Nusagatech

7 Mitos Terkait SEO Yang Wajib Diketahui

Apa sih yang ada di benak kalian jika mendengar kata SEO? Panjang artikel? Jumlah keyword? Umur domain? Atau jangan-jangan malah mastah gadungan yang meninggalkanmu pas lagi sayang-sayangnya pernah menjanjikan peningkatan kunjungan blog tapi kenyataannya malah nyungsep?

Kemarin, aku mengikuti event Google for Publisher (GFP) di hotel Santika Semarang. Secara garis besar, materi yang disampaikan pada event tersebut ada empat yaitu 1). cara kerja mesin pencari (search engine), 2). optimisasi blog termasuk kualitas konten, kecepatan blog, dan, keamanan, dan kenyamanannya, 3). Implementasi data terstruktur (structured data), dan 4). Optimisasi pendapatan AdSense.

Pada salah satu event GFP, ada semacam tebak-tebakan mitos atau fakta terkait SEO yang telah berkembang luas di dunia blogger. Apa saja mitos dan fakta itu? Simak baik-baik di bawah ini.

Minimal dan Maksimal Jumlah Kata Dalam Artikel

Banyak blogger yang mempercayai bahwa jumlah kata pada artikel berpengaruh pada peringkat blog di mesin pencari. Itu hanya mitos. Faktanya jumlah kata tidak memengaruhi peringkat blog di mesin pencari. Jika ingin bukti, silahkan saja cari situs yang menyajikan seputar glosarium, arti kata, wiki dan semacamnya. Beberapa diantaranya hanya memuat beberapa definisi arti kata beberapa kalimat saja tapi tetap bagus peringkatnya.

Keyword Density

Mitos kedua yang juga banyak berkembang di masyarakat blogger adalah keyword density atau pengulangan keyword yang sama yang disebar dari awal paragraf sampai akhir. Faktanya hal ini tidak mempengaruhi mesin pencari untuk memprioritaskan artikel yang memiliki keyword density lebih tinggi dibanding yang lebih rendah.

Kalau belum percaya, coba saja ketikkan keyword tertentu di mesin pencari dan lihat hasilnya apakah blog yang memiliki artikel tanpa mempedulikan keyword density bisa masuk page one?

Umur Domain

Mitos berikutnya adalah umur domain (domain age). Banyak yang meyakini bahwa semakin tua umur sebuah domain (aged omain) maka semakin bagus pula peringkatnya di mata mesin pencari. Faktanya tidak. Domain berumur tua yang memiliki jejak digital buruk misalnya sering digunakan untuk nyepam, menyebarkan malware atau adware, atau aktivitas ilegal lainnya malah semakin buruk citranya di mata mesin pencari. Domain berumur yang tidak digunakan untuk ngeblog (pasif) juga tidak akan memiliki peringkat di mesin pencari.

TLD COM & NET Lebih Bagus Peringkatnya

Ada juga mitos yang meyakini bahwa TLD tertentu seperti .com atau .net berpotensi mendapatkan peringkat lebih bagus dibanding tld lainnya semisal .xyz, .cc, .tk, dan lain sebagainya. Faktanya banyak domain-domain yang bukan TLD terkenal tapi mendapat peringkat bagus di mesin pencari karena memiliki konten yang berkualitas.

Semakin Pendek Nama Domain Semakin Bagus Peringkatnya

Banyak yang berlomba mencari nama domain pendek dengan harapan mendapat perhatian lebih dari calon mertua mesin pencari. Faktanya panjang atau pendek domain tidak berpengaruh pada pemringkatan blog oleh mesin pencari. Panjang atau pendek nama sebuah domain lebih ke arah kemudahan branding dan bukan ke arah peringkat blog secara langsung.

Domain Berisi Keyword Tertarget Lebih Bagus Peringkatnya

Mitos selanjutnya adalah banyak yang meyakini bahwa domain yang namanya berisi keyword tertarget menjamin peringkatnya bagus di mata pencari. Faktanya nama domain berisi atau tidak berisi keyword tidak berpengaruh sama peringkat blog di mesin pencari. Aku membuktikannya sendiri melalui domain nusagates.com ini. Banyak artikel-artikel nusagates yang page one mengalahkan domain yang berisi keyword tertartget.

Server Cepat Menjamin Kecepatan Blog

Banyak yang menyangka kalau kecepatan server itu berpengaruh pada kecepatan blog. Padahal itu tidak benar. Secepat apapun server kalau cara ngeblognya tidak beraturan ya akan memperlambat blog. Misalnya jumlah foto yang diupload pada satu artikel cukup banyak dan tidak dikompres terlebih dahulu. Katakanlah foto yang diupload masing-masing memiliki ukuran 1 MB. Jika ada 10 foto yang diupload maka totalnya menjadi 10 MB. Belum lagi jika tema blognya lumayan berat karena menggunakan custom font, backround gambar, ornamen yang aneh-aneh. Maka faktor yang membuat blog menjadi lambat akan saling bertumpang tindih mengalahkan kecepatan server itu sendiri.

Gimana, apakah ada fakta yang masih belum kalian percayai? Masih meyakini kalau mitos itu benar adanya? Masih mau ngeblog dengan cara lama dan buang-buang waktu? It’s okay. Kita semua punya pilihan. Kalau mau diskusi lebih lanjut bisa langsung meluncur ke forum.nusagates.com.

This post is also available in: enEnglish

Kata Kunci

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: nusagates@gmail.com. Hubungi via 0822 2500 5825

15 komentar

  1. Ukuran foto maksimal yg ramah SEO berapa Abah? Jadi yang bener gimana dong ngeblog-nya? Yang bakal di Crawling sama mesin pencari gitu

    1. Kalau aku sih maksimal 300kb. Paling sering dibawah 200kb. Ukurannya aku prioritaskan untuk versi mobile. Gambar di blog kan seringkali hanya pemanis atau pelengkap. Jadi gak perlu detail. Yang penting gak buram saja.

      Ngeblog dengan kaidah yang benar ya sesuai petunjuk yang sudah diumumkan Google. Itu yang paling aman. Kalau main rahasia-rahasiaan atau bahkan sampe kursus segala gak bakal jamin menaikkan peringkat blog.

      Algoritma Google itu dalam sehari bisa berubah beberapa kali. Pada 2017 saja terjadi perubahan sebanyak 2453 kali dalam setahun (kata mas aldrich kemarin di GFP). Lha kalau kursus SEO apa gak rugi tuh kalau habis kursus ternyata satu jam kemudian algoritmanya ganti? Makanya jangan suka yang rahasia-rahasiaan. Gak bakal awet. Hehehe

      1. Kalau pengaruh secara langsung sih tidak, gan. Algoritma google terbaru menerapkan mobile-first indexing itu merujuk pada desain blog yang responsif bukan AMP. Kalau template blog sudah sedap dipandang mata saat dikunjungi melalui mobile ya sudah mendapatkan nilai dari Google. Sedangkan AMP lebih ditujukan pada kecepatan blog. Kalau tanpa AMP blognya sudah cepet ya gak perlu pake AMP.

    1. Ya gak gitu juga, sih. Kita itu (eh aku sendiri) itu seringkali kurang fokus pada jenis kelamin blog. Maunya apa sih ngeblog itu? Ciri khasnya apa selain tema yang berbeda? Kenapa orang lain mau mengunjungi blog kita, selain teman yang diajak tukeran komen atau BW tentunya. Ibaratnya kita itu seperti menancapkan 100 paku sekaligus tapi semua paku itu gak bener2 nancep. Berbeda kalau fokus penetrasi ke 1 paku potensi nancepnya akan lebih kuat. Digoyang2 pun akan tetap kuat. SEO juga begitu kalau kita maen di gado-gado akan sulit menaikkan ranking blog kecuali benar-benar rajin update artikel.✌️✌️

      Kalau nulisnya sesuka hati ya gpp. Itu ditaroh di blog pribadi. Tapi kalau pengen dapat penghasilan dari blog ya harus konsisten mempertahankan karakter blognya. Sebagaimana seorang penulis novel mempertahankan karakter tokoh utama dari awal sampai akhir cerita. 🤭🤭🤭

      Ini saya juga baru belajar fokus melalui bloggersejoli.com. Kalau yang ini biarkan mengikuti takdirnya saja. Wong sudah besar. Biar menentukan nasibnya sendiri. 🤣🤣🤣

    1. Kalau kontennya sesuai guideline mesin pencari ya bisa awet, mas. Apa pun niche-nya.
      Yang perlu diperhatikan kontennya mudah dipahami dan menarik untuk dibagikan. Intinya buat konten untuk manusia, bukan untuk mesin pencari.

  2. Beberapa bangunan khayaliku hancur krn kebanyakan mitos, ternyata. Hahahaha.
    Jadi speechless. Meski aku juga mengalami beberapa tulisan content placement yang menurutku biasa, ternyata malah banyak dicari. Menulisnya juga tidak dari hati karena cuma benerin tata bahasa. Hihihihi.

    Yang fakta juga diungkap dooong…. Jadi penasaran.

    Oh ya, makasih banget ya, sudah berbagi.
    Tk heran kalau banyak di pageone. Isinya ndaging.

Tanggapan Kamu?

Back to top button
Close