu, pohon, dsb): ~ kayu di hutan; 5 memangkas (tt rambut): ~ rambut; 6 menggunting sesuai dng ukuran (tt bahan pakaian dsb); 7 menuai (tt padi dsb); 8 mengurangi (tt upah, gaji, pendapatan, dsb); 9 memendekkan (tt kata, kalimat, nama dsb); 10 memintas (tt jalan, perjalanan); 11 menyelang atau memenggal (tt perkataan orang dsb); 12 memepat (tt kuku): ia sedang ~ kuku;~ kulup menyunat; mengkhitan;po·tong-me·mo·tong v 1 saling memotong; 2 memotongi (mengguntingi dsb): dl hal ~ ranting kayu ternyata ia sangat pandai;me·mo·tong·kan v 1 memotong untuk orang lain; 2 menggunakan sesuatu sbg pemotong; memotong dng;mem·per·po·tong·kan v memperhitungkan dng memotong (upah, gaji, dsb) yg akan diterima; memotongkan;me·mo·tong-mo·tong v 1 mengerat-ngerat (tt sesuatu yg berupa batang); 2 memenggal-menggal (tt kalimat atau pengucapan kalimat); 3 mengucapkan sepotong-sepotong (tt perkataan);ter·po·tong v 1 terpenggal; kena potong; 2 sudah dipotong (dipenggal, diputus); 3 kena pengurangan (tt gaji, harga); 4 tidak sengaja sudah digunting (tt bahan pakaian); 5 kena tebang (tt pohon, kayu); 6 teriris (tt roti, daging, dsb); 7 terpendekkan (tt kata, kalimat, nama); 8 terselang (tt perkataan orang);po·tong·an n 1 keratan; penggalan; 2 hasil memotong (memangkas, menggunting, dsb); 3 pengurangan (tt gaji, upah, harga, dsb); 4 kependekan (tt kata, nama); 5 bentuk; model; (tt mobil, rumah, dsb); tampang (tt perawakan, wajah); bentuk; sikap (tt badan); 6 sepotong-sepotong atau satu-satu (tt penjualan barang); 7 pengurangan harga; korting: ia mendapat ~ 10%;per·po·tong·an n tempat berpotongan; perihal berpotong: ~ kedua garis itu tepat pd titik A;pe·mo·tong n 1 alat untuk memotong (menyembelih, memenggal); 2 orang yg memotong (menyembelih, memenggal);pe·mo·tong·an n 1 proses, cara, perbuatan memotong (mengerat, memenggal, mengurangi); 2 pengeratan; pemenggalan; 3 pengurangan; 4 pembantaian; penjagalan
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close