10 Fakta Waduk Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur merupakan salah satu waduk yang terletak di Wonogiri. Waduk ini dibangun untuk menanggulangi adanya luapan air dari sungai Bengawan Solo. Berikut 10 Fakta tentang Waduk Gajah Mungkur:

Terletak di tujuh kecamatan.

Waduk Gajah Mungkur dibangun melintasi tujuh kecamatan. Diantaranya: Kec. Wonogiri, Kec. Nguntoronadi, Kec. Eromoko, Kec. Baturetno, Kec. Wuryantoro, Kec. Ngadirojo, dan Kec. Giriwoyo. Waduk ini terletak 6 km di selatan Kota kabupaten Wonogiri. Selain itu, waduk ini juga berada diantara jajaran pegunungan seribu.

Dibangun diatas tanah seluas 8.800 hektar

Waduk Gajah Mungkur merupakan waduk terbesar di Wonogiri yang dibangun diatas tanah seluas 8.800 hektar. Dalam pembangunan waduk ini telah menenggelamkan 51 desa yang berlokasi di 7 kecamatan.

Beridiri sejak 1981

Waduk gajah Mungkur sudah direncanakan sejak tahun 1964. Kemudian mulai dibangun pada akhir tahun 1976-1981 dan mulai dioperasikan pada tahun 1982. Waduk ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Soeharto pada 17 November 1981.

Memindahkan lebih dari 13.000 KK

Dalam pembangunan waduk ini pemerintah Wonogiri melakukan sistem bedhol desa. Yakni pemerintah mengirimkan warganya ke daerah Citiyung, Lampung. Selain beberapa warga yang mengikuti bedhol desa ada juga yang melakukan transmigrasi ke berbagai provinsi di luar Jawa

Flood Control

Luas DTA (Daerah Tangkap Air) yang mecapai 1.350km yang menjadikan Waduk Gajah Mungkur sebagai pintu air dari 6 Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) dari DAS Bengawan Solo di Wonogiri. Diharapkan dapat mencegah banjir di beberapa daerah saat musim hujan.

Dimanfaatkan untuk Irigasi

Air yang dibendung dimanfaatkan untuk irigasi pertanian kabupaten yang letak geografisnya berada dibawah aliran Waduk Gajah Mungkur. Seperti: Kab. Klaten, Kab. Sukoharjo, Kab. Sragen dan kabupaten lainnya.

Bentangan lembah hijau yang luas

Sebelum dijadikan waduk, tempat tersebut merupakan lembah hijau yang terbentang luas yang dimanfaatkan untuk padang penggembalaan, lahan pertanian dan pemukiman warga.

Dimanfaatkan sebagai PLTA

Waduk Gajah Mungkur mampu menghasilkan pasokan listrik sebesar 12,4 Megawatt yang dikelola oleh anak perusahan PLN., yakni PT. Indonesia Power Unit Mrica. PLTA ini terletak di Donoharjo, kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri. PLTA ini mulai berdiri pada bulan Juni tahun 1983.

Dimanfaatkan untuk Budidaya Ikan

Masyarakat sekitar memanfaatkan air waduk sebagai mata pencaharian sehari-hari salah satunya untuk budidaya ikan dengan sistem karamba. Biasanya ikan hasil budidaya selain sebagai pemasok diberbagai restaurant baik lokal maupun luar daerah, hasil budidaya juga dijual hingga mancanegara.

Destinasi Wisata

Sekitar Waduk Gajah Mungkur juga dimanfaatkan untuk pariwisata. Ada berbagai macam tempat wisata yang bisa dikunjungi masyarakat seperti: tempat pemancingan, gantole, taman satwa, water boom, perahu boat, taman tombo galau, dan taman bermain anak.

Buat kalian yang sedang jalan-jalan ke Wonogiri, jangan lupa untuk berkunjung di Waduk Gajah Mungkur. Kalian akan disuguhi berbagai wisata dengan pemandangan yang indah. Selain itu disekitar Waduk Gajah Mungkur juga terdapat rumah makan dengan berbagai olahan ikan dengan pemandangan bentangan air yang luas serta pegunungan seribu.

Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit