10 Fakta Menarik dari IAIN Salatiga

Banyak Perguruan Tinggi yang berada di Kota Salatiga. Salah satunya adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Berdiri pada tahun 21 Maret 1997. Kemudian tanggal 17 Oktober 2014 beralih status dari STAIN Salatiga menjadi IAIN Salatiga. Inilah 10 fakta menarik yang harus kamu tau:

Berdiri di Kota Salatiga

Sesuatu yang luar biasa, IAIN Salatiga berdiri di kota yang dinobatkan sebagai kota toleransi se-Indonesia yaitu Kota Salatiga. Kota Salatiga mengalahkan Singkawang dan Manado berdasar laporan indeks Kota Tolerasi 2020 yang dirilis Setara Institut.

3 Lokasi Kampus

IAIN Salatiga kini memiliki 3 kampus yang berbeda tempat. Kampus 1 yang terletak di Jl. Tentara Pelajar No.2, Mangunsari, Kec. Sidomukti dengan suasana seperti di perkotaan. Kampus 2 berlokasi di Jl. Nakula Sadewa, Kembang Arum dengan suasan lebih menyejukkan, karena banyak tanaman disekitarnya. Sedangkan di Kampus 3 berlokasi di Jalan Lingkar Salatiga, Pulutan, Sidorejo dengan suasana menyejukkan.

Drs. H.A. Noerhadi Djamal Merupakan Rektor Pertama

Pada periode 1997-1998, Drs. H.A. Noerhadi Djamal menjabat sebagai rektor pertama. Namun pada saat itu, IAIN Salatiga masih berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.

Terdapat 5 fakultas

Pertama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mahasiswa disini identik dengan menghitung angka, outfit yang kece, dan tahu tentang pemasaran. Kedua, Fakultas Syariah. Mahasiswa disini suka menghitung warisan, mengurus pajak, identik dengan negara, dan pandai dalam berdebat. Ketiga, Ushuludin, Adab dan Humaniora. Mahasiswa indentik dengan pakaian seperti santri dengan gayanya berkarakter dan suka nongkrong di perpustakaan. Keempat, Fakultas Dakwah. Gaya dan karakter mahasiswa lebih santai dan mudah bergaul, biasanya suka dokumentasi dan sangat open minded. Kelima, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Terkenal dengan pakaian rapi dan mempunyai karakter seperti guru.

Perpustakaan Ramah Difabel

IAIN Salatiga telah meresmikan Extraordinary Corner di Perpustakaan Kampus III pada tahun 2019. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Salatiga mengatakan bahwa perpustakaan ini mendapatkan akreditas A dan dapat sebagai rujukan institusi lain.

Terdapat 13 UKM dan ORMAWA

Kampus IAIN Salatiga memiliki 13 UKM dan Ormawa yang sesuai dengan bakat minat mahasiswa masing-masing. UKM ini terdiri dari Resimen Mahasiswa, Teater Mahasiswa “Getar”, Pramuka “Racana”, Pecinta Alam Mahasiswa “Mitapasa”, Olahraga “SSC”, Musik Mahasiswa “SMC”, Studi Ekonomi ISlam “KSEI”, Lembaga Dakwah Kampus “LDK”, Communicative English Club “CEC”, Lemaga Pers Mahasiswa “DinamikA”, Bahasa Arab ITTAQO, Seni Qur’ani “JQH”. Untuk ormawa ada Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi

Pada April lalu, IAIN Salatiga mendapatkan penghargaan atas dasar Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi NO. 934 Tahun 2020 atas pencapaian sebagai satuan kerja berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi.

Pengelola Jurnal Terbaik Internasional

Tahun 2019, IAIN Salatiga mendapatkan penghargaan sebagai PTKIN Terbaik bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah dalam Pengelolaan Jurnal Internasional. Penghargaan ini diperoleh untuk mengapresiasi atas prestasi yang diraih salah satu Jurnal IAIN Salatiga yaitu “Indonesian Journal of Islam And Muslim Societies” yang telah berhasil menjadi Jurnal pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dapat menembus The Best Quartile 1 (Q1) di Schimago Journal Rank (SJR).

Green Wasathiyah Campus

Gagasan kampus hijau kini telah diupayakan IAIN Salatiga dengan adanya sumur resapan dengan konsep kampus moderat hijau. Kini IAIN Satiga sudah memiliki sekitar 20 sumur resapan, sumur ini berfungsi untuk menangkap air hujan masuk ke tanah sehingga menjadi cadangan air dalam jangka panjang.

Sabet 8 Medali di Ajang IPPBMM

IAIN Salatiga berhasil menyabet 8 medali dalam ajang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) 2021 se-Jawa dan Madura. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 21 Juni -25 Juni 2021 di Yogyakarta yang meraih empat medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu yang menjadikan IAIN Salatiga sebagai runner-up ketiga dari 18 PTKIN yang mengikuti IPPBMM.

sumber: tipd.Iainsalatiga.ac.id

Sampaikan pendapatmu di sini.

Bacaan Menarik Lainnya

Tanggapan Kamu?

Baru Terbit