Nusagatizen

5 Tips Mendidik Anak Sejak Dini

Anak merupakan hadiah dari Tuhan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Memiliki seorang anak adalah dambaan hampir setiap orang yang telah memiliki pasangan secara sah.

Mendidik anak sejak dini menjadi tanggung jawab setiap orang tua. Namun, sebagian orang lebih memilih menitipkan anaknya kepada orang lain terkait pendidikan anaknya. Entah karena alasan tidak mampu mendidik, faktor waktu yang habis digunakan untuk bekerja, atau hal lainnya.

Bagi orang tua yang mendapat kesempatan untuk mendidik anaknya sendiri sebenarnya akan merasakan kepuasan batin tersendiri. Kedekatannya dengan anak akan membuatnya mudah dalam mengarahkan anak dalam pergaulan sehari-hari kelak saat ia beranjak dewasa.

Tips Mendidik Anak Sejak Dini
Ilustrasi Tips Mendidik Anak Sejak Dini

Inilah 5 Tips Mendidik Anak Sejak Usia Dini

Pertama, didiklah anak sedari dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Hal ini bisa dibiasakan pada anak sejak dini dengan cara memandikannya secara teratur, membersihkan tempat tidur, merapikan mainannya meskipun setelah itu dibuat berantakan lagi. Bersabarlah. Ketika hal ini dibiasakan maka anak akan memiliki pola pikir menjaga kebersihan dan kerapian yang tertanam di alam bawah sadarnya. Suatu saat, ketika ia sudah mampu berpikir, pola pikir ini akan digunakannya.

Kedua, didiklah anak untuk selalu menjaga kesehatan. Hal ini bisa dimulai dari membiasakan ia makan teratur, mandi teratur, menggosok gigi teratur, tidur teratur dengan posisi yang baik, olahraga teratur, dan bermain secara teratur.

Usahakan jauhkan anak dari gadget ketika ia masih berusia dini. Kecenderungan anak kepada gadget akan membuatnya berperilaku asosial atau sulit bergaul dengan lingkungan sosialnya. Jika seorang anak sudah terlanjur memiliki ketergantungan yang akut pada gadget, hal ini bisa membuat kesehatannya terganggu karena pola hidupnya biasanya cenderung monoton dan kurang gerak.

Ketiga, Didik anak untuk bergaul dengan masyarakat. Pendidikan sosial sangatlah dibutuhkan bagi manusia. Pendidikan sosial pada anak sejak dini sangatlah bagus untuk membentuk karakter sosialnya. Anak yang sejak dini dikenalkan dengan keberagaman sosial akan memiliki sudut pandang yang luas. Ia akan menjadi pribadi yang moderat dan tidak terlalu frontal menolak ketika menghadapi perbedaan.

Keempat, didiklah anak dalam berbahasa yang santun. Bahasa adalah alat komunikasi utama dalam berinteraksi dengan masyarakat. Dengan bahasa yang santun, seorang anak akan mudah diterima di lingkungan masyarakatnya. Anak yang tidak diajari menggunakan bahasa yang santun akan mudah menerima dan meniru bahasa-bahasa yang diserap olehnya dalam pergaulan sehari-hari. Kata-kata kotor sangat mudah ia terima dan tiru karena ia merasa lebih gagah dan berani menggunakan kata-kata itu. Untuk itu, pendidikan dalam berbahasa yang santun sangat diperlukan.

Kelima, didiklah anak untuk rajin beribadah. Anak yang dididik untuk rajin beribadah sejak dini akan memiliki pengalaman spiritual yang bagus. Pengalaman-pengalaman spiritual itu akan dijadikannya sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari dalam bermasyarakat. Ia akan menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah putus asa, berlaku sewenang-wenang, dan lain sebagainya. Pengalaman spiritualnya akan menjadi guide dalam kehidupan sehari-hari.

Demikianlah 5 Tips dalam mendidik anak sejak usia dini. Jika ada komentar, sanggahan, kritik, atau lainnya silahkan ditulis melalui fitur komentar di bawah atau bisa juga dikirim melalui email [email protected]

Tahukah Kamu Arti ingat?

ingat v 1 berada dl pikiran; tidak lupa: saya masih – nama anak itu; 2 timbul kembali dl pikiran: keesokan harinya saya baru -- nama orang itu; 3 sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak -- akan dirinya; 4 menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak -- lagi akan kewajibannya; 5 hati-hati; berwaswas: -- , di kereta api banyak tukang copet; 6 mempertimbangkan (memikirkan nasib dsb): kalau tidak -- anak, sudah kubunuh orang itu; 7 cak berniat; hendak: kalau ia -- membaca koran, dibacalah koran;ingat-ingat v 1 hati-hati; awas-awas; tidak lengah: ~ di daerah itu banyak ular; 2 (peringatan, harapan, dsb) resap-kan di hati baik-baik; camkan; perhatikan: ~ akan pesanku tadi;ber·i·ngat v selalu ingat; selalu waspada: yg berbudi dan beriman, beradab dan ~;ber·i·ngat-i·ngat v berhati-hati; dng hati-hati (teliti, cermat);meng·i·ngat v 1 ingat (akan): jangan hanya ~ uangnya saja; 2 memperhatikan; memikirkan; menilik (dng pikiran): selalu ~ kepentingan nusa bangsa;meng·i·ngati v mengingat akan; tidak melupakan: penduduk kampung itu selalu ~ jasa-jasanya;meng·i·ngat·kan v 1 mengingat akan: aku bekerja krn ke-wajibanku dan krn ~ engkau juga; 2 memberi ingat; mem-beri nasihat (teguran dsb) supaya ingat akan kewajibannya dsb: meskipun ayahnya telah berkali-kali ~ , ia tetap tidak mau belajar; 3 menjadikan ingat (terkenang) kpd: bunyi gemuruh itu ~ kita kpd serangan pesawat udara dahulu;ter·i·ngat v tiba-tiba ingat; terkenang; terbit dl pikiran: aku ~ kpd si Badu;ter·i·ngat-i·ngat v terkenang-kenang; selalu ingat: mereka ~ akan perjumpaan mereka yg pertama;ingat·an n 1 apa yg diingat (teringat); apa yg terbayang dl pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru; 2 alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yg pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dsb): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu; 3 pikiran (dl arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yg baru dikunjunginya; 4 apa yg terbit dl hati (spt niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dng dia sebelum aku mati;~ nya bercabang banyak yg diingati, tidak hanya satu yg dipikirkan;ingat-ingat·an v lupa-lupa ingat; agak ingat;per·i·ngat·an n 1 nasihat (teguran dsb) untuk memper-ingatkan: ia telah mendapat ~ dr kawan-kawannya, gurunya, dsb; 2 kenang-kenangan; sesuatu yg dipakai untuk memperingati: tugu ~; 3 catatan: lihat buku ~ mu; 4 ingat-an; 5 hal memperingati (mengenang dsb): ~ Hari Kartini;mem·per·i·ngati v 1 mengadakan suatu kegiatan (spt pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan; 2 mencatat (dl buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yg sukar dl buku yg khusus itu; 3 memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dsb: Ibu ~ pesan Ayah kpd anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur;mem·per·i·ngat·kan v mengingatkan: kepala sekolah ~ murid-muridnya untuk tidak merokok di sekolah;se·i·ngat adv menurut ingatan; sepanjang ingatan: ~ ku belum pernah aku ditolongnya
Kata Kunci
Selengkapnya...

Ahmad Budairi

Seorang blogger yang bekerja menjadi freelancer di bidang bahasa pemrograman. Baca biografi Ahmad Budairi atau kunjungi lapaknya di Fiverr. Kontak via email: [email protected]. Hubungi via 0822 2500 5825

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close