10 Fakta Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo

13
Pondok pesantren Bumi Shalawat
Pondok pesantren Bumi Shalawat

Pendidikan pesantren tak dapat dilepaskan dari sejarah perjalanan negara Indonesia. Beberapa pesantren bahkan berdiri sebelum Indonesia merdeka. Perjuangan melawan penjajah juga digerakkan oleh beberapa pesantren dipimpin para kyai dan ulama.

Seiring berkembangnya zaman, pondok pesantren tidak lagi sesederhana pondok zaman dahulu. Fasilitas bagi santri diperbaiki menjadi lebih nyaman. Berbagai kemudahan diharapkan membuat santri merasa betah bagaikan di rumah. Seperti halnya yang dikemukakan KH. Agoes Ali Masyhuri, pemimpin Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur bahwa untuk menuntut ilmu dengan tenang, maka suasana pondok dan asrama dibuat senyaman mungkin agar santri bisa belajar dengan sungguh-sungguh.

Pondok pesantren Bumi Shalawat
Pondok pesantren Bumi Shalawat | © sekolahprogresif.sch.id

Berikut ini adalah 10 fakta mengenai Pondok Pesantren Bumi Shalawat:

Lokasi strategis 

Pondok pesantren Bumi Shalawat terletak di lokasi strategis, di antara pemukiman penduduk dan area persawahan yang sejuk. Berada sekitar 3 KM dari pusat kota Sidoarjo, menjadikan akses ke pondok cukup mudah dan rutenya lancar dilalui.

Tredapat kata “progresif” pada nama pondok

Progresif dapat diartikan bergerak ke arah kemajuan. Sesuai makna dasarnya, progresif pada nama Pesantren Progresif Bumi Shalawat dimaknai sebagai berkembang sesuai tuntutan zaman. Hal ini berkaitan dengan sistim pendidikan pondok yang berbasis karakter dan memadukan pandangan hidup islami dengan pengetahuan serta teknologi masa kini

Bekerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi.

Pesantren Progresif Bumi Shalawat menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga dan instansi, baik di dalam negeri maupun mancanegara, antara lain Wako International School, Jepang Rajamangala University of Technology Krungthen Thailand dan BPLP Universitas Negeri Malang.

Sistim boarding school terpadu setingkat SMP dan SMA

Pesantren Progresif Bumi Shalawat menyelenggarakan sistim belajar mengajar setingkat SMP dan SMA secara terpadu. Sekolah setingkat SMP dan SMA berdiri di lokasi yang sama, dan sistim asrama santri dikelola dengan memadukan santri senior dan yunior agar mampu membaur dan saling mengenal

Menyelenggarakan pengajian umum rutin

KH. Agoes Ali Masyhuri sebagai pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat adalah ulama terkemuka di Sidoarjo dan sekitarnya. Tidak mengherankan jika pondok asuhan beliau menyelenggarakan pengajian yang terbuka untuk umum setiap hari Senin dan Kamis di malam hari. Buku berisi dzikir harian dibagikan secara gratis.

Pernah menjadi tuan rumah acara religi di televisi 

Pesantren Progresif Bumi Shalawat pernah menjadi tuan rumah tayangan religi televisi nasional “Damai Indonesiaku” pada tahun 2016. Acara ini menarik minat masyarakat untuk berbondong-bondong mengikuti kajian, bahkan beberapa di antaranya datang dari luar kota Sidoarjo

Memotivasi santri berprestasi

Sejalan dengan visi pesantren modern, Pesantren Progresif Bumi Shalawat memotivasi dan memfasilitasi para santri yang berbakat untuk mengikuti berbagai kompetisi di luar pondok, baik itu kompetisi atau olimpiade sains maupun olahraga. 

Memberikan beasiswa untuk anak yatim

Biaya pendidikan di Pesantren Progresif Bumi Shalawat tergolong tinggi namun pondok ini juga memberikan beasiswa bagi santri yatim yang berprestasi.

Program unggulan tahfidz dan bahasa Inggris

Selain kurikulum dengan pelajaran umum, Pesantren Progresif Bumi Shalawat membekali santri dengan hafalan Al Quran dan kecakapan bahasa Inggris. 

Pengawasan Ketat Pondok Putra & Putri

Pondok untuk pendidikan santri maupun santriwati berada dalam satu lokasi. Namun asrama, masjid untuk putra-putri berdiri secara terpisah dalam jarak cukup jauh serta adanya larangan untuk melewati batas dan bagi yang melanggar aturan akan dikenai sanksi.

Berbekal pengetahuan agama dan pengetahuan umum, para santri Pesantren Progresif Bumi Shalawat diharapkan mampu memberikan sumbangsih di tengah masyarakat. Keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya dinilai dari segudang prestasi santri dalam berkompetisi di berbagai turnamen dan lomba, namun juga teladan yang mereka tampakkan ketika kelak terjun ke masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sampaikan pendapatmu di sini.

Tanggapan Kamu?