7 Fakta UIN Salatiga

Siapa nih yang baru tahu kalau IAIN Salatiga udah berubah bentuk jadi UIN Salatiga? Keren banget kan sekarang kota kecil kita punya 2 universitas berbasis agama. IAIN Salatiga resmi berubah bentuk menjadi UIN Salatiga berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2022 yang diterbitkan pada 8 Juni 2022. Perubahan ini merupakan awal perjalanan UIN Salatiga untuk bisa lebih unggul dalam berbagai bidang. Nah, di sini kita akan membahas tentang berbagai macam fakta yang ada di UIN Salatiga. Tertarik? Yuk kita bahas!

1.      Tersebar di 3 Tempat

UIN Salatiga mempunyai 3 tempat perkuliahan. Kampus 1 yang berada di Jl. Tentara Pelajar N0. 2 Kota Salatiga. Kampus yang paling dekat dengan alun-alun Kota Salatiga. Kampus 2 di Jl. Nakula Sadewa V No. 9, Kembangarum, Sidomukti, Kota Salatiga. Dan yang paling baru dan besar adalah kampus 3 di di Jl. Lingkar Salatiga, Pulutan, Sidorejo, Kota Salatiga. Kampus 3 adalah kampus paling besar karena memang digunakan sebagai pusat administrasi dan keluar masuknya tamu kunjungan.

2.      Mempunyai 5 Fakultas

5 fakultas yang dimiliki oleh UIN Salatiga adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berada di kampus 1, Fakultas Syariah/Hukum dan Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora di kampus 2, dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan dan Fakultas Dakwah di kampus 3.

3.      Jurnal Kelas Dunia

Tidak main-main, IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) salah satu jurnal milik UIN Salatiga merupakan jurnal kelas dunia. IJIMS diterbitkan pada tahun 2011. Selain itu, IJIMS telah mendapatkan akreditasi nasional (A) dari Kementerian Ristek Dikti pada tahun 2014. Setelah itu, pengelola memiliki tujuan bahwa jurnal tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga harus diakui secara internasional. Maka dari itu, jurnal tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris. Pada tahun 2016, pihak pengelola submit ke Scopus. Indeks Scopus pun akhirnya diterima pada tanggal 13 Agustus 2017. IJIMS butuh waktu satu tahun lagi untuk masuk di Schimago. Tepat pada tanggal1 juni 2019, jurnal IJIMS pun akhirnya masuk di Schimago. Schimago sendiri adalah salah satu lembaga yang mengeluarkan peringkat untuk jurnal sedunia. Saat ini, IJIMS telah terindeks Scopus Q1, Crossref, Index Copernicus, Index Islamicus, dan masih banyak lagi.

4.      Alumni Jadi Menteri

Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri merupakan alumni dari UIN Salatiga. Beliau menjadi menteri pada masa presiden Jokowi-jusuf Kalla. Sebelum menjadi menteri, beliau juga pernah menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah khususnya wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang. Beliau juga  bertugas di Komisi X DPR RI yang mengurus masalah Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan.

5.      Green Wasathiyah Campus

UIN Salatiga merupakan kampus dengan visi “Green Wasathiyah Campus”. Green Wasathiyah Campus adalah peradaban yang ramah bagi lingkungan alam dan kemanusiaan yang bermartabat serta berkesinambungan. Menjaga sinergi, kolaborasi, kerja keras dan cerdas juga solidaritas dan toleransi.

6.      5 Besar IAIN yang Paling Diminati

Sebelum berubah bentuk menjadi UIN, IAIN salatiga sudah mengukir banyak prestasi, salah satunya yaitu menjadi 5 besar IAIN yang paling diminati di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, UIN Salatiga pun akan menjadi salah satu UIN yang paling diminati.

7.      Lingkungan Multikultural

Lingkungsn multikultural seperti Kota Salatiga ini akan memberi dampak positif untuk perkembangan mahasiswa. Karena mahasiswa dapat beradaptasi dan bertoleransi dengan berbagai macam kultur budaya di sini. Karena itu juga, Salatiga dikenal sebagai miniatur Indonesia/The City of Harmony.

Nah itu tadi beberapa fakta yang bisa kita temukan di UIN Salatiga. Untuk para calon mahasiswa baru, tertarik nggak nih buat masuk UIN Salatiga?

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit