Nusagatizen

6 Cara Menjaga Kepercayaan Klien

Sebagai seorang freelancer dalam ranah bahasa pemrograman, aku sering kali mendapatkan klien yang belum pernah kenal sama sekali. Bahkan alamatnya saja saling tidak tahu. Namun, sampai saat ini belum pernah sekalipun diantara klien-klien itu yang membatalkan pesanan atau marah-marah karena hasil yang kukerjakan tidak sesuai harapan. Sebaliknya, banyak klien yang baru kukenal pada saat dia butuh bantuan malah memberi respon sangat baik. Bahkan tak jarang dari mereka yang memberi tips 2 sampai 3 kali lipat dari harga yang kuberikan padanya.

Seorang klien dari Amerika, kemarin, memintaku untuk memperbaiki script datatablenya yang kurang sesuai harapan. Dia memintaku untuk menampilkan modal dialog dari menu yang ditampilkan pada datatable. Kerjaan beres, dia membayarku senilai $15 ditambah tip $5. padahal harga yang kupatok hanya sebesar $5 per masalah. Ia pun order lagi, masalahnya hampir sama dengan yang pertama. Setelah project kuselesaikan kurang dari 1 jam dia membayarku lagi dg $15 ditambah tip $10. Tak lama kemudian, dia order lagi, masih seputar datatables. Setelah project kuselesaikan kurang dari 2 jam (termasuk untuk jeda sholat jum’at), dia membayarku dengan $15 ditambah tip sebesar $10.


Bagaimana cara meyakinkan calon klien yang baru dikenal?

Sederhana saja. Pertama, ketika ada calon klien yang menghubungi menanyakan produk, berikan respon yang sopan dan meyakinkan bahwa produk yang kita miliki sangat bagus. Namun jangan sampai terlalu tinggi memuji produk yang kita miliki.

Kedua, Galilah informasi yang penting terkait apa permasalahan dan apa yang diinginkan. Jangan banyak tanya basa-basi yang hanya akan mebuang-buang waktu.

Ketiga, berusahalah memosisikan diri sebagai calon klien tersebut. Dengan cara ini, kita tidak akan semena-mena kepada calon klien. Tidak akan memberikan harga yang terlalu tinggi dan tidak akan mengabaikannya ketika ia menawar dengan harga yang sangat rendah.

Keempat, Berilah saran yang baik ketika melihat ada hal-hal lainyang perlu diperbaiki. Kalau hanya masalah sederhana, mintalah ijin padanya untuk memperbaikinya tanpa meminta tambahan biaya. Dengan ini, klien akan merasa sepenuhnya diperhatikan dan dilayani dengan baik.

Kelima, ajaklah diskusi seputar produknya. Berikan masukan-masukan seputar pengembangan bisnisnya, potensi pasar, strategi marketing, dan lain sebagainya. Dengan cara ini, klien atau calon klien akan mudah akrab dan kemungkinan besar akan menceritakan masalah-masalah lain terkait bisnisnya. Ketika sudah akrab, klien akn mudah percaya pada kita.

Keenam, Berikan bonus yang tidak dia duga sebelumnya ketika menyerahterimakan project yang sudah diselesaikan. Bonus ini akan membuatnya merasa berhutang budi. Sehingga, kemungkinan besar ia akan kembali lagi ketika mendapat masalah.

Tahukah Kamu Arti nyiru?

nyi·ru n alat rumah tangga, berbentuk bundar, dibuat dr bambu yg dianyam, gunanya untuk menampi beras dsb
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close