Nusagatech

AGC; Suatu Godaan Yang Menggiurkan

Auto-Generated Content atau biasa disingkat menjadi AGC adalah suatu konten blog yang dibuat secara otomatis dan terprogram menggunakan suatu alat (selanjutnya disebut dengan tool AGC). Contoh-contoh konten yang diperoleh menggunakan software AGC menurut yang diterjemahkan secara bebas dari Google Support antara lain:

  • Artikel yang dibuat melaui alat penerjemah otomatis tanpa melalui proses kurasi atau review oleh manusia sebelum dipublikasikan
  • Teks yang dibuat melalui proses otomatis seperti Markov Chain
  • Teks yang dibuat melalui penggantian kata secara otomatis berdasarkan sinonim yang telah disediakan. Misal mengganti ia->dia, adalah->yaitu, dapat->bisa, dll.
  • Teks yang dibuat melalui proses scrapping Atom/RSS atau hasil pencarian Search Engine (SERP)
  • Pemaduan atau penggabungan artikel dari beberapa web tanpa menambah nilai yang cukup

Google dan Search Engine lainnya secara resmi melarang praktek penggunaan AGC. Namun nyatanya mereka masih sering kecolongan untuk benar-benar membersihkan servernya dari konten spam yang dihasilkan menggunakan tool AGC. Banyak artikel-artikel yang dibuat menggunakan tool AGC menduduki peringkat atas bahkan page-one di hasil pencarian Google. Hal ini tentu memicu pemain AGC (AGC Player) lebih semangat menjalankan aksinya karena merasa usahanya tidak sia-sia.

Di Indonesia, banyak penulis artikel yang merasa dicurangi oleh AGC Player. Artikel yang dibuatnya malah nongol di page-one melalui blog yang dibuat menggunakan tool AGC. Sedangkan sumber tulisan asli (tempat penulis mempublikasikan artikel) malah muncul di halaman-halaman bawah. Masih mending kalau sama-sama page-one. Sering kali perbandingannya jomplang. Misalnya artikel copas muncul di page-one sedangkan artikel asli muncul di page 5 keatas.

Orientasi pembuat AGC adalah provit. Banyak pemain yang tidak peduli apakah konten yang diambil itu mendapat ijin publikasi ulang dari author atau publisher asli atau tidak, mereka tetap mempublikasikannya. Tidak hanya satu. Biasana seorang pemain membuat (build) blog AGC lebih dari satu untuk berjaga-jaga kalau salah satu ada yang kena hukuman dari Search Engine berupa deindex mereka masih punya cadangan. Selain itu, dupliksi yang dilakukan bertujuan untuk mempercepat mendapat penghasilan (earning) atau biasa disebut dengan gajian.

Banyak orang yang [mengaku] membuat AGC serta memamerkan trafik blog ataupun eraning-nya melalui grup atau forum-forum di internet. Trafik serta pendapatan tinggi yang dipamerkan sering kali membuat orang lain yang melihat tergiur untuk mengikuti jejak thread starter (TS). Bahkan! Tak jarang ada pengguna yang rela membeli tool AGC yang digunakan TS meskipun harganya dipatok cukup mahal.

Terlepas dari kontroversi halal-haram-nya penggunaan AGC untuk blog, nyatanya pemain AGC itu masih tetap ada dan pendapatannya yang seringkali berupa mata uang US dolar itu ikut membantu meningkatkan cadangan [kamus kata=”devisa”] Indonesia. Meskipun besaran kenaikan itu belum bisa diukur karena memang banyak pemain AGC yang bermain secara sembunyi-sembunyi sehingga sulit untuk dikorek keterangan terkait pendapatannya melalui blog AGC yang dijalankan. Amd.

[tahukah kata=”devisa”]

4 thoughts on “AGC; Suatu Godaan Yang Menggiurkan”

      1. Oh iya sih. Soalnya kalau premium. Wordads itu udah fitur. Jd pasti bisa.
        Tapi pendapatan adsense gmn? Ini pake selfhost ya berarti? Yang premium jatpack nya?

Tinggalkan Balasan